Rabu, 18 Juni 2014

Mengenal Penyakit Cacingan pada Burung Murai Batu

Penyakit yang menyerang burung ocehan seperti murai batu jenisnya sangat banyak sekali misalnya sakit pada mata, berak kapur, jamuran, kurang vitamin, cacingan, dan banyak lagi. Tapi dalam artikel ini bukanlah mengulas semua jenis penyakit yang disebutkan itu melainkan hanya mengulas dan membahas mengenai penyakit cacingan yang menyerang burung murai batu. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi atau pengenalan mengenai penyakit cacingan sehingga cepat dalam penanganan dan pencegahannya.

Ya, penyakit cacingan ialah penyakit yang timbul akibat kondisi kandang/sangkar yang tidak dirawat atau kotor sehingga bertebarannya berbagai jenis bakteri dan bibit cacing. Dan burung murai batu atau burung ocehan lainnya yang tinggal dalam kondisi kandang yang demikian maka potensi terjangkit penyakit cacingan sangatlah besar. Umumnya cacing yang masuk ke dalam tubuh burung ocehan akan bersemayam di saluran pencernaannya dan mengganggu metabolisme dan ketahanan tubuh burung ocehan.

Dan gejala-gejala yang menjadi tanda bahwa burung murai batu telah terkena penyakit cacingan ialah nafsu makan yang stabil tapi keadaan tubuh burung yang tampak kurus dari hari ke hari, mudah mengantuk pada siang hari, terlalu sering mengibas-ngibaskan sayapnya, dan bulunya mengalami kerontokan. Untuk gejala lainnya misalnya stamina burung murai batu kian menurun, nafsu makan semakin menurun, dan kotorannya menjadi lebih encer atau cair.

Dan jenis cacing yang biasa menjangkiti burung murai batu ialah cacing rambut, cacing pita, cacing ampela, cacing gelang, dan lainnya. Penularan penyakit cacingan yang menjangkiti burung ocehan dan murai batu tidak hanya dari kondisi kandang yang kotor atau tidak terawat tapi juga berasal dari makanannya. Misalnya ketika makanan berupa serangga telah terjangkit bibit cacing dan serangga tersebut disantap oleh murai batu maka bibit cacing tersebut tidaklah mati melainkan berpindah ke tubuh burung murai batu.

Dan begitu juga dengan kondisi minumannya yang sudah lama atau tidak bersih sehingga ini bisa memicu telur cacing dapat menyebar dan tertelan oleh burung murai batu yang meminumnya. Sehingga disarankan untuk minumannya haruslah rutin dilakukan pergantian sehari atau dua hari sekali dan juga berikanlah air yang dipanasi sampai 100 derajat celsius agar kumannya mati.

Sedangkan untuk pengobatan bagi burung murai batu dan jenis burung ocehan lainnya yang terkena penyakit cacingan ialah dengan tidak memberikan obat cacing untuk manusia. Alasannya adalah dosisnya yang terlampau berbeda jauh antara obat cacing untuk manusia dengan untuk burung ocehan. Sehingga disarankan memberikan obat cacing khusus burung ocehan yang telah banyak dijual dan dosisnya tepat untuk segala jenis burung ocehan.

Selanjutnya asingkan burung murai batu yang terkena cacingan ke dalam sebuah sangkar yang diterangi oleh lampu untuk menghangatkan tubuhnya, berikan ia makanan yang bergizi dan vitamin untuk mengembalikan berat badannya yang hilang, jangan berikan burung murai batu makanan seperti lipas dan kecoak karena mengandung telur cacing yang berbahaya, dan untuk lebih intensif dalam pengobatan serta perawatannya tak salah untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

Nah, itulah penjelasan mengenai penyakit cacingan yang biasanya menyerang burung murai batu dan burung ocehan lainnya. Sehingga dengan membaca artikel ini membuat Anda menjadi lebih waspada untuk menjauhkan burung murai batu Anda dari berbagai jenis penyakit termasuk cacingan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2014/03/13/gejala-cacingan-pada-burung-jenis-cacing-yang-sering-menyerang-dan-cara-mengobatinya/
http://ocehankenari.blogspot.com/2013/07/penyakit-pada-burung-ocehan.html


Related Posts :