Selasa, 12 Agustus 2014

Cara Ampuh dalam Mengobati Murai Batu yang Serak

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya berjudul ”Penjelasan Seputar Penyebab Murai Batu yang Mengalami Serak”, dan pada artikel kali ini penulis akan membahas solusinya, yaitu cara dalam mengobati Murai Batu yang mengalami serak.

Nah, mengobati Murai Batu yang serak sebenarnya bukan perkara yang sulit, yang dibutuhkan adalah ketelatenan anda sebagai pemilik untuk benar-benar merawat Murai Batu dengan baik. Pada artikel ini akan dishare dua cara yang dapat anda tempuh guna menghilangkan penyakit serak pada Murai Batu anda. Baik yang diracik secara alami maupun yang menggunakan bantuan obat-obatan.

Alternatif cara ini adalah merupakan cara-cara yang sudah dilakukan para penghobi berpengalaman pada Murai Batu mereka, belajar dari pengalaman itu, kita bisa menerapkan cara-cara tersebut untuk mengobati Murai Batu yang juga terserang penyakit yang sama, yaitu serak.

Cara pertama

Cara ini mungkin akan sedikit membuat anda direpotkan, karena pengobatan ini adalah pengobatan yang dibuat secara sendiri dengan bahan-bahan alami. Jadi anda harus meracik bahan-bahan yang diperlukan tersebut sesuai langkah-langkahnya. Kelebihan dari pengobatan ini, Murai Batu akan sangat aman karena tidak perlu dikhawatirkan adanya efek samping yang akan dialami Murai Batu, itu karena pengobatannya sendiri dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan: siapkan jahe dan kencur masing-masing sebanyak tiga siung. Kemudian siapkan juga garam dapur sebanyak dua sendok makan.

Cara pembuatannya: rebus semua bahan-bahan tersebut (jahe, kencur, garam) dengan takaran air yang digunakan untuk merebus dua gelas air saja. Biar air rebusan mendidih, tunggu sampai air rebusan keliatan keruh dan tercium aroma jahe dan kencurnya barulah anda angkat dan tiriskan.

Cara pemakaiannya: pastikan air rebusan tadi benar-benar sudah dingin, barulah anda saring air rebusan itu dengan menggunakan saringan untuk memisahkan dari kulit-kulit jahe atau kencur yang terkelupas. Air rebusan ini digunakan sebagai pengganti air minum Murai Batu mulai dari pagi sampai sore hari. Anda bisa menaruhnya pada tempat air minum pada sangkar Murai Batu dengan catatan pada malam hari sebaiknya air minum tersebut diganti dengan air minum biasa.

Sebagaimana yang dilakukan Om Irvan Muhammad selaku inspirator, cara ini akan lebih manjur lagi bila pemberian obat serak ini disertai dengan pemberian cacing tanah sebagai ekstra fooding untuk Murai Batu.

Cara kedua

Berbeda dengan pengobatan cara pertama, di cara yang kedua ini pengobatan Murai Batu yang mengalami serak dengan bantuan obat-obatan. Cara ini diterapkan oleh penghobi pengalaman yaitu Om Nando yang kemudian dishare pada forum kicaumania.or.id.

Adapun obat yang dipakai Om Nando yang perlu untuk anda siapkan adalah mucolitik ekspektoran yang model kapsul dengan menggunakan merek SOLMUX. Obat ini sejatinya adalah obat pengencer dahak bagi manusia, bisa anda dapatkan di apotek terdekat. Selain obat ini, anda juga harus menyiapkan air matang 20 ml saja.

Nah, cara pemakaiannya: buka kapsul obat tersebut, lalu ambil isinya, kemudian larutkan pada air matang yang sudah anda siapkan sebelumnya. Pemberian obat ini dilakukan pada pagi hari, setelah dilakukan pengembunan pada Murai Batu. Proses pengembunan ini wajib anda terapkan, dengan catatan sewaktu pengembunan berlangsung keluarkan wadah atau tempat air minum pada sangkar Murai Batu.

Tujuannya memancing Murai Batu untuk haus sehingga memudahkannya untuk meminum air larutan obat. Baru setelah selesai proses pengembunannya, masukkan kembali tempat air minum tadi dengan sebelumnya air pada tempat tersebut sudah anda ganti dengan larutan obat ekspektoran yang sudah anda persiapkan. Lakukan cara ini selama lima hari berturut-turut, mudah-mudahan penyakit serak pada Murai Batu akan hilang.

Tetapi seperti yang dikatakan Om Nando, cara ini ia terapkan berhasil pada Murai Batu yang mengalami serak diakibatkan lendir berlebih pada Murai Batu, bukan serak yang diakibatkan oleh faktor lain apalagi serak yang diakibatkan oleh infeksi, selain dari diakibatkan oleh lendir berlebih, Om Nando tidak menjamin.

Untuk mengetahui apakah penyebab Murai Batu serak diakibatkan lendir berlebih atau tidak, bisa melihat beberapa indikator: pertama, suara kicauan yang berubah dari biasa, kedua meskipun terserang serak pola makan Murai Batu tetap lahap seperti biasa, karena apabila Murai Batu terserang serak akibat infeksi pasti pola makannya akan menurun disebabkan adanya rasa sakit pada tenggorokannya tiap kali menelankan pakan.

Oleh: Roma Doni

Sumber Referensi:
http://andimurai.blogspot.com/p/blog-page_7541.html
http://www.kicaumania.or.id/forums/showthread.php?32044-berbagi-tips-mengatasi-murai-yang-serak/page2


Related Posts :