Rabu, 28 September 2016

Hal-Hal Yang Tidak Harus Dilakukan Pada Burung Murai Batu Yang Baru Dibeli

Mungkin bahagia rasanya bila telah mampu membeli burung Murai Batu idaman yang didamba-dambakan. Kebahagian itu tercermin dari sikap yang ditunjukkan oleh pemilik barunya dengan melakukan berbagai jenis perawatan agar burung Murai Batu bisa menjadi jinak dan menunjukkan kualitas kicauan yang semakin merdu. Akan tetapi dalam perawatan yang dilakukan pertama kali pada burung Murai Batu yang baru dibeli seringnya malah membuat burung merasa tertekan dan berujung stres. Stres dan tertekannya burung Murai Batu tersebut akan membuatnya enggan untuk berkicau dan mogok makan. Tentunya bukan itu yang diharapkan oleh si pemilik barunya. Oleh karena itu penting menyikapi hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan oleh si pemilik baru dari burung Murai Batu agar burung tetap terjaga mentalnya dan bisa menunjukkan kualitas kicauannya yang merdu serta bervariasi.


  1. Jangan memandikan burung Murai Batu yang baru dibeli


    Gambar 1: Jangan memandikan burung Murai Batu yang baru dibeli

    Salah satu kesalahan yang mesti tidak dilakukan ketika baru saja membeli burung Murai Batu adalah dengan tidak dulu memandikannya. Memandikan burung Murai Batu yang baru saja dibeli bisa membuatnya merasa kaget dan berujung stres. Hal ini dikarenakan burung Murai Batu yang baru dibeli tersebut sebenarnya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Stres yang dialami oleh burung Murai Batu tersebut bisa membuatnya tidak mau makan dan bahkan yang terparah burung akan tidak ingin berkicau. Sedari itu akan menjadi percuma kepada pemilik barunya karena yang diharapkan dari burung Murai Batu yang baru saja dibeli dapat memoles sedikit saja kicauan untuk terdengar semakin merdu dan bervariasi.

  2. Meletakkannya bersama dengan burung Murai Batu lainnya


    Gambar 2: Tidak boleh meletakkan burung Murai Batu dengan burung sejenis

    Cara yang salah lainnya yang baiknya jangan dilakukan kepada burung Murai Batu yang baru dibeli adalah dengan meletakkannya bersama burung Murai Batu lainnya. Meletakkan burung Murai Batu yang baru dibeli bersama dengan burung sejenis yang telah jinak dan kicauannya terlatih sebenarnya memberikan dampak buruk pada burung yang baru dibeli tersebut. Dampak buruk yang ditimbulkan dari hal itu bisa menjadikan burung merasa tertekan karena dia merasa sedang diserang oleh suara-suara dari burung sejenis yang mengitarinya. Dan hal tersebut tentunya bisa menjadikan burung Murai Batu akan takut untuk berkicau dengan nada tinggi. Padahal bagi pemilik baru burung Murai Batu mengharapkan cara yang dilakukannya bisa berdampak baik pada mental burung dan ikut berkicau bersama burung sejenisnya. Akan tetapi yang terjadi malah bisa sebaliknya terhadap burung Murai Batu yang baru dibeli itu dan untuk memulihkan kicauannya kembali tentu harus memakan waktu yang tidak sebentar.

  3. Hindari menggantangnya berdekatan burung yang jago berkicau


    Gambar 3: Jangan mendekatkan burung Murai Batu dengan burung lain

    Hal lain yang mesti diperhatikan agar burung Murai Batu yang baru dibeli bisa merasa nyaman dan tidak stres melalui menjauhi menggantangnya dengan burung yang sudah jago berkicau. Burung yang telah jago berkicau cenderung memiliki kicauan yang bervariasi dengan nada yang kencang dan memiliki tempo yang rapat. Hal tersebut bila terdengar jelas oleh burung Murai Batu yang baru dibeli bisa berdampak buruk pada mentalnya yang akan membuatnya memiliki karakter penakut dan malas berkicau. Untuk itu jika tetap ingin menggantang burung Murai Batu yang baru dibeli bisa dengan meletakkannya pada tempat yang sunyi dari riuh suara burung lain. Ataupun juga agar burung Murai Batu tersebut bisa stabil kembali mentalnya maka dapat mengkerodong sangkarnya untuk menghindarkannya melihat burung lain atau mengurangi suara yang mampu didengarnya.

  4. Tidak boleh sembarangan dalam mengganti voer

    Dalam melakukan perawatan kepada burung Murai Batu yang baru saja dibeli hal yang mesti diperhatikan adalah tidak boleh sembarangan dalam mengganti voer yang dimakannya. Burung Murai Batu sewaktu bersama dengan pemilik lamanya tentunya terbiasa memakan voer dengan jenis dan kualitas tertentu. Untuk itu bila tetap ingin mengganti voer yang dimakan burung Murai Batu maka bisa mencampurkan sedikit dengan voer yang baru dan harus lebih banyak kadar dari voer yang lama. Mencampurkan voer yang biasa disantap burung Murai Batu dengan yang baru dilakukan dalam tempo yang cukup lama yakni sekitar satu atau dua minggu. Dengan hasilnya si burung akan menunjukkan rasa ketertarikannya untuk menyantap voer yang baru tanpa merasa asing dan tidak kaget untuk menyantapnya.

