Rabu, 08 Mei 2013

Perlunya Melestarikan Burung Murai Batu

Burung Murai Batu adalah burung hias yang berbeda dari burung-burung biasanya. Keunikan burung ini tidak diragukan lagi mulai dari bentuk tubuhnya, alunan suaranya, dan caranya beradaptasi kepada manusia yang cukup mudah. Jenisnya pun beragam, untuk murai batu saja mempunyai jenis yang mencapai enam jenis, yakni Murai Batu Borneo (Kalimantan), Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Murai Batu Lahat, Murai Batu Nias, Murai Batu Medan. Begitu juga dengan jenis burung yang lain mencapai ribuan jenisnya. Dari banyaknya jenis murai batu yang mencapai enam jenis, tidaklah semuanya mendapat cerita yang manis-manis saja. Timbulnya kelangkaan terhadap jumlah mereka yang menipis di lingkungan liar baik di hutan maupun di pegunungan salah satunya ialah rusaknya ekosistemnya. Maraknya illegal logging penyebab pasti burung murai dari jenis-jenis ini dapat saja menghilang wujudnya yang hanya menyisakan sejarah di samping ada penyebab lain seperti perburuan liar karena menggiurkannya harga yang terbilang mahal untuk satuan ekornya.

Untuk burung murai batu yang sering beredar di pasaran sangatlah banyak dari pada di habitat aslinya yakni di hutan, ketidakseimbangan ini jika dibiarkan akan merusak lajur ekosistem yang sudah terjadi di hutan. Mulai langkanya keberadaan di hutan menjadikan beberapa jenis murai batu memilih bermigrasi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tetap bisa bertahan hidup dari gangguan tangan jahil. Dari sini diperlukannya uluran tangan dari pecinta burung maupun pecinta lingkungan untuk dapat menstabilkan kelangsungan hidup spesies ini.

Bersama dengan membuat sebuah penangkaran bagi burung murai batu dapat sebenarnya menyelamatkan kepunahan mereka dari rusaknya habitat mereka. Dari hadirnya penangkaran untuk menampung dan menghidupkan pelestarian mereka akan segera menambah populasi mereka sesuai yang diharapkan di samping hanya menjadi hewan yang diperlombakan tanpa bisa mengembangbiakkan mereka. Memang ini sangat sulit, mengingat harga tiap ekornya rata-rata di atas satu jutaan menggiurkan untuk memperdagangkannya di pasar-pasar.

Peran Peternak

Di samping cara di atas dengan melalui swadaya untuk membuka penangkaran bagi pengembang biakan burung murai batu, selain itu peran peternak pun menjadi penting dalam tetap pelestarian burung murai batu. Hadirnya peternak sebenarnya dapat mengembangbiakkan burung murai daripada memburu mereka di hutan, dengan sistem ternak akan menambah tingkat populasi burung murai dari kepiawaian sang peternak. Keberhasilan dari menernak burung murai, sangat menguntungkan sejatinya karena mulai dari yang masih kecil hingga dewasa dapat untuk diperjualbelikan. Kelangsungan yang seimbang ini di samping hanya diperjualbelikan oleh peternak dapat juga membebaskan beberapa dari mereka ke habitat aslinya supaya menghadirkan keaslian hutan akan makhluk huniannya.

Karena bersama peran dari manusia adalah menjaga keseimbangan lingkungan makhluk hidup untuk dapat saling menikmati dari tetap adanya burung murai batu yang merdu suaranya mengalun di tengah hutan dan dapat menjadi burung kebanggaan nasional dari keeksotisannya.

Oleh : Satria Dwi Saputro


Related Posts :