Kamis, 01 Desember 2016

Mengulas Penyebab Burung Murai Batu yang Meninggalkan dan Merusak Sarangnya

Burung Murai Batu yang tinggal di alam liar dalam membangun sarangnya selalu mengerti tentang bentuk, luas, dan bahan yang digunakan, serta peletakannya. Tujuannya tak lain agar burung Murai Batu yang membangun sarangnya sendiri bisa merasa nyaman saat menempatinya nanti. Kenyamanan yang dirasakan burung Murai Batu saat meninggali sarang yang dibangunnya sendiri terlihat dari saat musim kawin tiba sampai dengan membesarkan anaknya tetap berada di sarangnya. Mungkin akan beda halnya dengan burung Murai Batu hasil budidaya atau tangkaran yang sarangnya dibangun oleh tangan manusia dapat sewaktu-waktu dirusak atau ditinggalkannya.


Gambar I: Sarang burung Murai Batu dengan anakan dan telur

Sarang yang ditinggalkan atau dirusak oleh indukan burung Murai Batu dapat berakibat buruk pada apa yang ada di sarang tersebut seperti telur dan anakkannya. Biasanya sewaktu burung Murai Batu akan meninggalkan atau merusak sarangnya maka telurnya pun bisa dicampakkannya atau tidak mau lagi mengeraminya. Begitu pula dengan anakkannya yang juga dapat dilukainya bila pada saat itu kondisi indukan sudah tidak nyaman dengan sarang yang ditinggalinya. Untuk itu menjadi penting mengetahui beragam penyebab yang menjadikan burung Murai Batu dapat meninggalkan atau merusak sarangnya yang ada di kandang.

Adapun faktor yang menjadi penyebab burung Murai Batu dapat meninggalkan atau bahkan merusak sarangnya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Disebabkan stres dengan lingkungan yang ada di sekitarnya
    Stres yang menimpa burung Murai Batu dapat dilampiaskannya dengan meninggalkan dan bahkan merusak sarang yang dibangun untuknya. Burung Murai Batu yang mengalami stres bisa dikarenakan adanya ketidakcocokan dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Ketidakcocokan tersebut terlihat dari timbulnya ketidaknyamanan burung Murai Batu dengan merasakan suhu yang terlampau panas, bau, dan pengap saat berada di sarangnya. Selain itu burung Murai Batu juga merasa kalau sarang yang ditinggalinya sudah tidak aman kali karena sering terganggu oleh predator yang ada di sekitar sangkarnya berupa kucing, tikus, dan ular. Sehingga dengan mengetahui tentang penyebab stres yang menimpa burung Murai Batu yang menjadikannya tidak betah lagi di sangkarnya maka bisa dengan memperbaiki tata letak sarangnya yang tidak lagi terasa panas ataupun pengap dan mengamankannya dari jangkauan predator yang setiap saat bisa menyerang burung Murai Batu di sangkar.

  2. Kondisi kandang yang terlampau sempit
    Penyebab lainnya yang bisa menjadikan burung Murai Batu dapat pergi meninggalkan atau menghancurkan sarangnya dikarenakan kondisi kandang tempat sarang berada terlalu sempit untuk ditinggalinya. Dalam satu kandang yang disediakan untuk burung Murai Batu terkadang bisa dihuni oleh beberapa ekor burung. Bila kandang yang disediakan dengan ukuran yang tidak terlalu luas tapi diisi oleh beberapa indukan atau indukan dengan anakan dalam jumlah yang agak besar maka baiknya ukuran kandangnya pun diperlebar atau burung Murai Batu yang ditaruh di dalam kandang jangan terlalu banyak.

  3. Telur yang dierami gagal menetas
    Telur yang dierami oleh indukan burung Murai Batu mengalami gagal menetas bisa menjadi penyebab burung akan mencoba meninggalkan atau merusak sarangnya. Gagalnya telur yang telah lama dierami oleh indukan burung Murai Batu untuk menetas dapat disebabkan telur tersebut ternyata tidak dibuahi oleh indukan jantannya atau disebut dengan infertill. Adapun penyebab lainnya bahwa embrio yang ada di dalam telur terlanjur mati sebelum telur berhasil menetas. Selain itu indukan burung Murai Batu yang mengerami telurnya biasanya memiliki insting atau perasaan yang dapat mengerti kalau telurnya dalam kondisi bagus atau telah rusak dari dalam. Untuk itu bila ingin telur yang dierami oleh indukan tidak mengalami gagal menetas maka baiknya perhatikan kecukupan gizi yang dimakan indukan burung Murai Batu dan pastikan pula bahwa indukan yang akan dikawinkan memang dalam kondisi sehat serta tidak terlalu tua.