Demikianlah penjelasan tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada burung Murai Batu yang baru saja dibeli. Dengan membaca artikel ini semoga saja burung Murai Batu yang baru dibeli oleh Anda bisa segera jinak dan cepat dalam proses melatih kicauannya agar mampu ikut memenangi perlombaan kontes burung ocehan. Oke.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2014/05/28/jangan-lakukan-4-hal-ini-pada-burung-yang-baru-dibeli/
Gambar:
1. http://4.bp.blogspot.com/-407AZKAc4XM/UR2lwwoLDOI/AAAAAAAAAuo/_3uC1l5M0c4/s1600/Prabu23.jpg
2. http://kicauan-alam.blogspot.co.id/2015/07/daftar-harga-murai-batu-terbaru-2015.html
3. https://kicauan.files.wordpress.com/2013/12/kacer-dan-murai-batu.jpg

Rabu, 21 September 2016

Mengenal Ulat Jerman Sebagai Pakan Burung Murai Batu

Jenis ulat-ulatan yang menjadi makanan burung Murai Batu ada banyak sekali yang di antaranya adalah Ulat Hongkong, Ulat Bambu, dan Ulat Jerman. Ke semua jenis ulat tersebut tentunya memiliki kelebihannya masing-masing untuk menjaga kesehatan burung Murai Batu. Akan tetapi pada artikel ini coba untuk mengulas secara lebih mendalam tentang salah satu dari ketiga jenis ulat tersebut. Adapun jenis ulat yang dibahas pada artikel ini adalah Ulat Jerman.

Ulat Jerman yang memiliki nama latin Zophobas Morio adalah pakan alami yang biasa dikonsumsi oleh burung Murai Batu yang dipelihara. Pemberian Ulat Jerman kepada burung Murai Batu sudah lama dilakukan sebagai pakan wajib dan juga tambahan. Selain itu dikatakan juga Ulat Jerman jauh lebih aman dikonsumsi oleh burung Murai Batu dalam jangka waktu yang lama ketimbang Ulat Hongkong. Ini dikarenakan kandungan lemak Ulat Jerman lebih rendah dibandingkan dengan ulat jenis lainnya.


Gambar : Ulat Jerman

Di Indonesia keberadaan Ulat Jerman yang dijadikan pakan burung Murai Batu terbilang tidak terlalu lama. Hal ini dikarenakan masih belum banyak orang-orang yang ingin membudidayakan Ulat Jerman sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Di samping itu dulunya ketersediaan Ulat Jerman di tanah air bukanlah mengandalkan dari para peternak ulat melainkan mengandalkan kiriman impor dari negara-negara di Benua Amerika.

Selain itu juga Ulat Jerman memiliki ciri-ciri berbentuk larva yang berukuran agak panjang sekitar 6 cm tapi tidak gemuk. Warna Ulat Jerman tampak kuning kecokelatan matang dan pada bagian pangkal serta ujungnya berwarna cokelat kehitaman. Adapun Ulat Jerman ini berasal dari telur Kumbang yang selanjutnya berubah menjadi larva atau ulat. Ulat Jerman bukanlah tipikal ulat yang tahan akan cuaca yang terlampau dingin. Hal tersebut bisa dilihat bahwa Ulat Jerman akan mati bila ditaruh di lemari es. Di samping itu juga, kandungan gizi yang ada pada Ulat Jerman tergolong cukup banyak yang terdiri atas Protein sebesar 19%, Kalsium sekitar 173 ppm, Lemak hanya sekitar 14%, dan serat kasar kisaran 2,6%.

Sedangkan khasiat Ulat Jerman yang bisa dinikmati oleh burung Murai Batu dapat menjaga tubuh terhindar dari virus dan bakteri yang sering menyebabkan burung sakit. Dan juga Ulat Jerman merupakan jenis ulat yang tidak begitu sulit dicerna oleh burung Murai Batu yang memakannya. Hal ini dikarenakan pada Ulat Jerman terdapat kandungan khitin yang kadarnya sangat kecil yang tentunya tidak akan mengganggu pencermanaan burung manapun yang memakannya.

Disamping burung Murai Batu ternyata Ulat Jerman juga dijadikan sebagai pakan untuk hewan lain misalnya ikan, jenis burung lainnya, dan reptil. Banyaknya hewan-hewan selain burung Murai Batu yang memakan Ulat Jerman menunjukkan bahwa betapa baiknya amannya memang ulat jenis ini dimakan oleh hewan pemakan serangga. Karena manfaatnya selain membuat burung Murai Batu terjaga kesehatannya juga mendorong burung untuk semakin rajin berkicau atau gacor.

Yup, begitulah ulasan yang tidak terlalu panjang tentang Ulat Jerman yang saat ini mulai banyak yang mengembangbiakkannya sebagai pakan burung Murai Batu dan hewan lainnya. Dengan membaca artikel ini mungkin membuat Anda tertarik untuk bisa memberikan Ulat Jerman kepada burung Murai Batu kesayangan Anda. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
1. http://www.kumbangjerman.com/
2. https://omkicau.com/2013/09/22/ulat-jerman-lebih-aman-daripada-ulat-hongkong/
Sumber Gambar:
http://www.jitunews.com/read/9189/teknis-jitu-perawatan-kumbang-dan-ulat-jerman