Jumat, 06 Desember 2013

Gejala Murai Batu Cacingan dan Cara Mengatasinya

Cacingan termasuk salah satu penyakit yang sering menyerang bagi Murai Batu. Sesuai namanya, penyakit “cacingan” terjadi karena adanya cacing yang hidup dalam tubuh Murai Batu, di mana cacing tersebut menimbulkan gangguan bagi tubuhnya. Maksudnya begini, cacing yang hidup dalam tubuhnya mengambil nutrisi dan sari-sari makanan yang masuk, sehingga tidak tersebar ke seluruh tubuh. Tentu saja hal itu membuat tidak terpenuhinya asupan gizi yang dibutuhkan bagi tubuh Murai Batu.

Murai Batu yang sudah terjangkit cacingan, sepertinya percuma saja jika pun diberi jenis pakan yang sehat. Selama, cacing yang menjadi parasit dalam tubuhnya tidak dibasmi, selama itulah gizi/nutrisi yang masuk akan diambilnya.

Penyakit cacingan seringkali terjadi pada Murai Batu yang tidak dirawat oleh si pemilik. Itu karena dari hal kebersihan kandang dan kesehatan pakan tidak terjaga. Kandang yang kotor berpeluang bagi berkembangbiaknya bakteri dan larva atau telur cacing di dalamnya. Begitu juga dengan pakannya, pakan yang sudah tercemar dan tidak diganti, bisa telah tercampuri bibit penyakit. Jika tetap dikonsumsi Murai Batu, maka kecenderungan Murai Batu terjangkit cacingan semakin besar.

Untuk melihat Murai Batu anda terkena cacingan atau tidak, gejala-gejala di bawah ini dapat anda dijadikan sebagai rujukan :

  • Kotoran Encer

    Murai Batu terjangkit cacingan juga akan bermasalah pada bagian pencernaan. Pakan yang masuk dalam tubuhnya tidak mengalami proses pengolahan yang benar. Alhasil kotoran yang dihasilkan tidak seperti biasanya tapi terlihat encer/cair.

  • Bulu Kusam dan Mata Tidak Tajam

    Tidak terpenuhinya Asupan gizi bagi Murai Batu yang terjangkit cacingan, berdampak pada beberapa bagian tubuhnya. Seperti, bulu Murai Batu akan terlihat kusam, kumal, tidak mengkilat dan segar. Lirikan ketajaman penglihatannya menjadi agak berkurang, tatapan Murai Batu terkesan lelah.

  • Tubuh Tampak Kurus

    Cacingan membuat hilangnya nafsu makan bagi Murai Batu. Lama-kelamaan tubuh Murai Batu menjadi kurus, badannya lemah, tidak bergairah dalam kandang.

  • Perilaku

    Ketika dalam kandang, kebiasaan Murai Batu terdiam di tangkringan, menaikkan salah satu kakinya, memejamkan mata tanda tertidur.

Penyakit cacingan bukan hal kecil untuk disepelekan. Cacing yang hidup dalam tubuh Murai Batu akan sangat membahayakan jika tidak segera dibasmi. Oleh karena itu, merawat Murai Batu sebaik mungkin akan sangat membantu terhadap kebaikan Murai Batu anda ke depan. di bawah ini langkah-langkah mencegah serta mengatasi Murai Batu dari penyakit cacingan :

  • Perhatikan Kebersihan kandang dan pakan

    Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus upaya pengobatan Murai Batu cacingan. Setiap hari lakukan kebersihan kandang. Seperti pembersihan terhadap kotoran-kotoran yang menempel. Supaya tidak mengundang serangga lain (lalat) yang membawa bakteri datang.

    Untuk menjaga pakan, terutama pakan jenis voer. Apabila anda mencampur voer dengan air,usahakan pakan tersebut hanya dipakai dalam jangka satu hari saja. Kandungan air pada voer mempercepat pakan menjadi basi. Pakan basi tidak baik bagi kesehatan Murai Batu.

  • Memberikan obat cacing

    Di toko burung, terdapat obat yang dapat mengatasi penyakit cacingan ini. Anda bisa mempergunakan obat tersebut dan memberikannya pada Murai Batu anda. Cacing sebagai faktor penyebab permasalahan harus dibasmi dahulu agar Murai Batu cepat sehat kembali.

  • Ekstra Fooding

    Mempercepat kepulihan pada Murai Batu, Ekstra Fooding bisa membantu. Sangat cocok apabila Murai Batu terlihat kurus. Ekstra Fooding dimaksudkan memenuhi kembali kekurangan asupan gizi bagi Murai Batu. Penulis merekomendasikan pakan kroto sebagai ekstra fooding, selain disukai Murai Batu juga mempunyai kandungan protein yang tinggi.

Yah, inilah artikel mengenai penyakit cacingan pada Murai Batu dengan langkah pencegahan dan solusinya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda para pembaca dan para penghobi burung kicauan Murai Batu. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://anfbirdfarm.com/index.php/murai-batu-cacingan
http://www.kicaumania.or.id/forums/archive/index.php/t-54480.html


Related Posts :