Senin, 27 Februari 2017

Memperindah Sangkar Burung Murai Batu yang Terlihat Kusam

Persoalan merawat burung Murai Batu tidak hanya terkait dengan kondisi kesehatan fisik, kicauan, dan kualitas pakannya saja. Di luar itu yang penting disimak dalam merawat burung Murai Batu juga terkait dengan kondisi sangkar yang di tinggalinya. Terkadang sangkar yang ditempati burung Murai Batu sudah terlihat kusam dengan mulai lunturnya cat atau banyaknya debu yang menempel di jeruji dan lantainya. Tentunya hal tersebut berdampak buruk pada burung Murai Batu yang mulai malas berkicau ataupun kondisi kesehatannya dapat terganggu. Karenanya dengan melihat kondisi sangkar yang sudah tampak kusam tersebut maka perlu diperindah lagi tampilannya untuk menyamankan burung Murai Batu yang menempatinya.


Gambar I: Tampilan Sangkar burung Murai Batu yang tidak kusam lagi

Memperindah sangkar yang selalu ditinggali burung Murai Batu dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana tanpa memerlukan biaya yang besar. Selain itu, untuk memperindah tampilan sangkar yang terlihat kusam itu tidak melulu harus dengan melakukan pengecetan ulang atau sampai mengganti sangkar kusam dengan baru. Nah, dalam artikel ini dituliskan mengenai cara sederhana dalam mengembalikan kembali tampilan sangkar seolah terlihat baru dengan hanya memanfaatkan peralatan yang ada di rumah. Adapun penjelasannya dapat disimak di bawah ini:
  1. Menggunakan minyak sayur dan jeruk nipis


    Gambar II: Minyak sayur yang dipakai untuk membersihkan sangkar dengan jeruk nipis

    Minyak sayur dan jeruk nipis lazimnya dipakai sebagai bahan dalam membuat aneka ragam jenis makanan dan minuman. Dibalik fungsinya itu ternyata minyak sayur dan jeruk nipis dapat dipakai sebagai cara untuk mengembalikan keindahan sangkar burung Murai Batu yang sudah tampak kusam. Caranya dengan menggabungkan minyak sayur sebanyak 2 sampai 3 sendok dengan jeruk nipis yang terlebih dahulu diperas ke dalam sebuah wadah ataupun gelas. Sehabis dicampurkan dapat menambahkan air sebanyak setengah gelas yang diaduk merata hingga semuanya terlihat menyatu. Selanjutnya, celupkan kain bersih ke dalam larutan air berisi minyak sayur dan perasan jeruk nipis tersebut lalu menggosokkannya ke bagian sangkar yang terlihat kusam. Ulangi penggosokan sangkar sampai beberapa kali hingga akhirnya tampilan sangkar tampak baru kembali.

  2. Menggunakan air teh


    Gambar III: Air Teh untuk menghilangkan kekusaman sangkar burung

    Air teh yang biasanya dijadikan minuman paling banyak digemari orang-orang di seluruh dunia yang berperan menenangkan pikiran dan menghangatkan tubuh ternyata memiliki fungsi lain untuk menghilangkan kesan kusam pada sangkar burung Murai Batu. Penggunaan air teh untuk mengembalikan tampilan sangkar seperti baru kembali ternyata sangatlah mudah. Caranya cukup hanya mencelupkan kain bersih ke dalam gelas berisi air teh kental lalu menggosokan kain tersebut ke bagian sisi sangkar yang terlihat kusam. Menggosokan kain yang dicelupkan air teh tersebut dapat dilakukan beberapa kali sampai tampilan sangkar menjadi indah kembali.

  3. Menggunakan minyak kayu putih dan minyak sayur
    Cara lainnya dalam memperindah tampilan sangkar yang sudah kusam dapat memanfaatkan minyak kayu putih dan minyak sayur. Terlebih dahulu dengan mencampurkan kedua jenis minyak tersebut dengan takaran minyak sayur yang lebih banyak porsinya. Setelah dicampurkan dan diaduk hingga menyatu maka digosokan ke bagian sangkar yang kusam dengan menggunakan kain bersih.

  4. Memanfaatkan biji kemiri


    Gambar IV: Biji Kemiri

    Penggunaan biji kemiri sebagai cara mengembalikan keindahan sangkar burung Murai Batu sudah lama dilakukan oleh leluhur kita untuk menghilangkan debu yang menempel di kursi ataupun lemari kayu. Biji kemiri yang dipakai untuk memperindah tampilan sangkar terlebih dahulu dibakar agar minyaknya keluar. Setelah minyak kemiri terkumpul dapat dicelupkan ke kain bersih dan menggosokan kain tersebut ke bagian sangkar yang kusam.

Yup, itulah empat cara sederhana yang dapat dipilih dalam memperindah tampilan sangkar burung Murai Batu yang sudah kusam. Dengan membaca artikel ini ternyata semua bahan yang dipakai terdapat di dapur kita. Karenanya tak sulit bukan menjaga keindahan sangkar burung Murai Batu kesayangan Anda yang sudah terlihat kusam. Selamat mencoba.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. https://omkicau.com/2016/10/21/tips-sederhana-menyulap-sangkar-kusam-menjadi-kinclong/
  2. http://santaisaja.net/cara-membersihkan-kandang-burung/

Sumber Gambar:
  1. http://4.bp.blogspot.com/-JsWzlPu4inM/VmU6RmmJCuI/AAAAAAAAAvY/dRdWpfkOTa0/s1600/sangkar%2Bpleci.jpg
  2. http://panduanhidupsehat.com/wp-content/uploads/2014/12/Minyak-Goreng-1-ews.kemendag.go_.id_.jpg
  3. http://www.detoxkita.com/wp-content/uploads/2014/02/Minum-teh-300x225.jpg
  4. http://cdn0-a.production.images.static6.com/PsJgfo9EZTvrTl9wdHc3Fd9_yac=/640x355/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/529328/big/kemiri-1-131214b.jpg

