Kamis, 05 Juni 2014

Mengenal Murai Batu Banjar

Murai Batu Banjar adalah salah satu dari tiga jenis murai batu borneo asal Pulau Kalimantan. Yang mana dua jenis murai batu asal kalimantan lainnya yang tergolong murai batu borneo ialah murai batu palangka dan murai batu mahkota raja. Adapun masyarakat Kalimantan mengenal murai batu banjar sebagai murai batu yang mempunyai mental kuat dalam bertarung sehingga bisa menurunkan mental burung lain.

Murai batu banjar yang hidup di pulau kalimantan habitatnya ialah hutan lebat di mana tempat berkumpulnya para burung ocehan lainnya. Di hutan burung murai batu banjar biasanya menyantap berbagai jenis hewan seperti serangga, ulat, telur semut, belalang, dan jangkrik. Tapi selain di hutan keberadaan murai batu banjar juga bisa ditemukan di tempat-tempat penjualan burung ocehan di Kalimantan. Pada umumnya murai batu banjar sendiri juga terdiri dari berbagai jenis tergantung letak daerahnya tapi untuk ciri-ciri fisiknya cenderung kelihatan hampir sama dan sulit untuk dibedakan.

Ukuran tubuh murai batu banjar ada tiga jenis yakni kecil, sedang, dan besar yang tergantung dari asal habitatnya. Dan untuk panjang ekornya, murai batu banjar memiliki panjang ekor yang mencapai 10-15 cm. Ciri-ciri fisik dari murai banjar ialah pada dadanya mempunyai warna bulu yang berwarna coklat dan coklat terang. Untuk kakinya mempunyai warna hitam pekat walaupun terkadang ada juga yang berwarna coklat kehitaman seperti warna tanduk, putih kekuningan, dan berwarna coklat kemerahan. Sehingga dari warna bulu dadanya yang berwarna coklat terang menjadi pembeda kepada murai batu palangka yang bulu dadanya tampak lebih kusam atau tidak secerah murai batu banjar.

Melihat segi bertarungnya seperti yang dituliskan pada paragraf pertama tadi dikatakan bahwa murai batu banjar diminati oleh masyarakat Kalimantan karena murai batu banjar mempunyai mental yang kuat dan tidak mudah lelah. Diketahui bahwa murai batu banjar saat bertarung dengan burung ocehan lain maka ia akan mengembangkan bulu di bagian dadanya sampai ke batas lehernya sehingga tampak seperti bola tenis. Teknik tersebut hanya dimiliki oleh jenis murai batu borneo asal kalimantan sehingga bagi murai batu asal daerah lain akan kesulitan dalam menandingi murai batu banjar asal kalimantan.



Di kalimantan sendiri murai batu banjar populasinya berada di daerah Kalimantan Timur sehingga bagi para pecinta burung murai batu dapat mencarinya di daerah tersebut. Dan juga dengan begitu banyaknya pecinta murai batu banjar menjadikan harganya di pasaran tidaklah murah. Tentunya untuk bakalan mungkin harganya bisa ditaksir sampai lima ratus ribu rupiah sedangkan untuk yang sudah bisa bunyi dan dewasa harganya bisa mencapai kisaran jutaan rupiah. Apalagi jikalau burung murai batu banjar tersebut pernah memenangi perlombaan dan harganya bisa menjadi sangat mahal.

Murai batu banjar dan jenis murai batu borneo lainnya adalah jenis murai batu yang mempunyai ekor putih yang terletak di bagian bawah yang mana pada bagian atasnya terdapat beberapa lembar bulu ekor berwarna hitam yang menutupi dua bulu ekor berwarna putih. Sedari itu ini menjadi pembeda antara murai batu banjar dengan murai batu asal daerah lainnya di Indonesia.

Dan dapat disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa murai batu banjar adalah salah satu jenis murai batu borneo yang mempunyai mental kuat dan cukup terkenal di antara kalangan para pecinta burung ocehan. Sehingga keberadaan murai batu banjar sejatinya tidak hanya berada di pulau kalimantan saja melainkan sudah banyak dijual di jawa karena mempunyai mutu yang apik. Tapi alangkah baiknya jika murai batu banjar terus dibudidayakan sehingga populasinya di hutan Kalimantan tidak akan punah.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://www.kicaumania.or.id/forums/content.php?245-Murai-Batu-Borneo
Gambar:
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003096086/murai-batu-mania/169


Related Posts :