Kamis, 28 Juli 2016

Perawatan Murai Batu Sebelum dan Sesudah Lomba (2)

Perawatan Setelah Lomba

Apabila perlombaan telah selesai dilaksanakan maka dilanjutkan dengan melakukan perawatan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Sebisa mungkin pulang lebih awal atau jangan terlalu lama berada di lapangan lomba. Hal itu penting untuk menurunkan tensi mental Murai Batu yang naik selesai bertarung. Pada salah satu cara penghobi ada juga yang lantas memandikan Murai Batu miliknya selesai lomba untuk menyegarkan kembali fisiknya. Namun pada saat yang sama jangan pula diberi pakan seperti jangkrik dan ulat hongkong, dikhawatirkan birahi tarungnya bisa naik kembali.

Perawatan setelah lomba pada beberapa sumber memiliki prosedur yang lebih simpel. Lebih ditekankan pada pemberian vitamin dan mengembalikan aturan pemberian pakannya seperti waktu normal sebelum ia mengikuti lomba. Nama-nama vitamin yang dimaksud bisa berupa produk EbodVit atau juga BirdVit. Namun masih ada perdebatan mengenai pemberian doping sebelum dan sehabis lomba, seperti pemberian pakan orong-orong (kadal kecil), kelabang, dan minuman tonic dan bitter. Ada yang melakukan itu, ada juga yang melarang.

Berdasarkan pengalaman yang dikutip dari (ternakburung.com), penghobi itu tidak menganjurkan adanya pemberian doping kalau tidak ingin melihat prestasi Murai Batu akan tersendat. Menurut penuturannya, Murai Batu miliknya yang semula mampu berprestasi dalam ajang lomba, akibat terus diberi doping akhirnya memberi efek ketergantungan pada doping tersebut. Kekecewaan pun muncul ketika Murai Batu miliknya mengalami masa mabung yang membuat kondisi fisiknya tidak kembali prima seperti biasanya. Dengan stamina fisik yang menurun maka prestasinya juga ikutan menurun dalam mengikuti berbagai ajang lomba.


Gambar 2. Lomba Murai Batu

Selain memerhatikan hal di atas, adapun perawatan umum yang kerap dilakukan penghobi pada Murai Batu setelah mengikuti lomba adalah sebagai berikut:

  • Untuk pemberian pakan ekstra fooding disesuaikan dengan aturan harian Murai Batu tersebut. Namun untuk melakukan perawatan seperti penjemuran dan pemandian masih mengikuti langkah sebelum Murai Batu mengikuti lomba. Jadi, cukup sekitar setengah jam saja. Bila perawatan harian mengenai penjemuran biasanya 1 jam atau lebih, jangan langsung diterapkan kepada Murai Batu setelah habis lomba.
  • Memberikan vitamin tambahan kepada Murai Batu. Bila penghobi sudah punya produk yang dirasa lebih unggulan, bisa menggunakan produk itu saja yang mungkin akan lebih cocok dengan kondisi Murai Batu. Tapi jika belum, produk vitamin seperti EbodVit dan BirdVit bisa jadi referensi yang bagus.
  • Teknis-teknis perawatan lainnya bisa disesuaikan dengan perawatan rutin Murai Batu dalam kesehariaannya. Tapi menjadi lebih baik kalau itu bisa dilakukan secara pelan-pelan dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Seperti misalnya, bila di keseharian kandangnya kerap disejajarkan dengan burung kicauan yang lain, khusus pasca mengikuti lomba untuk sementara waktu Murai Batu dijauhkan dari kondisi itu beberapa hari, sampai benar-benar stamina Murai Batu kembali normal.

Dengan memerhatikan perawatan-perawatan di atas, mudah-mudahan dampak negatif yang bisa ditimbulkan Murai Batu sebelum maupun pasca lomba tidak terjadi pada Murai Batu milik Anda. Semoga bermanfaat.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
1. http://kicaukan.blogspot.co.id/2013/12/pola-perawatan-murai-batu-sebelum-lomba-dan-setelah-lomba.html
2. http://www.mediaronggolawe.com/tips-perawatan-murai-lomba-dan-pasca-lomba.html
3. https://omkicau.com/2014/06/20/murai-batu-kitaro-persiapan-lomba-dilakukan-sejak-h-7/
4. http://www.ternakburung.com/perawatan-murai-batu-untuk-lomba/
Sumber Gambar:
1. http://www.kicaumania.or.id/forums/content.php?429-(Tidak)-Ada-Diskriminasi-Terhadap-MB-Black-Tail

Rabu, 27 Juli 2016

Perawatan Murai Batu Sebelum dan Sesudah Lomba (1)

Perlu perawatan khusus yang mesti dilakukan penghobi ketika ingin mengikutsertakan Murai Batu miliknya dalam perlombaan burung pengkicau. Perawatan yang dimaksud meliputi perawatan sebelum lomba dan sesudah lomba. Pada perawatan sebelum lomba tujuannya untuk menjaga stamina Murai Batu agar selalu dalam kondisi baik. Dengan kondisi yang baik, tidak menjadi hambatan Murai Batu untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya pada saat di arena lomba.