Senin, 20 Februari 2017

Langkah Awal dalam Perawatan Murai Batu Muda Hutan

Burung Murai Batu dari dulu sampai dengan sekarang ini tetap menjadi burung ocehan primadona bagi para pencintanya. Setiap tahunnya, ada saja para pencinta burung pengicau yang membeli burung Murai Batu dengan harga rata-rata di atas satu jutaan. Begitu juga dengan ajang perlombaan untuk Murai Batu pun tidak pernah sepi digelar di hampir setiap daerah. Apalagi burung Murai Batu yang digemari tersebut kebanyakan sudah dipelihara sejak muda dan berasal dari hasil tangkapan di hutan.


Gambar I: Burung Murai Batu muda di hutan

Akan tetapi yang perlu disimak bahwa memelihara burung Murai Batu muda hutan tidak sama dengan burung MB yang dibeli dari hasil penangkaran. Hal ini dikarenakan burung Murai Batu muda hutan belum pernah berjumpa dengan manusia sama sekali dan itu tentunya dapat membuatnya merasa takut dengan ditandai menjadi pendiamnya burung ini. Karenanya diperlukan langkah awal dalam perawatan burung Murai Batu muda hutan agar cepat beradaptasi dan memudahkan melatihnya berkicau. Adapun langkah awal perawatannya dapat dibaca di bawah ini:

  1. Berikan pakan kroto dan ulat
    Awal perawatan untuk burung Murai Batu muda hutan dimulai dengan memberinya pakan yang bertekstur lembut seperti kroto dan ulat. Murai Batu yang diberikan pakan kroto dan ulat hongkong ataupun kandang agar memudahkannya untuk menelan atau mencerna dan kembali membiasakan burung memakan seperti yang dicarinya di hutan. Selain itu saat memberikan kroto dan ulat ada baiknya tidak disangkutkan pada bagian dekat tenggerannya melainkan dapat meletakkannya di lantai sangkar. Agar kondisi sangkar tidak terkesan jorok maka bagian bawah sangkar terlebih dahulu dilapisi dengan kertas koran atau sejenisnya supaya sisa-sisa makanan. Kroto yang akan dimakan burung Murai Batu muda hutan dapat langsung diletakkan pada bagian bawah sangkar dan ulat hongkong ataupun kandang bisa ditaruh dalam cepuk atau wadah kecil yang didekatkan dengan wadah tempat minumnya. Kegiatan pemberian makan kroto dan ulat ini dilakukan setidaknya selama tiga minggu atau satu bulan sejak Murai Batu muda hutan di rawat.

  2. Lakukan krodong full
    Langkah kedua dalam perawatan burung Murai Batu muda hutan bisa dengan mengkrodong sangkarnya paling lama dua bulan. Pengkrodongan full ini dimaksudkan agar burung Murai Batu dapat menenangkan dirinya terlebih dahulu yang sempat stres atau sakit. Sedari itu dengan ditutupnya sangkar burung Murai Batu selama dua bulan dapat menghindarkannya dari aksi menabrak jeruji sangkar yang dapat membuat kaki dan paruhnya terluka. Mulai dibukanya krodong yang menutup sangkar Murai Batu ditandai dengan sudah mulai beraninya burung untuk berkicau atau ngeriwik. Akan tetapi untuk semakin memaksimalkan perawatannya maka pemasangan krodong tetap diperlukan.

  3. Jangan paksakan burung harus mandi dan berjemur
    Langkah ketiga sewaktu merawat burung Murai Batu muda hutan ialah dengan tidak memaksakannya untuk mandi dan berjemur. Baiknya memang hanya menyediakan cepuk berukuran agak besar sebagai tempatnya mandi akan tetapi biarkan burung tersebut yang berinisiatif untuk mandi sendiri. Agar tubuhnya tetap terkena cahaya maka dapat mengangin-anginkannya di tempat yang suasananya jauh dari keramaian atau tenang.

  4. Dapat menggantangnya di tempat yang tenang
    Langkah keempat yang perlu dilakukan dalam merawat burung Murai Batu muda hutan ialah dengan menggantangnya di tempat yang suasananya masih tenang. Menggantang burung ini tidak dengan mendekatkannya bersama burung sejenis ataupun beda jenis. Akan tetapi dengan mendengarkannya bunyi-bunyi kicauan dari gadget. Bila kondisi burung sudah dalam performa yang baik maka dapat mendekatkannya dengan burung sejenis dan sangkarnya ada baiknya ditutup atau dikrodong. Ini dimaksudkan agar burung Murai Batu muda dari hutan itu tidak stres apabila diserang dengan kicauan dari burung yang di sebelahnya.

Yup, itulah empat langkah yang diperlukan untuk merawat burung Murai Batu muda hutan. Diperlukannya langkah awal tersebut agar kondisi burung tidak semakin stres yang dapat membuatnya sakit. Sedari itu dengan membaca artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian yang sedang atau ingin memelihara burung Murai Batu muda dari hutan. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/08/04/murai-batu-muda-hutan-rawatan-tepat-cegah-sekarat/
2. http://caramerawatburungmurai.blogspot.com/2015/08/cara-merawat-murai-batu-muda-hutan-agar.html
3. http://www.budidayakenari.com/2015/12/cara-merawat-murai-batu-muda-hutan.html
Sumber Gambar:
http://www.pak-tani.com/wp-content/uploads/2015/12/Burung-Murai-Batu.jpg