Selasa, 22 Juli 2014

Mengenal Jenis-jenis Cacing yang Menyerang Burung Murai Batu - 1

Jika pada artikel yang lalu telah dijelaskan mengenai penyakit cacingan yang menyerang burung murai batu sehingga mengerti dalam penanganannya untuk menyembuhkan burung murai batu yang dijangkiti oleh cacing. Nah, untuk tulisan kali ini akan dijelaskan secara khusus mengenai berbagai jenis cacing yang biasanya menyerang burung ocehan termasuk burung murai batu.

Cacing yang menyerang burung murai batu akan menyebabkan burung mengalami kekurusan atau kehilangan berat badannya diakibatkan nutrisi makanan yang masuk ke dalam tubuh burung murai batu diserap oleh cacing yang ada di dalamnya. Sehingga burung murai batu akan tampak kurus, lemas, dan bulunya mengalami kerontokan. Sedari itu memang bagi para pecinta burung ocehan termasuk burung murai batu diharapkan mengenal jenis-jenis cacing yang biasanya menyerang burung murai batu termasuk gejala yang dialami oleh burung murai batu.

Jenis-jenis cacing yang biasanya menjangkiti tubuh burung ocehan termasuk burung murai batu ialah cacing rambut, cacing gelang, cacing tenggorokan, dan cacing pita. Masing-masing dari jenis cacing tersebut akan memberikan gejala yang berbeda-beda bagi burung murai batu yang dijangkitinya. Sedari itu simaklah artikel ini sampai tuntas untuk mengulas satu per satu dari jenis-jenis cacing tersebut yang dapat menyebabkan burung murai batu bisa sakit.

Cacing rambut



Cacing rambut mempunyai nama ilmiah Tubifex Sp adalah jenis cacing yang hidup di tempat-tempat yang banyak mengandung bahan organik dengan berkumpul secara berkoloni atau berkelompok. Ukuran cacing rambut ialah sekitar 1 sampai 3 cm dan berwarna merah. Umumnya cacing ini menjadi santapan bagi ikan-ikan yang hidup di selokan karena keberadaan cacing rambut juga ada di selokan. Karena dalam tubuh cacing rambut terdapat kandungan protein sebanyak 57 % dan lemak sekitar 13 % sehingga sangat bagus untuk ikan yang memakannya.

Cacing rambut mempunyai jenis kelamin ganda yakni terdapatnya testis dan ovarium di tubuhnya sedari itu hewan ini bersifat hermafrodit. Tapi walaupun cacing rambut mempunyai dua kelamin dalam tubuhnya, ia juga membutuhkan sperma dari cacing rambut lain setelah terjadi pembuahan maka cacing tersebut akan bertelur untuk berkembang biak.

Bagi burung murai batu yang terjangkit cacing rambut di dalam tubuhnya akan mengalami gejala berupa diare. Dan juga jika satu burung sudah terjangkit oleh cacing rambut maka burung lain yang ada di dalam kandang akan terjangkit oleh cacing rambut tersebut. Sedari itu jika burung murai batu mengalami diare sebaik mungkin diobati dan pisahkan dari burung lain yang sekandang dengannya.

Burung murai batu yang dijangkiti oleh cacing rambut penyebabnya berasal dari berbagai faktor diantaranya kondisi kandang yang kotor, pakan yang sudah tidak layak, dan minuman yang tidak diganti. Sedari itu memang kebersihan kandang, pakan murai batu, dan kebersihan murai batu adalah kunci untuk menjauhkan cacing rambut menjangkit burung murai batu.

Cacing gelang



Burung murai batu yang terjangkit oleh cacing gelang akan mengalami gejala kekurangan darah (anemia) sehingga burung akan tampak pucat dan lesu atau tidak bersemangat untuk beraktivitas. Cacing gelang biasanya hidup dalam usus makhluk hidup yang ditinggalinya dengan hidup berkelompok dan malas berpindah tempat. Sehingga akibatnya burung murai batu atau burung ocehan lainnya yang terjangkit cacing gelang akan mengalami rasa sakit pada bagian perutnya karena tersumbatnya saluran pencernaan untuk memproses makanan yang masuk. Sedari itu bila berlangsung lama burung murai batu bisa akan mati karena menahan rasa sakit di bagian ususnya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/artikel-lengkap/peta-penyakit-burung/#jenis
http://forum.pertanianku.com/forum/perikanan/pakan-ikan/214-mengenal-cacing-sutera

Gambar:
http://www.bebeja.com/7-langkah-beternak-cacing-sutra/
http://majalahkesehatan.com/wp-content/uploads/2010/07/cacing-gelang.jpg


Related Posts :