Minggu, 28 Januari 2018

Menyiapkan Burung Murai Batu Menjadi Pemenang Kompetisi

Sudah terbit di: https://steemit.com/muraibatu/@puncakbukit/menyiapkan-burung-murai-batu-menjadi-pemenang-kompetisi

Burung Murai Batu yang dalam Bahasa Inggris disebut White Rumped atau Copsychus Malabaricus dalam Bahasa Latinnya merupakan fauna asli Indonesia. Bagi anda pencinta burung yang pasti selalu mengikuti perkembangan kompetisi-kompetisi burung nasional sudah tak asing lagi dengan hewan satu ini. Burung yang menjadi keluarga Turdidae tersebut mempunyai badan sebesar burung kicau pada umumnya. Perbedaannya terletak pada ekor panjang dan suara yang dianugerahkan Tuhan pada Murai Batu. Penggila burung kicau tentu tahu suara Murai Batu memiliki banyak ragam dipadukan keras serta merdunya semua jenis suara yang dikeluarkan. Pantas saja nilai jual Murai Batu sangat menggiurkan.


Gambar 1. Murai Batu Arung

Bukan hanya Murai Batu yang nilai jualnya meningkat seiring sabetan-sabetan gelar pemenang di kompetisi perkicauan Indonesia. Semua pemilik burung akan berlomba-lomba memberi perawatan terbaik kepada peliharaannya supaya dapat menggenggam medali-medali baru. Bagi pemilik Murai Batu, menjaga kestabilan stamina merupakan tujuan dari cara menyiapkannya untuk menjuarai lomba. Kegiatan perawatan harian tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Jangan membuat Murai Batu stres. Sama seperti manusia yang membutuhkan udara baru setiap pagi, Murai Batu pun harus dibuka kandangnya setiap jam 7 pagi hari. Usahakan saat membukanya kandang diletakkan pada area teduh.
  2. Jika manusia sekali makan setidaknya satu piring, maka porsi Murai batu adalah 5 ekor Jangkrik setiap hari ditambah 2 sendok makan kroto bersih.
  3. Vitamin D dari matahari pagi tidak hanya bagus untuk anak manusia, namun juga burung. Jemurlah Burung Murai Batu anda sekitar 1 atau 2 jam sampai sekiranya dia memperlihatkan reaksi tidak mau dijemur lebih lama lagi.
  4. Penjemuran bukanlah langkah akhir dari perawatan harian Murai Batu. Selepas tahapan itu, setiap hari anda harus mengangin-anginkan Murai Batu sekitar 20 menit baru kemudian menyimpannya kembali dengan ditutup kain di tempat teduh.
  5. Burung Murai Batu yang cantik perlu dimandikan setiap sore hari.
  6. Sehabis mandi, Murai Batu tidak perlu didandani tapi butuh diberi pakan 5 Jangkrik seperti pagi tadi.
  7. Pada malam hari, penggantungan kandang burung baiknya berada dalam ruangan dengan pencahayaan cukup (tidak terlalu gelap atau terang). Hal ini demi tenangnya istirahat si burung.


Gambar 2. Murai Batu atau Kucica Hutan

Selain perawatan harian, Murai Batu yang sengaja disiapkan untuk lomba juga menjalani treatment mingguan. Treatment ini berbentuk kewajiban minum vitamin supaya suaranya dapat maksimal. Yang perlu dijadikan catatan adalah sifat Murai Batu yang amat sensitif kepada bau-bau tajam. Kesensitifan ini membuat kita tidak boleh memberikan vitamin lebih dari dua kali tenggak setiap pekannya. Apabila tetap dipaksa, bisa jadi Murai Batunya malah enggan meminum dan suaranya pun malah serak perlahan. Sementara itu, perawatan intensif seminggu sebelum pertarungan dimulai adalah:

  1. 3 hari pertama dalam pekan intensif, Murai Batu masih dirawat seperti perawatan harian di atas tadi.
  2. Hari ke-4 jatah makanannya ditambah menjadi 8 ekor Jangkrik setiap pagi dan 7 ekor di sore harinya.
  3. Hari ke-5 porsinya tambah digas lagi menjadi 10 ekor setiap pagi maupun sore. Makanan ekstranya mulai diberikan berupa Ulat Hongkong 5 ekor di masing-masing waktu makan.
  4. Hari ke-6 paginya Murai Batu disuapi 5 Ulat Hongkong, 2 sendok makan Kroto, 15 ekor Jangkrik. Sementara sore harinya cukup 10 Jangkrik saja, namun di hari ini burung tidak perlu mandi maupun berjemur.
  5. Di ujung pekan, burung tetap tidak boleh dimandikan dan usahakan menjaganya dari area pertandingan. Harapannya, ketika burung dikeluarkan dia benar-benar berada dalam stamina penuh. Hari terakhir ini pula kita wajib memberinya 5 Ulat Hongkong, 2 sendok makan Kroto dan 10 Jangkrik.

Tidak hanya berhenti pada saat perlombaan. Burung penyanyi seperti Murai Batu bisa dibilang artis. Sebagaimana selebriti yang kelelahan setelah naik ke panggung, Murai Batu masih perlu diberi rawatan khusus setelah perlombaan selesai, baik dia memberikan piala atau tidak kepada sang pemilik. Berikut adalah perawatan Murai Batu pasca lomba:

  • Berilah Murai Batu vitamin pada sehari pasca perlombaan berlangsung.
  • Hari ke-2 pasca lomba, burung dijemur sepanjang 40 menit.
  • Pakan yang diberikan kepada Murai Batu porsinya dikembalikan sebagaimana perawatan harian, bukan perawatan intensif.