Begitulah penjelasan tentang penyebab yang menjadikan burung Murai Batu dapat bertindak untuk meninggalkan atau merusak sarangnya yang berada di kandang. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas maka para pembaca sekalian dapat mengambil tindakan yang tepat bila melihat burung Murai Batu Anda sampai meninggalkan atau merusak sarangnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
http://wartaagro.com/berita-cara-mengajak-indukan-burung-menetaskan-telur-.html
http://penangkaran2.rssing.com/chan-11257992/all_p18.html
https://omkicau.com/2016/05/07/beberapa-penyebab-burung-mengabaikan-atau-merusak-sarangnya/
Sumber Gambar:
https://www.binatangpeliharaan.org/murai-batu/panduan-ternak-dan-penangkaran-murai-batu/

Rabu, 30 November 2016

Melatih Murai Batu Jawara Ala Om Agung Warok

Melatih burung Murai Batu untuk menjadi jawara adalah keinginan setiap orang yang memeliharanya. Dalam melatih burung Murai Batu agar menjadi jawara dengan memenangi beragam jenis perlombaan burung kicauan memang tidaklah mudah. Untuk melatihnya terkadang tidak hanya mengandalkan berasal dari pengalaman diri sendiri tapi juga pendapat orang lain yang telah lebih dulu memiliki burung Murai Batu jawara. Tujuannya jelas agar burung Murai Batu memiliki mental yang kuat, kicauan yang merdu, dan gaya petarung yang mampu membuat lawannya takut. Dalam melatih burung Murai Batu agar menjadi jawara bisa dengan belajar dari ahlinya yang terkenal mampu menangani burung MB biasa-biasa aja menjadi luar biasa. Adapun namanya adalah Om Agung Warok.

Om Agung Warok yang merupakan kicaumania dari PonoROCKgo SF yang berhasil memenangkan Murai Batu andalannya dalam berbagai even di daerah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Murai Batu jawara yang dimiliki oleh Om Agung Warok diberi nama Amuba yang sekarang ini amat disegani para kicaumana yang ada di daerahnya. Dulunya sebelum ditangani oleh Om Agung Warok diketahui bahwa Amuba selalu mengalami kekalahan setiap mengikuti perlombaan. Hal ini dikarenakan Amuba saat bertanding memiliki kualitas suara yang terdengar serak, sering mengalami macet bunyi, dan masih banyak lagi.


Gambar: Om Agung Warok bersama dengan burung Murai Batu nya bernama Amuba dan piala yang dimenangkan dari kontes burung kicauan

Walaupun Amuba dulunya dikenal sebagai burung Murai Batu yang memiliki reputasi buruk dalam mengikuti kontes burung kicauan akan tetapi dalam pandangan Om Agung Warok bahwa Amuba sebenarnya mempunyai potensi untuk menjadi burung Murai Batu jawara. Hal itupun terbukti dengan perawatan dan pelatihan yang diberikan oleh Om Agung Warok kepada Amuba untuk menjadi burung Murai Batu jawara. Adapun metode yang dilakukan oleh Om Agung Warok agar Murai Batu andalannya bisa menjadi burung ocehan jawara dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Dalam membetulkan kualitas suara kicauan burung Murai Batu nya yang terdengar serak dengan mengandalkan air rebusan kencur yang digunakan sebagai terapi agar kicauan burung MB terdengar jernih. Selain itu untuk mengembalikan mental burung Murai Batu yang suka macet bunyi dengan melakukan penggantangan yang dikelilingi oleh burung-burung ocehan lainnya.
  2. Adapun dalam menjaga kenyamanan burung Murai Batu agar tidak mudah stres dapat dengan menempatkannya pada kondisi ruangan atau rumah yang banyak pepohonan sehingga tampak asri. Tujuannya agar saat burung Murai Batu diembunkan akan menghirup udara yang bersih dan segar sehingga bisa memperkecil kemungkinannya stres.
  3. Sedangkan untuk perawatan hariannya burung Murai Batu dengan melakukan pengembunan diwaktu pagi mulai jam 5 subuh. Setelah proses pengembunan selesai maka burung Murai Batu diberikan pakan cacing tanah yang merupakan pakan wajibnya. Selain itu juga burung Murai Batu diberikan jangkrik yang cukup hanya sebanyak 5 ekor saja di pagi dan di sore hari.
  4. Tak lupa pula burung Murai Batu mesti dimandikan dan dijemur setiap harinya dengan durasi penjemuran tidak lebih dari satu jam. Memandikan dan menjemur burung Murai Batu harus dilakukan dengan konsisten atau jangan sampai berhenti dalam tempo waktu yang lama.
  5. Di samping itu juga agar kualitas suara dan mental burung Murai Batu dapat teruji maka perlu diikutkan untuk latihan bersama dengan mengajaknya ke arena lomba. Dengan demikian burung Murai Batu secara perlahan-lahan akan mampu menyesuaikan dirinya dengan burung ocehan lainnya dan tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan kicauannya sewaktu di arena pertandingan sungguhan. Sedangkan bila burung Murai Batu hendak diajak ikut lomba maka satu hari sebelum lomba burung Murai Batu wajib mendapatkan perawatan berupa pengembunan, pemberian rebusan air kencur, memberikan jangkrik sebanyak dua ekor, dan kroto.

Demikianlah tips yang dapat dipelajari dari Om Agung Warok untuk melatih burung Murai Batu agar menjadi jawara. Selain itu juga yang perlu diingat dalam melatih burung Murai Batu adalah dibutuhkan kesabaran yang tinggi, konsisten, dan bisa memahami karakter dari si burung Murai Batu. Maka dengan membaca dan menerapkan apa yang tertulis di artikel ini diharapkan burung Murai Batu kesayangan para pembaca sekalian bisa sehebat burung Murai Batu milik Om Agung Warok yang bernama Amuba. Terimakasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2016/02/11/ketok-magic-murai-jawara-ala-om-agung-warok/
Sumber Gambar:
http://bungdimaz.blogspot.co.id/2016/02/ketok-magic-murai-jawara-ala-agung.html