Kamis, 12 Desember 2013

Menganalisa Sebab-Sebab Murai Batu Tak Mampu Bertelur

Jika kita mendengar nama burung murai batu, pasti kita nyaris berfikir bahwa burung tersebut adalah burung ternak yang cantik, berkualitas dan mahal harganya di pasaran. Seolah-olah sebagian orang akan mengira karena kualitasnya yang bagus dan mahal harganya pasti semuanya berkualitas. Baik itu kicauannya, kelincahannya, warna bulu yang unik serta ekor yang terdiri dari berbagai jenis ukurannya sesuai dengan asal daerahnya. Namun adakah anda berfikir tentang peternakannya? Apakah burung murai batu ini sangat kecil kemungkinannya untuk tidak bisa bertelur?

Tahukah anda, tak sedikit peternak burung murai batu yang masih gagal untuk membuat burungnya bertelur. Kegagalan ini 70% jauh lebih banyak didominasi oleh para pemula yang belum punya pengalaman. Hal ini sangat disayangkan bagi anda yang memiliki hobi memelihara burung murai batu. Karena jika anda mengetahui trik-trik dalam suksesnya peternakan murai batu ini pasti akan mendatangkan hasil yang menggiurkan, karena harga anakan burung murai batu ini semakin hari semakin mahal.



Inilah yang menjadi penyebab kegagalan para peternak burung murai batu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Telur infertil / tidak ada janin

    Ini dikarenakan burung murai batu betina tidak melakukan perkawinan karena murai batu jantannya tidak birahi.

  2. Daya tetas rendah

    Ini dikarenakan pengaruh cuaca yang cukup panas sedangkan kelembaban yang kurang mendukung.

  3. Usia indukan yang sangat muda baik jantan dan betina.

    Sebaiknya untuk menghasilkan agar murai batu dapat bertelur pilihlah murai batu yang cukup umur. Salah satu ciri indukan yang sudah mampu bertelur yaitu bulunya sudah mulus pada si jantan. Kalau betina ditandai dengan seringnya ia berkicau. Adapun usia minimal murai batu jantan dan betina adalah 10 bulan dan usia produktifnya maksimal 5 tahun.


  4. Kesehatan dan kebersihan

    Dalam memelihara murai batu hendaklah anda memperhatikan kesehatan dan kebersihan murai batu. Berikanlah murai batu multivitamin dan elektrolit secara rutin. Multivitamin dan elektrolit juga bisa dicampur ke kroto dan diberikan langsung ke burung.

  5. Akibat udara yang dingin

    Murai batu adalah jenis burung yang tidak tahan dengan udara dingin. Maka sebaiknya dalam memelihara burung murai batu disesuaikan dengan daerah atau wilayahnya.

  6. Situasi kandang yang buruk

    Menjadi hal yang harus diperhatikan yaitu terletak pada lantai kandang, usahakanlah agar ia tetap kering, dan kandang terkena cahaya matahari. Dan hendaknya setiap hari kandang disemprot dengan desinfektan, agar kuman-kuman tak berkembang-biak.


  7. Makan dan minum yang kurang bergizi

    Sebaiknya hentikan memberikan pakan yang langsung jadi seperti voor, karena ini mengandung kadar protein yang rendah. Untuk mendapatkan gizi yang baik sebaiknya anda memberikan kroto, karena ini adalah pakan yang sangat cocok untuk dikonsumsi murai batu, selain itu jangkrik kecil dan ulat kandang. Apabila burung mengalami fase tidak nafsu makan berikanlah obat penambah nafsu makan yang mengandung antibiotik.

Itulah yang menjadi faktor mengapa burung murai batu sukar bertelur, setelah mengetahui penyebabnya anda bisa merevisi kembali cara mengatur hidup burung murai batu peliharaan anda.

Oleh : Ade Sundari
Sumber gambar & referensi : www.jualmuraibatu.wordpress.com
http://kicauan.files.wordpress.com., http://merawat-burung.blogspot.com


Related Posts :