Jumat, 14 Februari 2014

Melatih Murai Batu Mandi Dalam Keramba

Lagi-lagi dalam perawatan Murai Batu, mandi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Mandi tidak melulu soal kebersihan melainkan juga kenyamanan. Murai Batu yang merasa tidak nyaman terhadap tempat mandi yang disediakan biasanya akan malas melakukan rutinitas mandi. Murai Batu yang tidak melakukan mandi sangat rentan terserang kuman penyakit. Sebab, kotoran-kotoran melekat lama dalam tubuhnya dan berpotensi menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi kelangsungan hidupnya.

Penghobi yang mengerti dampak ini, akan memaksa Murai Batu untuk mandi, yaitu dengan cara menyemprotkan air ke tubuh Murai Batu, sehingga mau tidak mau tubuh Murai Batu pun akhirnya menjadi basah layaknya sedang mandi. Perlu diketahui, cara seperti ini sangat tidak baik dilakukan secara terus menerus. Salah satu dampak yang ditimbulkannya Murai Batu bisa menjadi cacat mental. Karena seringkali ia berada dalam posisi yang tidak siap mandi namun harus dipaksa mandi. Selain itu, kekuatan semprotan air yang tidak menentu mengenai tubuhnya bisa membuat Murai Batu menjadi kaget, dan akhirnya ia malas untuk berbunyi.

Nah, untuk itu perawatan mandi yang terbaik yang dapat diterapkan bagi Murai Batu adalah dengan memandikannya dalam keramba. Keramba mandi merupakan wadah yang dibuat mirip dengan bentuk kandang, cuma pada bagian dasarnya dibuat tempat untuk menampung air seluas keramba tersebut.

Dengan mandi dalam keramba, Murai Batu lebih leluasa bergerak saat membersihkan tubuhnya. Hal ini didukung dari faktor tempat yang memang dikhususkan untuk mandi serta ketersediaan air yang memadai. Jadi, kecenderungan akan kebersihan tubuhnya dari kotoran masih lebih terjamin. Berbeda halnya, apabila mandi Murai Batu hanya dilakukan dalam kandang, yang hanya difasilitasi sebuah mangkuk kecil berisi air yang diletakkan di dalamnya. Sekalipun Murai Batu tersebut mandi, tentu kebersihan tubuhnya dari kotoran-kotoran masih perlu dipertanyakan lagi.



Namun, memandikan Murai Batu dalam keramba tidak segampang mengucapkannya. Kita perlu membiasakan Murai Batu agar mau mandi dalam keramba. Dan ini butuh proses yang relatif lama, jadi diperlukan kesabaran ekstra pada prosesnya. Dan upaya mempercepat agar Murai Batu terbiasa mandi di Keramba adalah ketelatenan kita sebagai pemilik, ditambah penerapan langkah-langkah yang dapat mendorong Murai Batu agar tertarik mandi di keramba, dan terbiasa melakukannya di sana.

Adapun langkah-langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Sebelum mencoba memandikan dalam keramba, pastikan ketika itu keadaan Murai Batu sedang lapar, misalnya pada waktu pagi hari. Anda cukup memberikan satu jangkrik saja ibaratnya sebagai pengganjal perut.

  • Sejajarkan posisi kandang dengan keramba dan tempelkan antar pintu kandang dengan pintu keramba. Jika tangkringan dalam kandang terlalu tinggi maka turunkan, buat sejajar dengan pintu masuk keramba. Agar memudahkan Murai Batu masuk ke dalam keramba tersebut.

  • Yang tersulit adalah membuat Murai Batu masuk dalam keramba. Untuk itu, di dalam keramba tebarkan beberapa ekor jangkrik sebagai pemikat agar Murai Batu terpancing masuk keramba. Dengan sebelumnya di dalam keramba jangan lupa memberikan tangkringannya.

  • Jika cara itu tidak membuat masuk Murai Batu, maka coba anda kerodong kandangnya lalu kemudian disejajarkan kembali dengan keramba, sambil kedua pintunya saling berhadapan. Murai Batu lebih menyukai suasana yang lebih terang, maka diharapkan pengerodongan tadi menjadi pemicu untuk berpindah.

  • Apabila misalnya Murai Batu tersebut berhasil pindah dalam keramba. Maka langsung tutup pintu keramba tersebut. Pantau Murai Batu dari kejauhan saja, dengan mengusahakan kondisi sekitar dalam keadaan tenang, tidak banyak suara-suara yang mengganggu, supaya Murai Batu tidak merasa takut. Dan semoga Murai Batu tersebut melakukan kegiatan mandi saat ia melihat air dalam keramba.

  • Tetapi apabila langkah-langkah itu tidak juga berhasil memancing Murai Batu masuk dalam keramba, maka di sinilah anda dituntut untuk bersabar dan tetap melakukan langkah ini dengan penuh ketelatenan. Serta percayalah akan ada waktunya Murai Batu tersebut terbiasa dengan apa yang anda lakukan sehingga ia merasa tertarik untuk mencoba mandi dalam keramba.

Demikian artikel ini, mudah-mudahan bermanfaat kepada para pembaca.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.kicaumania.or.id/forums/archive/index.php/t-60547.html
http://sklbirdfarm.com/2012/07/29/tips-mengajari-trotolan-pertama-kali-masuk-keramba-mandi/
Sumber Gambar : http://www.youtube.com/watch?v=wPvvkc-8sS0


Related Posts :