Rabu, 28 Desember 2016

Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Burung Murai Batu Mabung

Proses mabung yang terjadi pada burung Murai Batu adalah sesuatu yang mesti dialami untuk mengganti bulu-bulu yang lama dengan tumbuhnya bulu-bulu baru. Pada masa mabung berlangsung biasanya burung Murai Batu akan mengurangi berbagai aktivitasnya misalnya gerakan dan kicauan. Sehingga dikatakan pula bahwa selama masa mabung berlangsung merupakan masa istirahat bagi burung Murai Batu dari aktivitas berkicau dan hanya memfokuskan diri untuk menunggu bulu-bulu yang lama segera rontok dan tumbuhlah bulu-bulu yang baru. Akan tetapi agar proses mabung bisa berjalan tanpa mengalami gangguan perlu diperhatikan cara perawatannya yang tepat. Perawatan yang tepat saat burung Murai Batu sedang mabung adalah dengan tidak melakukan tindakan yang malah dapat memperlama masa mabungnya.


Gambar I: Burung Murai Batu yang sedang mabung

Adapun tindakan yang tidak boleh dilakukan selama burung Murai Batu mengalami masa mabung adalah sebagai berikut:

  1. Hentikan memandikan burung Murai Batu selama masa mabung berlangsung
    Saat burung Murai Batu berada di masa mabung ada baiknya jangan dulu memandikannya untuk sementara waktu. Tujuannya agar bulu-bulu yang belum rontok semuanya bisa segera habis dan berganti dengan hadirnya tunas bulu baru. Selain itu bila semasa mabung burung rajin dimandikan entah itu pada saat pagi ataupun sore hari maka dampaknya bulu-bulunya akan sulit untuk rontok. Sehingga disarankan bila memandikan burung Murai Batu dilakukan saat masa mabungnya telah dilewati dengan tumbuhnya tunas bulu baru.

  2. Hentikan menjemur burung saat sedang mabung
    Ketika burung Murai Batu sedang menjalani masa mabung atau pergantian bulu ada baiknya memang jangan dulu menjemurnya di bawah terik matahari. Letakkan burung Murai Batu tersebut ditempat yang tidak terlalu terpapar sinar matahari secara langsung dengan kondisi ruangan agak lembab. Tujuannya sama agar proses mabung yang dijalani burung Murai Batu tidak berlangsung lama. Hal ini dikarenakan sinar matahari mampu mentransferkan vitamin D pada bulu burung yang dampaknya tentu malah menguatkan batang bulu yang semestinya harus rontok

  3. Mengurangi pemberian pakan yang mengandung protein tinggi
    Burung Murai Batu yang sedang menjalani masa mabung sebenarnya membutuhkan pakan yang banyak mengandung protein di dalamnya. Tujuannya agar burung yang sedang mabung tidak kekurangan gizi nantinya dan malah memperlama masa mabungnya. Akan tetapi bila burung terlalu banyak diberi pakan yang berprotein tinggi juga tidak akan bagus bagi kondisi fisiknya yang akan lama merontokkan bulu-bulunya. Sedari itu saat masuknya masa mabung ada baiknya burung Murai Batu hanya diberi pakan voer dan sedikit jangkrik tanpa kroto ataupun ulat yang dianggap kedua jenis pakan tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan gizinya.

  4. Mengkerodong hanya saat masa mabung
    Masa mabung yang dijalani oleh burung Murai Batu dalam perawatannya mesti ditaruh pada sangkar yang dikerodong full atau menyeluruh. Pengkerodongan dilakukan agar suhu yang didapatkan burung Murai Batu bisa stabil dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan cuaca. Selain itu saat burung Murai Batu yang sedang mabung dikerodong dapat pula menyemprotkan air di bagian luar kerodongnya agar suhu di dalam sangkar tetap lembab dan tidak terlalu panas atau pengap. Untuk itu bila masa mabung telah selesai dengan ditandai habisnya bulu-bulu lamanya dan berganti dengan bulu baru maka kerodong yang dipasang pada sangkar dapat dibuka agar tidak mengganggu proses tumbuhnya bulu-bulu baru.

Yup, demikianlah ulasan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama burung Murai Batu menjalani masa mabungnya. Sedari itu dengan membaca artikel maka dapat menambah wawasan kita sekalian mengenai cara perawatan yang tepat termasuk hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat burung mabung. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/07/23/lima-pantangan-ketika-burung-sedang-mabung/
2. https://www.binatangpeliharaan.org/murai-batu/perawatan-murai-batu-saat-mabung/
Sumber Gambar:
http://www.mediaronggolawe.com/wp-content/plugins/doptg/uploads/gBkqmAkxtEQ2XqsmWgyTFGY1qbEBWbwFmd7MM7x5T3s2MnpH5cZ49YD6ZNfeB7d2G.jpg

Senin, 19 Desember 2016

Mewaspadai Tungau Kantung Udara Pada Burung Murai Batu

Sakitnya burung Murai Batu berupa sesak napas dan malas bunyi tidak hanya dikarenakan burung sedang stres atau buruknya perawatan yang diterimanya. Tapi dibalik itu sesak napas dan malas bunyi yang menimpa burung Murai Batu juga dikarenakan oleh serangan makhluk hidup lain yang hidup di dalam saluran pernapasannya. Adapun nama makhluk hidup tersebut adalah Tungau Kantung Udara.

