Selasa, 23 April 2013

Tips Memilih Bakalan Burung Ocehan

Burung ocehan yang ada di pasaran beraneka jenis dan habitatnya…… Maka dari itu kita diharuskan dapat membedakan jenis burung, baik lokal maupun asing khususnya bagi mereka yang hobi dengan burung maupun yang masih awam akan pengetahuan sekilas burung.

Sebelum memilih burung ocehan sangat dianjurkan untuk mengenali jenis burung yang akan dipelihara, yaitu dengan mengetahui di mana habitat burung itu sendiri, apa makanannya, bagaimana keindahan bulunya serta apa jenis kelaminnya dan masih banyak lagi tentunya ciri dari pada burung ocehan.

Untuk jenis burung bakalan liar, lebih memiliki vokal suara yang banyak dari pada jenis bakalan hasil penangkaran. Berikut adalah ciri-ciri burung dilihat dari bentuk fisiknya, kelamin dan makanannya:

A. Burung Kacer;

Jenis kacer jantan
memiliki panjang tubuh ± 20 cm,
memiliki warna hitam biru mengkilap di kepala dada dan punggung, bulu sayap
hitam dengan kombinasi putih di bagian sayap
Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikit buah dan voer

Jenis Kacer Betina;
Panjang tubuh lebih pendek dari pada burung jantan
Kombinasi warna dan letaknya sama
Warna bulu Betina terlihat kusam (Tidak mengkilap)
Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikit buah dan voer


B. Burung Murai Batu

Ciri ciri Burung murai Batu;

Ada 2 kelompok Murai yang banyak di minati pemelihara burung yaitu ;
“murai Lampung dan murai Medan”
Perbedaan dari keduanya hanya terletak pada ekornya yang panjang untuk murai medan dan ekor pendek untuk Murai Lampung

Jenis Murai Jantan;
panjang tubuh ± 18 cm
panjang ekor bisa sampai 20 cm
Bulu di punggung, dada, kepala berwarna hitam berkilau
Bagian bawah dada dan badan berwarna coklat ke merahan
Bagian punggung mendekati ekor biasanya berwarna putih
Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Jenis Murai Betina;
anjang tubuh lebih pendek dari pada si jantan
warna bulu pada bagian atas dan bawah dada cokelat buram
Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Cara Melatih Burung ( Murai Batu )

Ada beberapa tahapan untuk membuat murai batu cepat berkicau yaitu dengan beberapa cara ;

A. Dengan cara menjinakkannya

Tempatkan burung di lokasi yang agak ramai, buat gantungan burung tidak terlalu tinggi agar cepat beradaptasi. Namun ada beberapa hal yang perlu dihindari antara lain;

Jangan memaksakan murai batu masuk ke tempat mandi
jangan menyiram/menyemprotkan murai yang tidak mau mandi
Jangan mengganti makanan dan minuman selagi murai masih ada di dalam sangkar
Jangan mengejutkan murai dengan suara yang keras karena akan membuat burung ini stress.
Tidak mendekatkan burung piaraan lain sebelum burung murai tersebut dipastikan jinak.


B. Melatih Mental Burung

Perawatan dan latihan yang intensif akan mempengaruhi sekali perkembangan vokal burung, melalui CD mastering sangat membantu sekali si burung tersebut mengadopsi vokal yang sangat kombinasi sehingga kelak burung akan memiliki banyak variasi suara.

Selain itu dengan membiasakan burung berpindah dari lokasi gantungannya ke tempat lain akan membuat burung mudah adaptasi dengan lokasi burung sebab dengan perpindahan lokasi tersebut maka akan mengurangi tingkat stress burung ketika akan dibawa ke medan perlombaan.

Biasakan makanan diberikan langsung dengan tangan, karena cara ini dipercaya mampu menjinakkan burung dengan pemiliknya dibarengi dengan pemberian makanan hidup seperti ulat hongkong, kroto, jangkrik atau cacing dll. Setelah diberi makanan alami, kemudian biasakan sangkar digoyang-goyang perlahan-lahan setiap kali dan berulang kali sambil bersiul-siul.

Selamat Mencoba

Oleh : Muhammad Riyadi

http://puncakbukit.blogspot.com/2010/08/tips-memilih-bakalan-burung-ocehan.html


Related Posts :