Senin, 25 November 2013

Mengenai Tipe Ekor Murai Batu

Mengulas tentang Murai Batu rasanya semakin hari semakin menarik saja untuk dibahas. Dikarenakan, hampir semua sisi yang dimiliki Murai Batu mempunyai cerita yang menarik. Sebut saja kemampuan kicauannya, gaya bertarungnya, penampilan fisiknya, bahkan sampai ada mitos-mitos yang muncul mengenai burung kicauan yang satu ini.

Pada artikel kali ini pun penulis akan kembali mengulas tentang Murai Batu yaitu mengenai penampilan fisiknya, lebih spesifik pada tipe-tipe ekor murai batu.

Murai Batu yang beragam jenisnya memiliki tipe ekor yang berbeda-beda pula. Kita ambil contoh, seperti Murai Batu Lampung yang memiliki ukuran ekor pendek, Murai Batu Medan ukuran ekor yang lebih panjang dan lain sebagainya. Namun, jika diklasifikasikan secara umum, maka tipe-tipe ekor Murai Batu terbagi menjadi 4, sebagai berikut :

  1. Ukuran Sedang di pangkal, Besar di bagian tengah, Semakin Besar pada bagian ujung
  2. Ukuran Sedang di pangkal, Besar di bagian tengah, Sedang di bagian ujung
  3. Ukuran Sedang di pangkal, Besar di bagian tengah, Kecil di bagian ujung
  4. Ukuran Sedang di pangkal, Besar di bagian tengah, Besar di bagian ujung



Perbedaan tipe ekor pada jenis Murai Batu ternyata ditanggapi berbeda oleh sebagian penghobi. Ada anggapan bahwa tipe ekor pada Murai Batu mempengaruhi bagaimana kinerja bertarungnya di lapangan. Murai Batu yang memiliki ukuran tipe ekor memanjang dan besar berpotensi cepat lelah akibat tumpuan dari bobot ekor yang berat. Sebaliknya. Murai Batu dengan bentuk ekor yang mengecil dan pendek lebih terlihat leluasa dan lincah dalam bergerak.

Jika melihat pada kebiasaan Murai Batu ketika bertarung, memang sebagian besar Murai Batu akan meleok-leokkan ekornya, apabila murai batu tersebut memiliki ekor bertipe besar, baik di bagian tengah dan di ujung ekor, logikanya memang akan menguras banyak tenaga bagi Murai untuk menjalankan kebiasaannya itu. Pemikiran seperti itu lah sehingga ada penghobi yang mengakalinya dengan memotong jumlah bulu ekor Murai Batu agar lebih ringan.

Mengenai hal ini, tentu masih belum merupakan suatu kepastian apakah benar-benar mempengaruhi atau tidak. Sebab, banyak juga Murai Batu tanpa memodifikasi bulu ekor justru menjadi juara dalam ajang lomba. Sementara ditakutkan pencabutan beberapa bulu ekor akan membuat Murai batu menjadi tidak nyaman dan stres. Walaupun tidak dipungkiri ada juga penghobi yang melakukan pencabutan bulu ekor dan hasilnya Murai Batu tersebut tampak lebih baik saat bertarung.

Akhirnya, jika anda masih termasuk penghobi pemula dan besar keraguan dalam diri anda mengenai hubungan tipe ekor terhadap gaya bertarung Murai Batu, bijak bagi anda untuk bersikap aman terlebih dahulu. Tanpa memusingkan tipe ekor, ada baiknya rawat dan pelihara Murai Batu dengan cara-cara yang sudah dibenarkan.

Beli buku terkait



Oleh : Roma Doni
Referensi : http://omkicau.com/2009/01/18/adakah-hubungan-antara-ekor-dan-performa-mb-di-arena-lomba/
Gambar : penangkarburung.wordpress.com


Related Posts :