Senin, 29 Agustus 2016

Terapi Suara Air untuk Murai Batu Bakalan

Banyak penghobi yang belum mengetahui mengenai terapi suara air. Padahal terapi ini sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah pada burung kicauan, termasuk Murai Batu. Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi Murai Batu yang ngedrop misalnya, bisa menggunakan terapi ini. Di zaman sekarang penghobi bisa dengan mudah menerapkan terapi ini dengan bantuan teknologi. Berbeda dengan zaman dahulu, di mana terapi suara air benar-benar menggunakan suara gemericik air asli.


Gambar 1: Gemericik Air

Kini, dengan bantuan teknologi, terapi suara air bisa dimodifikasi antara gemericik suara air ditambah dengan suara kicauan burung. Dengan begitu akan mampu merangsang otak burung kicauan yang diterapi secara lebih efektif. Cara kerja terapi ini adalah dengan mengirimkan gelombang suara dengan irama/nada frekuensi tertentu agar mampu direspon otak. Memang kekuatan pada terapi ini untuk membangkitkan pikiran menjadi lebih fresh. Burung kicauan yang diterapi menggunakan terapi suara air diharapkan mengembalikan mentalnya yang ngedrop, atau strees, sehingga mampu meningkatkan kegacorannya.

Itulah kenapa, sesuai judul artikel ini, terapi suara air sangat baik diterapkan pada Murai Batu Bakalan. Mengingat tingkat stres Murai Batu Bakalan yang cukup tinggi. Jadi, terapi suara air bisa jadi alternatif jitu mengatasi mental Murai Batu Bakalan yang stres. Alasan lain mengapa terapi suara air sangat direkomendasikan pada Murai Batu Bakalan adalah untuk meningkatkan performa, juga mengembalikan performanya jika pada saat latihan ternyata Murai Batu kalah tanding.

Seringkali terjadi pada Murai Batu Bakalan yang sudah beranjak dewasa dan coba diikutkan dalam lomba pertama kali, ternyata langsung kalah tanding. Mental tarungnya sudah K.O duluan sebelum bertarung, Atau langsung drop sehabis bertarung. Jika tidak segera diambil penanganan yang tepat, bisa-bisa kemampuan kicauannya dan gaya tarung atas pembelajaran selama ini akan hilang. Murat Batu Bakalan tersebut berpotensi macet bunyi dalam kurun waktu yang lama.

Gejala mengetahui Murai Batu Bakalan kalah tanding bisa diperhatikan sebelum lomba di mulai. Di dalam kandang, Murai Batu tampak tidak tenang, bawaannya bergerak keatas-bawah seperti sedang ketakutan. Adapun sikap atraktif yang ditunjukan bukan mengarah nafsu yang ingin bertarung, tapi ingin keluar dari kandang untuk melarikan diri. Jadi, Murai Batu tampak sedang berusaha kabur dengan menabrak-nabrak jeruji kandang. Begitu pun kelihatan pada saat berlangsungnya lomba, tak sedikit pun suara kicauannya keluar. Sementara tubuhnya asik meloncat ke atas bawah tak menentu. Bila penghobi menemukan gejala-gejala seperti itu, maka penerapan terapi suara air bisa menjadi pilihan.

Proses Penanganan dengan Terapi Suara Air

Bila Murai Batu Bakalan langsung ngedrop mental setelah pulang dari arena lomba, maka langkah awal Murai Batu harus dikondisikan pada ruangan yang tenang. Pemasangan kerodong juga diperlukan untuk menghindari Murai Batu melihat gangguan dari lingkungan sekitar. Namun, untuk beberapa hari ke depan, kerodong boleh dilepas manakala Murai Batu ingin diangin-anginkan untuk menghirup udara yang segar.

Sebelum menggunakan terapi suara air pastikan penghobi telah mempunyai file rekaman suara terapi tersebut. Andai belum punya, bisa di download di internet. Ada banyak situs yang menyediakan file MP3 terapi suara air, salah satunya situs Omkicau.com dan situs youtube. Tidak seperti perawatan Murai Batu lainnya, pada terapi suara air dilakukan pada malam hari secara rutin. Agar suara itu tidak menganggu penghobi, volume suara MP3 player boleh dibuat lirih, tapi tetap harus diperkiran bisa didengar oleh Murai Batu tersebut.

Terapi suara air menjadi lebih manjur apabila dibantu dengan tambahan vitamin pada Murai Batu. Produk yang disarankan pada saat menjalani terapi ini adalah TestoBirdBooster. Selain pemberian vitamin, pengaturan pakan bagi Murai Batu juga sangat menentukan. Tingkatkan pakan jangkrik sebagai ekstra fooding dengan pengaturan 5 ekor pagi hari dan 5 ekor sore hari. Jenis pakan juga boleh disisipi dengan kroto selama tiga kali seminggu, ataupun kelabang kecil satu minggu sekali.

Sebagai catatan, di saat menjalankan terapi ini, perawatan penjemuran dan pemandian harus dikurangi. Bahkan untuk penjemuran sebaiknya tidak perlu dilakukan. Murai Batu Bakalan cukup diangin-anginkan saja pada pagi hari sebagai penggantinya. Untuk pemandian, disarankan tetap dilakukan hanya saja porsi mandinya dikurangi.