Tungau Kantung Udara yang memiliki nama latin Sternostoma Tracheacolum adalah parasit yang hidupnya sering berada di sekitaran sistem pernapasan burung Murai Batu. Keberadaan Tungau Kantung Udara atau yang dikenal dengan nama air mite sac di dalam sistem pernapasan burung dapat mengakibatkan kesulitan bernapas pada burung Murai Batu. Kesulitan pernapasan tersebut juga berdampak pada kualitas kicauan burung Murai Batu yang menurun terlihat dari tingkah laku burung yang akan mulai jarang berkicau tidak seperti hari biasanya.


Gambar 1: Bentuk dari Tungau Kantung Udara

Burung Murai Batu yang terjangkiti parasit Tungau Kantung Udara dapat dikarenakan penularan yang terjadi dari burung ocehan lainnya yang telah terinfeksi parasit tungau ini. Penularan ini dapat terjadi bila burung yang telah terinfeksi melakukan hubungan perkawinan dengan pasangannya ataupun saat sang indukan meloloh anakan yang belum bisa makan sendiri. Selain itu juga yang menjadikan Tungau Kantung Udara bisa menyerang burung Murai Batu disebabkan oleh kandang ataupun sangkar yang ditempatinya tampak kotor.

Adapun burung Murai Batu yang telah terinfeksi parasit Tungau Kantung Udara biasanya menunjukkan ciri-ciri suara kicauannya akan terdengar parau atau serak dan kalau sudah parah suaranya bahkan bisa lenyap untuk sementara waktu. Selain itu juga, burung Murai Batu akan menunjukkan sikap yang kurang aktif saat berada di sangkar dan bila diperhatikan pada bagian ekornya maka terlihat naik-turun dalam tempo yang lama. Dampak buruk yang dapat timbul dari terinfeksinya burung Murai Batu oleh Tungau Kantung Udara bisa menjadikannya tidak dapat mengikuti lomba kontes burung ocehan.

Sedangkan untuk pencegahan agar burung Murai Batu tidak tertular atau terkena parasit Tungau Kantung Udara maka dapat memperhatikan kebersihan kandang atau sangkar yang ditinggalinya. Disebutkan tadi bahwa kandang atau sangkar yang kotor dapat menjadi penyebab burung Murai Batu bisa terinfeksi parasit Tungau Kantung Udara. Untuk itu sangat penting agar kebersihan sangkar tetap selalu dijaga dengan rutin membersihkan kotoran yang ada di bagian bawah sangkar dan tempat minum atau makannya. Agar kandang atau sangkar semakin bersih maka bisa disemprot dengan obat pembunuh serangga yang aman dihirup oleh burung pengicau termasuk Murai Batu.

Di samping itu bisa pula dengan mengkarantina burung Murai Batu yang terlanjur terkena parasit Tungau Kantung Udara untuk dijauhkan dari burung yang masih sehat dan bugar. Bagi burung yang tidak terkena infeksi Tungau Kantung Udara dapat dilindungi dengan memberikan multivitamin tambahan dan menyemprotkan obat antikutu di sekujur tubuh burung beserta sangkar atau kandang yang ditinggalinya. Adapun burung Murai Batu yang telah terkena Tungau Kantung Udara dapat diobati dengan mengoleskan obat yang mengandung zat ivermectin yang telah teruji untuk membunuh kutu ataupun tungau.

Yup, itulah penjelasan mengenai Tungau Kantung Udara yang keberadaannya perlu diwaspadai agar jangan sampai menjangkiti burung Murai Batu. Sebab dampak yang bisa terjadi bila burung sampai terkena parasit tersebut tidak hanya membuat suaranya serak tapi juga dapat macet total. Untuk itu dengan membaca artikel ini dapat membuat kita semuanya bisa mengambil tindakan yang tepat agar burung Murai Batu yang dipelihara jangan sampai terkena parasit Tungau Kantung Udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan burung. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/11/27/tungau-ku-bikin-burung-susah-bernafas-dan-mogok-bunyi/
2. http://www.pragita.com/2015/05/tips-membuat-kondisi-burung-selalu-fit.html
Sumber Gambar:
1. http://www.gouldianfinches.eu/photos/text-photos/227/tn_107.jpg