Oleh: Nurlaili Whiztale
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
1. http://www.mediaronggolawe.com/tips-persiapkan-murai-batu-untuk-lomba.html
2. http://manukgacor.com/settingan-burung-murai-batu/

Referensi Gambar:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Murai-batu_arung
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kucica_hutan

Selasa, 08 Agustus 2017

Amankah Laron Dimakan Burung Murai Batu?

Jenis serangga yang biasanya diberikan kepada burung Murai Batu umumnya hanya terdiri dari beberapa jenis saja. Biasanya jenis serangga yang kerab dimakan burung seringnya adalah Jangkrik, Belalang, Kroto (telur semut rang-rang), dan Ulat. Beragam jenis serangga tersebut mengandung banyak nutrisi dan khasiat yang sangat dibutuhkan oleh burung Murai Batu. Hanya saja, terdapat jenis serangga lain yang juga mengandung berbagai nutrisi tapi jarang dijadikan sebagai pakan untuk burung Murai Batu. Dan nama serangga tersebut adalah Laron.

Laron termasuk serangga jenis rayap dewasa yang nantinya akan jadi raja dan ratu dalam koloninya. Di koloninya sendiri Laron digolongkan sebagai kasta tertinggi yang memiliki tugas untuk melakukan reproduksi ke semua jenis rayap yang ada dalam satu koloninya. Kehidupan Laron sebenarnya tak beda jauh dari semut yang sama-sama memiliki raja, ratu, penjaga, dan prajurit untuk menjaga berlangsungnya koloni dari serangan serangga lain. Selain itu, Laron memiliki tubuh yang memanjang dengan ukuran tak lebih dari 2 sampai 3 cm. Pada bagian atas tubuhnya dilengkapi dengan sayap yang besar dan berukuran sedikit lebih panjang dari badannya. Sayap Laron tergolong mudah lepas saat sudah terbang tinggi mengitari sinar lampu bersama dengan kawanannya.


Gambar: Laron

Biasanya serangga Laron hadir di rumah-rumah atau tiang lampu yang bercahaya dan dalam kondisi sedang turun hujan di malam hari. Jumlah serangga bersayap ini saat berkumpul di bola lampu terbilang cukup banyak hingga mencapai 50 ekor bahkan lebih banyak lagi. Selain itu, Laron mempunyai enam kaki dengan empat kaki di belakang dan dua kaki di bagian depan. Warna Laron secara umum tampak kecokelatan terang di bagian sayapnya dan warna hitam kecokelatan di bagian badannya.

Dikatakan bahwa serangga Laron mengandung berbagai nutrisi yang tak kalah beda dengan serangga yang sering dimakan burung Murai Batu. Nutrisi yang ada pada Laron terdiri dari protein, vitamin B, asam lemak tak jenuh, lemak, dan asam linoleat. Besarnya kandungan nutrisi pada tubuh Laron membuatnya sering dimanfaatkan sebagai pakan alternatif oleh orang-orang di masa lalu dengan dicampur bersama serangga jenis lainnya. Selain itu, hewan-hewan lain yang hidup di alam baik mamalia, reptil, sampai burung juga banyak yang menyantap Laron langsung dari sangkarnya. Hal ini dikarenakan Laron yang dimakan juga memiliki daging yang tak kalah enak dibandingkan jenis serangga setingkat semut ataupun jangkrik.

Nah, pemberian Laron kepada burung Murai Batu memang masih menjadi persimpangsiuran di antara kalangan para penghobies burung ocehan. Hal ini tak terlepas dari masih sedikitnya para penghobies yang coba memberikan Laron kepada burung Murai Batu peliharaannya. Selain itu, belum diketahui pula secara jelas takaran pemberian serangga bersayap ini secara jumlah dan waktunya. Hanya saja, dari blog omkicau.com yang menulis tentang Menggagas Laron Sebagai Pakan Burung Alternatif terdapat komentar dari para penghobies yang ternyata pernah memberikan Laron kepada burung kicauannya. Dampaknya, burung kicauan yang diberikan Laron tidak mengalami masalah kesehatan dan mampu tumbuh dengan baik seperti memakan serangga jangkrik ataupun kroto.

Untuk itu bagi Anda yang memang tertarik memberikan Laron kepada burung Murai Batu peliharaan di rumah mungkin bisa dicoba satu atau dua ekor saja. Selain itu, cara pemberiannya bisa melepaskan kedua sayapnya dan menunggu Laron tersebut mati terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan Laron yang termasuk Rayap merupakan serangga dengan mulut yang mampu memakan kayu atau benda keras lainnya. Dan pemberian Laron sebaiknya tidak dilakukan setiap hari melainkan hanya sebagai pakan alternatif saja. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/12/23/menggagas-laron-sebagai-pakan-burung-alternatif/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/kandungan-gizi-dan-manfaat-laron-untuk.html
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Rayap

Sumber Gambar:
https://www.harianbernas.com/online/public/foto_news/image_news_535/01475072068laron.jpg