Sedangkan perawatan setelah lomba diperlukan untuk mengembalikan stamina Murai Batu yang banyak terkuras habis pada saat mengikuti lomba. Pada beberapa Murai Batu seringkali ditemui pasca mengikuti lomba kemampuan berkicaunya menurun, bahkan ada pula yang sampai suaranya terdengar serak. Itu bisa disebabkan oleh jiwa tarung yang menggebu-gebu pada saat di arena lomba, sementara tidak diikuti dengan kondisi fisik yang baik pula.

Sehingga perbuatan yang tampak over birahi seperti itu akan memengaruhi kondisi Murai Batu pasca lomba, entah itu akan mengalami drop, penurunan kemampuan, atau pun serak. Untuk itulah dibutuhkan perawatan setelah lomba untuk bisa mengembalikan kemampuan Murai Batu pada kondisi semula.


Gambar 1. Murai Batu Sebelum Lomba

Perawatan Sebelum Lomba

Banyak penghobi profesional memulai perawatan intensif pada Murai Batu miliknya dimulai dari H-7 dari jadwal perlombaan. Itu merupakan waktu yang ideal melakukan perawatan sebelum lomba digelar. Sebab, apabila perawatan dilakukan secara mendesak dikhawatirkan tidak memberi efek yang stabil pada kondisi Murai Batu.

Adapun perawatan yang dilakukan adalah:

  • H-7 dan H-6 sebaiknya keberadaan Murai Batu dijauhkan dari suasana yang ramai. Hindarkan dari berdekatan pada hewan-hewan yang bisa memengaruhi mental Murai Batu menjadi drop, seperti kucing, anjing, ayam, bebek, dan lainnya. Jauhkan juga dari kemungkinan mendengar kicauan dari burung lainnya, itu bisa memancing Murai Batu untuk over birahi. Dan kondisi itu mesti kita jaga untuk tidak terjadi di masa perawatan ini.
  • H-5, H-4, dan H-3, penghobi bisa memberikan pakan jangkrik sebanyak 10 ekor. Rinciannya, 5 untuk pakan di pagi hari dan 5 untuk pakan sorenya. Pemberian pakan ini berfungsi untuk menjaga kestabilan mental dan birahi Murai Batu sebelum maupun nantinya pada saat mengikuti lomba. Dengan begitu Murai Batu bisa beradaptasi di panggung arena lomba dengan tenang.
  • H-2 perawatan difokuskan pada pemandian dan penjemuran Murai Batu. Pemandian dan penjemuran Murai Batu harus dilakukan dengan durasi yang tepat, cukup paling lama setengah jam saja. Bila selama ini penghobi rutin memandikan dan menjemur diatas durasi yang dimaksud, maka harus dikurangi durasinya bila Murai Batu tersebut ingin diikutkan lomba.
  • H-1 adalah masa perawatan di mana pakan jangkrik bisa dikombinasikan dengan ulat hongkong. Perbandingannya 4-7 ekor ulat hongkong dan 3-5 ekor jangkrik.Ini bisa disebut juga sebagai ekstra fooding bagi stamina Murai Batu agar tetap terjaga. Namun jika penghobi merasa Murai Batu miliknya sudah terlalu kegalakan, jumlah pemberian ulat hongkok bisa dikurangi maksimal dua ekor saja. Sebaliknya apabila kondisi Murai Batu kurang bergairah, perlu diberi ulat hongkok 4-7 ekor.
  • Dan pada satu jam menjelang lomba, beberapa penghobi ada yang memandikan Murai Batu mereka agar tampak segar dan lalu memberikannya tambahan pakan berupa jangkrik atau ulat hongkong sebanyak masing-masing dua ekor.

Demikianlah perawatan yang perlu anda perhatikan sebelum membawa Murai Batu ke arena lomba. Perawatan ini pentung untuk menunjang performa yang gemilang bagi Murai Batu Anda ketika mengikuti lomba nantinya.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:

1. http://kicaukan.blogspot.co.id/2013/12/pola-perawatan-murai-batu-sebelum-lomba-dan-setelah-lomba.html
2. http://www.mediaronggolawe.com/tips-perawatan-murai-lomba-dan-pasca-lomba.html
3. https://omkicau.com/2014/06/20/murai-batu-kitaro-persiapan-lomba-dilakukan-sejak-h-7/
4. http://www.ternakburung.com/perawatan-murai-batu-untuk-lomba/ Sumber Gambar:
1. http://www.burunghobi.com/masteran-murai-batu/