Selasa, 08 Agustus 2017

Amankah Laron Dimakan Burung Murai Batu?

Jenis serangga yang biasanya diberikan kepada burung Murai Batu umumnya hanya terdiri dari beberapa jenis saja. Biasanya jenis serangga yang kerab dimakan burung seringnya adalah Jangkrik, Belalang, Kroto (telur semut rang-rang), dan Ulat. Beragam jenis serangga tersebut mengandung banyak nutrisi dan khasiat yang sangat dibutuhkan oleh burung Murai Batu. Hanya saja, terdapat jenis serangga lain yang juga mengandung berbagai nutrisi tapi jarang dijadikan sebagai pakan untuk burung Murai Batu. Dan nama serangga tersebut adalah Laron.

Laron termasuk serangga jenis rayap dewasa yang nantinya akan jadi raja dan ratu dalam koloninya. Di koloninya sendiri Laron digolongkan sebagai kasta tertinggi yang memiliki tugas untuk melakukan reproduksi ke semua jenis rayap yang ada dalam satu koloninya. Kehidupan Laron sebenarnya tak beda jauh dari semut yang sama-sama memiliki raja, ratu, penjaga, dan prajurit untuk menjaga berlangsungnya koloni dari serangan serangga lain. Selain itu, Laron memiliki tubuh yang memanjang dengan ukuran tak lebih dari 2 sampai 3 cm. Pada bagian atas tubuhnya dilengkapi dengan sayap yang besar dan berukuran sedikit lebih panjang dari badannya. Sayap Laron tergolong mudah lepas saat sudah terbang tinggi mengitari sinar lampu bersama dengan kawanannya.


Gambar: Laron

Biasanya serangga Laron hadir di rumah-rumah atau tiang lampu yang bercahaya dan dalam kondisi sedang turun hujan di malam hari. Jumlah serangga bersayap ini saat berkumpul di bola lampu terbilang cukup banyak hingga mencapai 50 ekor bahkan lebih banyak lagi. Selain itu, Laron mempunyai enam kaki dengan empat kaki di belakang dan dua kaki di bagian depan. Warna Laron secara umum tampak kecokelatan terang di bagian sayapnya dan warna hitam kecokelatan di bagian badannya.

Dikatakan bahwa serangga Laron mengandung berbagai nutrisi yang tak kalah beda dengan serangga yang sering dimakan burung Murai Batu. Nutrisi yang ada pada Laron terdiri dari protein, vitamin B, asam lemak tak jenuh, lemak, dan asam linoleat. Besarnya kandungan nutrisi pada tubuh Laron membuatnya sering dimanfaatkan sebagai pakan alternatif oleh orang-orang di masa lalu dengan dicampur bersama serangga jenis lainnya. Selain itu, hewan-hewan lain yang hidup di alam baik mamalia, reptil, sampai burung juga banyak yang menyantap Laron langsung dari sangkarnya. Hal ini dikarenakan Laron yang dimakan juga memiliki daging yang tak kalah enak dibandingkan jenis serangga setingkat semut ataupun jangkrik.

Nah, pemberian Laron kepada burung Murai Batu memang masih menjadi persimpangsiuran di antara kalangan para penghobies burung ocehan. Hal ini tak terlepas dari masih sedikitnya para penghobies yang coba memberikan Laron kepada burung Murai Batu peliharaannya. Selain itu, belum diketahui pula secara jelas takaran pemberian serangga bersayap ini secara jumlah dan waktunya. Hanya saja, dari blog omkicau.com yang menulis tentang Menggagas Laron Sebagai Pakan Burung Alternatif terdapat komentar dari para penghobies yang ternyata pernah memberikan Laron kepada burung kicauannya. Dampaknya, burung kicauan yang diberikan Laron tidak mengalami masalah kesehatan dan mampu tumbuh dengan baik seperti memakan serangga jangkrik ataupun kroto.

