Jumat, 06 Juni 2014

Penyebab Suara Serak Pada Murai Batu

Murai batu yang ingin diperlombakan perlu diperhatikan kondisi kesehatan badannya dan juga suaranya. Dengan memperhatikan kondisi kesehatan murai batu yang tetap sehat dan juga suaranya dalam performa sempurna sebelum bertanding maka murai batu tersebut dapat memenangi lomba untuk mengalahkan burung ocehan lainnya. Namun sebaliknya, murai batu yang tidak diperhatikan kesehatan badannya dan juga suaranya bisa membuat serak dan bahkan bisa jadi malas berbunyi.

Salah satu penyakit yang lumrah menyerang burung murai batu adalah serak pada suaranya sehingga menurunkan kualitas kicauannya. Sedari itu perlu untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan serak pada suara murai batu agar mudah dalam mengobatinya. Dan inilah faktor-faktor yang menyebabkan murai batu mengalami serak pada suaranya:

1. Akibat penjemuran yang terlalu lama

Murai batu memang perlu dijemur untuk tetap menjaga kesehatannya namun bila tidak memerhatikan waktunya dan terlalu lama maka akan membuat kondisi suara murai batu menjadi serak. Menjemur yang baik untuk murai batu ialah pada jam 8 sampai jam 11 pagi dan durasi waktunya juga hanya satu sampai dua jam saja. Nah, akibat bila menjemur murai batu tidak pada waktunya dan terlalu lama tidak langsung menyebabkan suaranya serak tapi pertama-tama menyebabkan murai batu bisa stres. Keadaan stres ini membuat murai batu yang berada di dalam sangkar menjadi mudah gelisah yang selanjutnya menyebabkan suaranya serak lalu jarang berbunyi. Dan penanganan yang tepat bila murai batu kita mengalami serak bunyi akibat penjemuran maka kurangilah durasi penjemuran burung murai Anda dan bahkan hentikan sementara waktu untuk memulihkan tingkat stres untuk menghilangkan suara yang serak setelah itu baru lakukan penjemuran sesuai anjuran yang benar.



2. Akibat mengonsumsi kroto basi

Memerhatikan makanan untuk murai batu merupakan sesuatu yang terpenting dilakukan karena bisa menghindarkan murai batu mengalami suara serak. Kroto termasuk jenis makanan murai batu yang paling favorit dikenal oleh pecinta burung ocehan sehingga kroto menjadi makanan pokok untuk murai batu. Mencermati kroto yang baik dibutuhkan ketelitian karena banyak kroto yang dijumpai terkadang dicampur dengan kroto yang sudah basi ataupun dicampur dengan semut mati dan belatung. Bila murai batu diberi makanan kroto yang sudah basi maka akan membuat murai batu mudah terserang penyakit. Penyakit yang menyerang murai batu bisa saja menyebabkan seraknya suara bahkan tidak bisa berbunyi akibat rusaknya pita suara dan saluran pernapasan. Dari itu tanggap terhadap makanan yang sehat diperlukan guna mencegah terjangkitnya penyakit yang bisa merusak suara murai batu menjadi serak. Sehingga jeli memilih kroto yang bersih dapat menjaga suara murai batu tetap berkicau merdu.

3. Serak diakibatkan sirkulasi udara yang buruk

Kondisi udara yang segar diperlukan oleh murai batu yang berada di dalam sangkar. Dengan kondisi sirkulasi udara yang lancar menyebabkan kesehatan murai batu dapat selalu terjaga termasuk suaranya. Dan bila sebaliknya kondisi sirkulasi udara yang buruk di mana murai batu berada di tempat yang pengap akan membuat murai terserang pernapasannya sehingga membuat suaranya menjadi serak. Sehingga penting memperhatikan kondisi sirkulasi udara bagi murai batu untuk menghindarkan dari hal-hal yang tak membuat nyaman murai batu.

Dari mengetahui penyebab suara murai batu menjadi serak dapat membuat Anda tepat dalam penanganannya sehingga kondisi suara murai batu bisa berkicau tanpa masalah. Karena siapapun tidak ada yang ingin melihat murai batu kesayangannya mengalami suara yang serak. Dan semoga artikel singkat ini berguna bagi Anda. Terima kasih.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2013/01/19/deteksi-dini-terhadap-kondisi-murai-batu-yang-serak/
gambar :
http://jualbeliburung.com/wp-content/uploads/2013/02/cara-mengatasi-suara-serak-pada-burung-murai-batu.jpg


Related Posts :