Demikianlah ulasan proses penanganan Murai Batu Bakalan dengan terapi suara air ini. Semoga terapi suara air ini membawa kebaikan bagi Murai Batu milik Anda.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/03/11/terapi-suara-air-untuk-mb-kalah-tanding/
2. https://omkicau.com/2014/06/08/terapi-suara-air-mengalir-disertai-brainwave-untuk-burung-bakalan/
Sumber Gambar:
1. http://seputarsemarang.com/air-terjun-kali-pancur-6867/gemericik_air/

Jumat, 26 Agustus 2016

Mengulas Rahasia Jawara Bagi Burung Murai Batu

Tidak ada kebahagiaan bagi para pencinta burung Murai Batu kecuali bisa memiliki burung Murai Batu yang jawara. Kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh si empunya burung Murai Batu jawara tidak terbatas pada memiliki banyak piala pemenangan kontes saja tapi dibalik itu juga bisa mendapatkan beragam keuntungan misalnya melambungnya nilai jual harga burung Murai Batu. Di samping itu juga kebahagian lainnya yang bisa dirasakan oleh pemilik burung Murai Batu jawara adalah adanya rasa bangga dalam diri karena burung yang dilatih dan dirawat selama ini ternyata memberikan hasil yang luar biasa. Untuk itu bagi yang memelihara burung Murai Batu akan mencoba banyak cara agar Murai Batu kesayangan nya bisa menjadi jawara yang mengalahkan burung-burung ocehan lainnya. Sedari itu pula dalam artikel ini mencoba untuk mengulas tentang rahasia yang dimiliki oleh burung Murai Batu jawara.


Gambar: Burung Murai Batu jawara

Adapun yang menjadi rahasia bagi burung Murai Batu jawara adalah sebagai berikut:

  1. Terjaganya kesehatan mentalnya
    Burung Murai Batu yang mampu memenangi perlombaan kontes kicauan tidak terlepas dari rajinnya berkicau selama bertarung dengan segala kondisi di arena perlombaan. Aktifnya kicauan burung Murai Batu dengan berbagai isian suara yang diajarkan kepadanya tidak akan bisa dibunyikannya saat berlangsungnya perlombaan bila ketahanan mentalnya tidak kuat. Kerugian bagi burung Murai Batu yang tidak memiliki mental yang kuat maka sewaktu ada sedikit saja gangguan yang mengejutkannya bisa membuat burung pun tidak lancar dalam berkicau ataupun bahkan berhenti mengeluarkan bunyi kicauan. Sedari itu untuk menjaga agar mental burung Murai Batu biar tetap kuat tentu yang utama adalah menjauhkannya dari hal-hal yang bisa mengejutkan dan membuatnya tertekan seperti serangan hewan pemangsa burung dan jangan bersikap kasar terhadap burung. Dengan meningkatnya kualitas mental pada burung Murai Batu yang selalu dirawat oleh pemiliknya maka kicauan yang dibunyikan oleh Murai Batu pun dapat sesuai dengan apa yang telah diajarkan kepadanya setiap harinya.

  2. Menjaga kesehatan fisiknya
    Dalam memenangi kontes burung kicauan tidak hanya cukup bagi burung Murai Batu hanya mengandalkan mental yang kuat saja. Akan tetapi perlu juga didorong dengan menjaga kesehatan fisiknya agar tidak mengganggu performa kicauannya saat melawan burung Murai Batu yang lain. Menjaga kesehatan burung Murai Batu tidaklah mudah karena membutuhkan sikap kehati-hatian dan keuletan yang keras dari pemiliknya. Adapun yang perlu diperhatikan dalam merawat kesehatan burung Murai Batu agar tetap terjaga adalah melihat kualitas makanan dan minuman yang segar, bersih, dan diberikan secukupnya. Rutin juga memberikan multivitamin tambahan yang bisa menguatkan stamina dan menjadi stimulus tubuh. Begitu juga dengan sangkarnya yang mesti selalu dibersihkan agar tidak ada bakteri ataupun virus yang menempel di sana sewaktu burung Murai Batu menempatinya. Lalu menjaga kebersihan fisik burung Murai Batu dengan aktif dalam memandikan, menjemur, dan membersihkan kutu ataupun kuman yang bersembunyi dibalik bulu-bulunya. Di samping itu juga penting bagi para pemilik burung Murai Batu agar pandai dalam membedakan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh burung dalam keadaan sehat ataupun sakit. Tujuannya agar bisa diambil tindakan yang cepat bila diketahui ternyata burung Murai Batu dalam keadaan sakit.

Demikianlah pembahasan yang terkait dengan rahasia yang dimiliki oleh burung Murai Batu jawara yang terdiri atas dua hal yakni terjaganya kesehatan mentalnya dan terjaga pula kesehatan fisiknya. Artinya dalam menghasilkan satu burung Murai Batu untuk menjadi jawara tidak hanya mengandalkan dari kuatnya mental atau cukup kepada fisik yang kuat saja tapi harus memiliki kedua-duanya. Selain itu juga hal yang perlu ditambahkan agar burung Murai Batu bisa menjadi jawara adalah selalu mengikutkannya dalam berbagai perlombaan burung kicauan agar bisa menambah pengalaman burung yang ikut bertanding. Sebab seperti dikatakan pada paragraf awal bahwa keuntungan burung Murai Batu yang menjadi jawara ada banyak sekali yang salah satunya bisa memenuhi lemari kaca Anda dengan segudang piala kontes burung ocehan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2009/11/17/rahasia-burung-jawara-2/
Sumber Gambar:
https://kicauan.files.wordpress.com/2015/01/foto-lomba-yonif-murai-batu-kupra-milik-om-hany-brother.jpg