Kamis, 08 Juni 2017

Menjaga Burung Murai Batu Agar Terhindar dari Kutu

Menjaga kesehatan burung Murai Batu merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan oleh para pemiliknya. Sebab bila diabaikannya dampaknya membuat burung Murai Batu rentan terserang penyakit seperti flu, serak, masuk angin, dan lainnya. Selain itu, tubuh burung pun rentan disusupi oleh hama kecil yang dapat mendatangkan penyakit seperti kutu. Karena memang sudah sejak lama dikenal bahwa kutu yang merupakan hewan berukuran kecil dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup yang dihinggapinya termasuk burung Murai Batu.

Kutu merupakan hewan berukuran kecil yang keberadaannya selalu mendatangkan penyakit tidak hanya kepada burung Murai Batu tapi juga pada manusia. Biasanya kutu bersarang dibalik rambut ataupun bulu dengan mengisap darah. Dampaknya kulit kepala ataupun tubuh yang digigit oleh kutu akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Tak jarang untuk menghilangkan rasa gatal tersebut seringnya dengan menggaruk memakai tangan dan akhirnya menimbulkan luka goresan. Begitu juga pada burung Murai Batu yang tubuhnya dihinggapi kutu pun akan merasakan gatal dan cara biasanya dengan mematuki area tubuh yang gatal tersebut. Risiko yang ditimbulkan membuat bulu-bulunya pun berguguran dan bagian tubuh yang dipatuki itu pun akan terluka.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bd/Male_human_head_louse_%284900867726%29.jpg/800px-Male_human_head_louse_%284900867726%29.jpg
Gambar: Kutu yang menyerang burung Murai Batu

Burung Murai Batu yang dijangkiti oleh kutu biasanya karena kondisi lingkungan sekitar yang tampak kurang bersih. Hal ini bisa dilihat dari kondisi sangkar yang dipenuhi kotoran burung dan tempat pakan yang jarang dicuci. Selain itu, fisik burung Murai Batu pun kurang mendapatkan perhatian dengan jarangnya memandikan dan menjemur pada waktu pagi ataupun sore hari. Tentunya kutu-kutu pun lebih mudah hidup di lingkungan yang kurang terawat dengan baik tersebut. Untuk itu amat perlu sebenarnya menjaga agar burung Murai Batu tidak terkena kutu.

Nah, adapun cara yang bisa dilakukan agar burung Murai Batu terhindar dari serangan kutu terbilang sederhana tapi mesti dikerjakan dengan serius. Caranya tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Rajin memandikan dan menjemur burung Murai Batu
    Manfaat yang bisa dirasakan burung Murai Batu yang dimandikan dan dijemur tidak hanya sekedar membuat tubuhnya segar kembali dan tampak bersih tapi juga berguna untuk menjauhkannya dari kutu. Bila di sela bulu-bulunya terdapat telur kutu yang nantinya menetas maka dengan dimandikan dan dijemur dapat membuang semua telur kutu tersebut dari tubuhnya. Untuk itu agar burung Murai Batu rutin dimandikan setiap hari ataupun dua kali sehari dengan cara disemprot ataupun menggunakan keramba mandi di sangkarnya. Begitu pula dengan menjemur burung Murai Batu dilakukan pada pagi hari sekitar pukul delapan dan durasi penjemurannya selama satu jam.

  2. Rutin membersihkan sangkar
    Sangkar yang dibersihkan secara rutin setidaknya seminggu sekali tidak hanya membuat tampilannya tampak menarik tapi berguna pula mengusir kutu ataupun bakteri lainnya yang menempel. Membersihkan sangkar agar kutu tidak lagi ada di situ bisa dengan menggunakan cairan antiseptik yang memang kegunaannya untuk membunuh segala bakteri. Selain sangkarnya perlu juga membersihkan bagian isi seperti cepuk pakan dan tenggerannya. Setelah sangkar dicuci bersih dengan air dan antiseptik maka mengeringkannya di bawah terik sinar matahari.

  3. Perhatikan tingkat kebersihan pakan
    Kutu yang menjangkiti burung Murai Batu kadang bisa berasal dari pakan yang tiap hari disantapnya. Agar pakan yang dimakan burung tidak mengandung kutu sebaiknya memperhatikan kebersihan pakan mengayak khusus untuk voer. Selain itu, voer yang dibeli untuk pakan burung Murai Batu sebaiknya tidak dalam kondisi berair ataupun berbau apek. Sebab voer yang kualitasnya tidak bagus seperti yang dikatakan tadi biasanya akan lebih mudah ditinggali kutu yang siap berpindah ke tubuh burung.

