Senin, 18 Agustus 2014

Jenis-Jenis Murai Batu Ekor Hitam dari Sumatera [Lengkap] - 2

Murai Batu Lasia

Ini merupakan jenis Murai Batu ekor hitam yang masih tetanggaan dengan Murai Batu Simeulu, karena berada di Pulau Lasia, tidak jauh dari Pulau Simeulu tepatnya di bagian tenggara. Mungkin karena masih satu wilayah (Aceh) itu, secara fisik postur yang dimiliki Murai Batu Lasia tidak berbeda jauh dengan Murai Batu Simeulu.

Perbedaan yang paling mencolok ada pada ukuran tubuhnya, di mana Murai Batu Lasia berpostur lebih besar ketimbang Murai Batu Simeulu. Dan juga, di bagian ekor Murai Batu Lasia ada noktah putih tepat di bagian bawah tengah ekornya, tetapi keseluruhan warna ekor masih didominasi oleh warna hitam yang pekat. Untuk ukuran panjang ekornya juga lebih panjang dari Murai Batu Simeulu yaitu 14-16 cm.

Mengenai kualitas antara keduanya, secara umum hampir sama kemampuannya. Ini karena faktor lingkungan habitatnya berada diwilayah yang berdekat. Sementara, perihal besar kecil ukuran postur tubuh yang berbeda dalam hal ini tidak terlalu memengaruhi kemampuan kicauannya maupun mentalnya.



Murai Batu Mentawai

Bila Murai Batu Lasia memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Murai Batu Simeulu, maka jenis Murai Batu Mentawai ini mempunyai kemiripan dengan Murai Batu Nias. Bahkan saking miripnya, hampir tidak bisa diketahui secara spesifik perbedaan kedua jenis ini. Sampai-sampai, ada anggapan Murai Mentawai adalah Murai Batu Nias yang dibawa ke kepulauan Mentawai, atau juga sebaliknya.

Hanya bila disejajarkan dengan Murai Batu Nias, ukuran tubuhnya agak sedikit lebih kecil. Bila Murai Batu Nias berukuran tubuh L, maka ukuran tubuh Murai Batu Mentawai adalah M, sedang ukuran S untuk Murai Batu Simeulu. Sekilas melihat pada panjang ekornya sendiri kita bisa membedakannya, Murai Batu Mentawai memiliki ekor berukuran 13-15 cm, namun itu juga tidak bisa dijadikan patokan yang pasti karena beberapa Murai Batu Mentawai ada juga ditemui berukuran ekor panjang 20-25 cm seperti Murai Batu Nias. Murai Batu ini banyak ditemui di Pulau Pagai. Pulau Pagai adalah salah satu dari empat gugusan dari kepulauan Mentawai. Maka sebagian ada yang menyebutnya Murai Batu Pagai atau juga Murai Batu Mentawai.

Sebagai salah satu jenis Murai Batu berekor hitam, ciri ekor Murai Batu Mentawai benar-benar hitam polos tidak ada ditemui noktah putih pada bulu ekornya seperti Murai Batu Lasia. Kelebihan dari Murai Batu Mentawai adalah bernyali fighter tinggi, mampu bersaing dengan Murai Batu jenis lainnya.



Karakter suara kicauannya adalah berkarakter pedas dengan irama yang rapat serta panjang ngeroll tapi irama tetap menyambung. Mampu menerima isian berbagai burung kicauan lainnya dan membawakan isian yang ada dengan paduan variasi kicauan yang merdu. Gaya bertarungnya juga ngeply, kadang-kadang suka bergaya sujud ke bawah seperti gaya khas Murai Batu Simeulu.

Beli buku terkait



Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
Pic 3 dan 4 : http://cantiknanmerdu.blogspot.com/2014/03/ragam-murai-batu-blacktail.html
Referensi Tulisan :
http://omkicau.com/2012/12/27/ragam-murai-batu-ekor-hitam-di-sumatera/
http://omkicau.com/2014/04/02/mercon-murai-blacktail-dari-mentawai-yang-tak-pernah-gentar-melawan-mb-mapan/
http://balakdigdaya.blogspot.com/2013/09/murai-batu-mentawai.html dan beberapa sumber lainnya.


Related Posts :