Selasa, 20 Mei 2014

Mengenali Alasan Burung Murai Batu ‘Mogok’ Makan Jangkrik

Jangkrik adalah makanan kegemaran burung murai batu yang sangat banyak khasiatnya dan salah satunya dapat menjernihkan kicauan burung murai batu. Harga jangkrik di pasaran beragam tergantung jumlah pasokannya di pasaran dan biasanya harganya di kisaran harga puluhan ribu rupiah. Murai batu menyukai jangkrik tidak hanya saat dipelihara oleh manusia tapi saat berada di alam liar, burung murai batu juga suka berburu jangkrik selain memangsa belalang dan telur semut serta ulat.

Tapi mengenai cara pemberian jangkrik sebagai makanan burung murai batu takaran selalu berbeda. Ada yang hanya memberikan jangkrik dua kali sehari dan tidak keseringan, ada juga yang murai batunya memakan jangkrik sebanyak tiga kali sehari dan diberikan setiap hari. Dan secara umum bahwa jangkrik dapat meningkatkan birahi burung murai batu sehingga bagi murai batu yang ingin diperlombakan biasanya jangkrik diberikan saat tiga hari sebelum lomba atau dua hari sebelum lomba dan ada juga memberikan jangkrik ketika beberapa jam lagi lomba akan dimulai. Semuanya memang tergantung kebiasaan burung murai batu yang dipelihara bagaimana pemiliknya mengatur jangkrik yang dimakan oleh burung murai batu kesayangannya.

Nah, tidak selamanya burung murai batu mau memakan jangkrik dan ada kalanya burung murai batu bisa ‘mogok’ memakan jangkrik yang disebabkan oleh berbagai alasan. Sedari itu artikel ini akan mengulas mengenai alasan-alasan yang menyebabkan murai batu ‘mogok’ memakan jangkrik.

  • Tingkat Stres Yang Tinggi

    Murai batu adalah makhluk hidup yang dapat merasakan rasa tertekan dalam dirinya sehingga menjadi stres. Penyebab stresnya pun berbeda-beda: diserang oleh burung lain dalam satu kandang, terjadinya pemindahan kandang, dan baru ditangkap dari hutan. Yang akibat dari stres yang menekan dirinya menyebabkannya tidak mau makan termasuk makan jangkrik. Gejala ini tidak hanya terjadi pada burung murai batu tetapi juga terjadi pada burung ocehan lain yang mengalami stres selanjutnya ia akan ‘mogok’ makan.

  • Sakit

    Murai batu yang terserang sakit seperti pilek, serak suara, keracunan, sakit pada organ tubuhnya, dan lain sebagainya, biasanya akan berpengaruh terhadap nafsu makannya. Murai batu tampak kelihatan lesu dan tidak bersemangat menyentuh makanannya termasuk memakan jangkrik. Sedari itu biasanya burung murai akan dirawat dengan memberikannya obat dan vitamin sehingga staminanya kembali seperti semua dan sakitnya telah hilang. Dan hal ini akan berpengaruh terhadap berat badannya yang akan menurun jika tak lekas ditangani sebab murai batu yang sakit bukan tidak hanya mau makan jangkrik tetapi berbagai jenis makanan yang disodorkan di hadapannya pun takkan disentuhnya.

  • Adanya Gangguan dalam Saluran Pencernaan

    Jangkrik yang disantap oleh burung murai batu terkadang kakinya tidak dilepas terlebih dahulu yang mengakibatkan terjadinya luka pada salah satu saluran pencernaannya. Sebab tidak semua jenis murai batu dapat memakan jangkrik secara utuh sehingga hal ini patut dicermati. Dan saat terjadi luka pada bagian saluran pencernaannya maka selanjutnya murai batu bisa jadi menjadi trauma atau malas untuk memakan jangkrik.

Okey, itulah beberapa poin penting mengenai penyebab burung murai batu ‘mogok’ atau tidak mau makan jangkrik. Sehingga dengan memperhatikan alasan tersebut dapat menjadikan Anda mencari solusi yang terbaik agar burung murai batu kesayangan anda mau kembali memakan jangkrik. Terima Kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2014/03/17/menyiasati-burung-yang-tak-mau-makan-jangkrik/


Related Posts :