Selasa, 10 Desember 2013

Seputar Murai Batu Borneo

Murai Batu Borneo merupakan salah satu jenis Murai Batu yang terdapat di Indonesia. Dengan penyebaran paling banyak ditemukan di wilayah Kalimantan. Maka penyematan nama “Borneo” sebenarnya sebagai tanda pengenal Murai Batu ini berasal dari Kalimantan. Meskipun kenyataannya, penyebaran Murai Batu Borneo juga terdapat di wilayah Irian Jaya dan Sulawesi.

Di wilayah Kalimantan, pertunjukan kontes Murai Batu selalu mengistimewakan Murai Batu Borneo. Ditandai, setiap kontes akan membuat kelas perlombaan khusus bagi Murai Batu Borneo. Mungkin ini salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik Murai Batu Borneo di kalangan penghobi di sana. Karena jika dilihat dari statistik jumlah peminat penghobi terhadap jenis Murai Batu, peminat Murai Batu Borneo berada pada tingkatan bawah. Membuat harganya pun relatif lebih murah dibanding lainnya, seperti Murai Batu Lampung atau Nias. Kisaran harga untuk Murai Batu Borneo, 200-350 ribu untuk Murai Batu tangkapan hutan, dan 400-750 ribu untuk Murai Batu hasil penangkaran yang sudah jadi.

Beberapa faktor penyebab kurang diminatinya Murai Batu Borneo :

  • Gaya Bertarung

    Naluri bertarungnya tidak tinggi. Jika ditandingkan dengan Murai Batu jenis lain maka akan tampak perbedaannya. Murai Batu Borneo lebih banyak diam dalam tangkringan, bahkan ketika adu kicauan, suara kicauan tidak tahan lama. Habis berkicau keras perlahan suara kicauan akan menjadi pelan dan semakin mengecil.


  • Penampilan Fisik

    Penampilan Murai Batu Borneo kurang begitu menarik perhatian. Ekor hanya memiliki panjang 11-13 cm, tergolong lebih pendek dari jenis Murai Batu lainnya, dengan tipe ekor semakin ke ujung semakin membesar. Kepala Murai tidak bulat, ceper. Dadanya sedikit membusung ke depan, hal itu menampilkan dada Murai Batu terlihat gemuk. Ditambah saat berkicau Murai Batu akan menggelembungkan bulu dada. Sehingga, jika dilihat dari tampak samping bentuk tubuh Murah Batu Borneo terlihat tidak cocok untuk burung petarung.

  • Kemampuan

    Kemampuan Murai Batu Borneo masih rendah, tidak secerdas Murai Batu Medan. Variasi yang dapat diadopsinya tidak banyak, bahkan tergolong lama menangkap apabila pemilik ingin melakukan isian suara kicauan.

Para penghobi yang memiliki Murai Batu jenis Borneo pun banyak mengawinsilangkan dengan jenis yang lain. Supaya memperbaiki anakan yang dihasilkannya. Seperti yang dilakukan penghobi D’Yan Mengwi, menurutnya kawin silang antara indukan Murai Batu Borneo dan Medan menghasilkan anakan Murai Batu yang unggul dan itu sudah dibuktikannya.

Walaupun dari beberapa aspek Murai Batu Borneo kurang memiliki banyak peminat. Namun ketimbang burung kicauan yang lain Murai Batu Borneo tetap memiliki karisma. Dan menurut penulis sendiri untuk kemampuan Murai Batu Borneo sebenarnya masih memiliki peluang untuk diasah lebih baik. Asal kita tekun dan telaten merawatnya Murai Batu Borneo bisa tampil tangguh saat lomba.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://muraibatukalimantan.blogspot.com/2010/11/murai-batu-kalimantan.html


Related Posts :