Yup, begitulah kiranya ulasan terkait dengan menjaga burung Murai Batu agar terhindar dari kutu yang membahayakan kesehatannya. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas mungkin dapat membantu Anda agar burung Murai Batu peliharaan di rumah jangan sampai terjangkit kutu. Sebab dampak terburuknya dapat membuat burung Murai Batu malas berkicau atau macet bunyi. Semoga bermanfaat.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.nangkur.com/2016/01/tanda-tanda-burung-kutuan-dan-cara.html
2. https://omkicau.com/2009/01/27/pencegahan-dan-pengobatan-tuntas-kutu-pada-burung/
3. http://kicaumania.xyz/tips-mengatasi-murai-batu-kutuan/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bd/Male_human_head_louse_%284900867726%29.jpg/800px-Male_human_head_louse_%284900867726%29.jpg

Senin, 05 Juni 2017

Mewaspadai Tungau Merah Yang Menyerang Burung Murai Batu

Penyakit yang terjadi pada burung Murai Batu tidak hanya dikarenakan perubahan suhu udara ataupun jarang dimandikan dan dijemur. Sebab sakit yang diderita burung Murai Batu juga bisa dikarenakan adanya tungau yang menginfeksi tubuhnya. Tungau merupakan musuh utama bagi jenis burung ocehan apapun termasuk Murai Batu yang dapat menyerang berbagai organ tubuhnya hingga menimbulkan rasa sakit. Biasanya burung Murai Batu yang terinfeksi tungau akan terganggu bagian sistem pernapasan, kantung udara, hingga pori-pori tubuhnya. Untuk itu pada kali ini sengaja mengulas tentang salah satu jenis tungau yang cukup berbahaya bagi burung Murai Batu dan jenis burung ocehan lainnya. Adapun nama tungau tersebut adalah Tungau Merah.

Tungau Merah yang memiliki nama latin Dermanyssus gallinae merupakan sejenis hewan yang berukuran sangat kecil dengan delapan tungkai mirip seperti laba-laba. Sesuai dengan namanya bahwa ciri yang paling bisa dikenali dari Tungau Merah adalah warna tubuhnya yang merah. Selain itu semua jenis tungau termasuk Tungau Merah adalah hewan mikro yang hidupnya selalu menumpang di tubuh makhluk hidup yang lebih besar tanpa terkecuali burung Murai Batu. Hanya saja bagi Tungau Merah yang tinggal di tubuh burung Murai Batu biasanya akan mengisap darah sebagai makanannya. Yang tentunya hal ini berbeda dengan jenis Tungau Kantung Udara yang hanya menyerang bagian kantung udara dan menyebabkan burung kesulitan bernapas serta berkicau.


Gambar: Tungau Merah

Sedangkan bagi burung Murai Batu yang terjangkiti Tungau Merah seringnya gejala yang dialami akan menyebabkan pori-pori kulit berubah menjadi merah seperti terkena gigitan. Selain itu, burung pun akan lebih sering gelisah dengan melompat dari atas ke bawah dalam waktu yang agak lama. Burung pun akan merasakan kulitnya gatal hingga akhirnya mematuki bulu-bulu sampai merasa gatalnya hilang. Lalu burung Murai Batu pun akan merasakan lemas dan berdampak pada mulai jarangnya berkicau hingga bila sampai parah bisa berujung macet bunyi.

Sebagai tungau pengisap darah kemampuannya hinggap di tubuh burung Murai Batu tidaklah terlalu sulit. Sebab Tungau Merah berpindah ke tubuh mangsanya dengan cara melompat dari mangsa lamanya. Tungau Merah ini pun kadang memanfaatkan sangkar burung Murai Batu sebagai habitat sementaranya untuk tinggal di tubuh burung dengan mengisap darah dan melakukan reproduksi. Selain itu, aktifnya Tungau Merah menyerang burung Murai Batu dengan cara mengisap darah biasanya dilakukan pada saat sore menjelang atau sewaktu burung memasuki jam istirahatnya. Durasi pengisapan darah yang dilakukan Tungau Merah terbilang cukup lama yang mencapai 1 sampai 2 jam lamanya. Apalagi tempat tinggal tungau berbahaya ini seringnya mendiami area sangkar mulai di lantai, tempat pakan, maupun jeruji sangkar.

Agar burung Murai Batu tidak sampai terserang Tungau Merah dibutuhkan keuletan dari pemiliknya dengan rutin membersihkan sangkar agar tidak ada satupun Tungau Merah yang membangun sarang di situ. Selain itu, sangkar yang ditinggali oleh burung Murai Batu perlu mendapatkan perawatan dengan memperhatikan tingkat kerusakan sangkar. Sebab Tungau Merah akan memanfaatkan sangkar burung yang kurang terawat dengan terdapatnya celah di bagian bawah jerujinya. Untuk itu memang perlu tetap membersihkan sangkar burung dengan cara dicuci pakai air bersih dan desinfektan agar Tungau Merah tidak lagi bisa menyerang siapapun. Bila burung Murai Batu terlanjur terkena Tungau Merah maka sebaiknya diasingkan terlebih dahulu dengan diberikan fasilitas karantina. Tujuannya agar burung lain yang berada dekat dari burung Murai Batu tidak terjangkit wabah Tungau Merah. Nah, itulah penjelasan seputar Tungau Merah yang dikenal sebagai penghisap darah burung Murai Batu dan jenis burung ocehan lainnya. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menambah rasa waspada Anda sekalian agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan kebersihan burung Murai Batu supaya tidak terjangkit wabah Tungau Merah. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.burunghobi.com/cara-basmi-tungau-merah-pada-burung/
2. http://www.agrobur.com/2016/01/cegah-dan-atasi-tungau-merah-drakula.html

Sumber Gambar:
https://omkicau.com/wp-content/uploads/2012/12/mite40422-e1355811282374.jpg?w=300