Untuk itu bagi Anda yang memang tertarik memberikan Laron kepada burung Murai Batu peliharaan di rumah mungkin bisa dicoba satu atau dua ekor saja. Selain itu, cara pemberiannya bisa melepaskan kedua sayapnya dan menunggu Laron tersebut mati terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan Laron yang termasuk Rayap merupakan serangga dengan mulut yang mampu memakan kayu atau benda keras lainnya. Dan pemberian Laron sebaiknya tidak dilakukan setiap hari melainkan hanya sebagai pakan alternatif saja. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/12/23/menggagas-laron-sebagai-pakan-burung-alternatif/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/kandungan-gizi-dan-manfaat-laron-untuk.html
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Rayap

Sumber Gambar:
https://www.harianbernas.com/online/public/foto_news/image_news_535/01475072068laron.jpg

Rabu, 02 Agustus 2017

Mengenal Walang Sangit Sebagai Serangga Beracun Bagi Burung Murai Batu

Berbicara tentang jenis pakan yang biasa disantap burung Murai Batu umumnya berasal dari jenis serangga. Hal ini dikarenakan burung yang bersuara lantang ini memang termasuk jenis burung pemakan beragam jenis serangga. Selain itu, khasiat serangga yang dimakan burung Murai Batu tidak hanya membuat tubuhnya sehat dan terhindar dari beragam jenis penyakit. Tapi juga berpengaruh baik dalam memperindah kualitas kicauan dan memperkuat mentalnya saat berada dekat dengan burung lainnya. Hanya saja, tidak semua jenis serangga ternyata aman dikonsumsi oleh burung Murai Batu sebab terdapat kandungan racun di dalam tubuhnya. Dan salah satu dari jenis serangga berbahaya tersebut adalah Walang Sangit.

Walang Sangit merupakan serangga kecil yang banyak hidup di area lahan pertanian padi di pedesaan. Biasanya lahan padi yang menjadi area tempat tinggalnya juga dijadikan sumber makanan dan tempat bereproduksi. Selain itu sumber makanan satu-satunya bagi Walang Sangit yang tinggal di persawahan padi adalah tanaman padi itu yang dimakan dengan cara menghisap cairan buah padi yang masih muda dan belum terbentuk sempurna. Padi muda yang dihisap oleh serangga ini akan mengalami kopong atau tidak berisi pada bulir gabah yang akan dipanen nantinya. Ciri lainnya, membuat tampilan buah padi akan lebih cepat menguning atau menua sebelum masa panen tiba. Untuk itu, para petani menganggap serangga Walang Sangit sebagai hama berbahaya yang dapat merusak tanaman dan penyebab area persawahan padi gagal dipanen.


Gambar: Serangga Walang Sangit

Ciri fisik serangga yang bernama latin Leptocorisa oratorius memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan panjang hanya sekitar 2 sampai 3 cm saja. Bentuk tubuhnya memanjang yang memiliki enam kaki dengan empat kaki berukuran sedang dan dua kaki di belakang yang berukuran sedikit lebih panjang. Pada bagian depan wajahnya terdapat dua antena yang dapat digerakkan dan ukurannya lumayan panjang. Serangga kecil ini dalam menyantap makanannya bukan dengan cara mengunyah daun atau batang tanaman padi tapi menggunakan sedotan yang mirip belalai. Tubuhnya tampak diselubungi oleh dua warna yakni hijau dan cokelat kayu.

Nah, dikatakan bahwa Walang Sangit sebagai serangga beracun bagi burung Murai Batu dikarenakan adanya cairan yang beraroma menyengat keluar dari tubuhnya. Cairan tersebut biasanya keluar saat serangga hama ini sedang dalam keadaan terancam. Selain menimbulkan aroma menyengat yang tak enak dicium juga dapat mengganggu kesehatan bila sampai masuk ke dalam tubuh. Untuk itu saat burung Murai Batu terlanjur memakan serangga ini biasanya akan menyebabkan sesak napas pada rongga dadanya. Di samping itu, dalam beberapa hari ke depan efek racun serangga Walang Sangit akan membuat burung kejang-kejang dan berakhir kematian.

Karenanya, agar burung Murai Batu tidak sampai bertemu dengan Walang Sangit di dalam sangkar perlu diatur penempatan sangkarnya. Sebaiknya sebelum meletakkan sangkar burung Murai Batu di dekat pohon yang sedang berbunga atau berbuah dapat memeriksa di sekitaran daun dan rantingnya agar tidak ada serangga beraroma menyengat ini. Begitu pula rumah dekat dengan area persawahan maka mengkerodong sangkar Murai Batu saat malam hari agar serangga Walang Sangit tidak bisa masuk.

Yup, demikianlah ulasan tentang bahayanya serangga Walang Sangit bagi kesehatan burung Murai Batu. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat membuat para penghobies sekalian agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga burung Murai Batu agar tidak sampai memakan serangga berbahaya semacam Walang Sangit. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Walang_sangit
2. https://omkicau.com/2013/10/17/11-serangga-yang-harus-dihindari-burung-anda/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Insect_attacking_Yardlong_Bean%282%29.jpg