Selasa, 19 Agustus 2014

Jenis-Jenis Murai Batu Ekor Hitam dari Sumatera [Lengkap]-3

Murai Batu Lampuyang

Lampuyang adalah nama daerah di Pulau Breueh, Aceh. Murai Batu yang hidup di daerah ini diberi nama Murai Batu Lampuyang dan merupakan jenis Murai Batu ekor hitam. Nah, untuk Murai Batu Lampuyang kita tidak terlalu sulit membedakannya. Tinggal melihat corak balak warna ekor pada bagian bawahnya saja.

Murai Batu ini memiliki 6 pasang ekor yang cukup panjang yaitu 18-22 cm. Dari 6 bulu ekor tersebut terdiri dari 3 ekor pada bagian ujung belakang berwarna hitam, dan 3 ekornya lagi berwarna putih di dekat pangkal kloaka. Semua jenis Murai Batu Lampuyang pasti memiliki ciri-ciri itu.

Ukuran bentuk badan Murai Batu ini tergolong sedang, dengan ekor yang tebal dan kaku. Kondisi itu diiringi dengan kemampuan Murai Batu Lampuyang yang berciri karakter kicauan bervolume keras yang menekan, dengan gaya bertarung yang cenderung agresif. Tidak jarang dengan ciri bertarung serta kemampuan yang dimilikinya itu dapat membuat lawan menjadi drop atau nge-betmen ketika di lapangan.



Murai Batu Sabang

Dari semua jenis Murai Batu ekor hitam yang ada, jenis Murai Batu Sabang yang paling langka ditemui untuk saat ini. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) juga telah melarang perdagangan Murai Batu Sabang di luar dari wilayah NAD untuk menjaga populasinya agar tidak punah.

Dikenal dengan nama Murai Batu Sabang, Murai Batu ini berkembang biak di Pulau Weh. Pulau Weh berlokasi di Laut Andaman pulau paling barat dari wilayah Aceh. Di mana berhadapan langsung dengan negara Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Murai Batu jenis ini cenderung mempunyai kesamaan dengan Murai Batu Lampuyang, dengan adanya corak balak pada ekor yang bisa ditemui setiap jenisnya. Hanya saja, variasi corak hitam putih pada ekor Murai Batu Sabang lebih bervariasi. Ada yang tiga helai hitam dan tiga helai putih pada ekornya, ada juga yang bercorak balak dengan empat helai hitam dan dua helai bulu berwarna putih. Dengan pola ekor yang begitu disertai dengan ukuran ekornya yang panjang menjuntai (20-25 cm), Murai Batu Sabang jadi terlihat penuh karismatik.



Kebanyakan postur tubuh Murai Batu Sabang agak ramping memanjang dengan leher yang jenjang. Besaran ukuran tubuh Murai Batu sabang sedikit lebih kecil ketimbang Murai Batu Lampuyang. Untuk kemampuan kicauannya tidak perlu diragukan. Dikenal dengan ciri karakter suara kicauannya yang keras, dengan tipe kicauan ngeroll dengan dominan tembakan-tembakan suara kicauan yang nyaring dan bening.

Mental burung ini juga bermental petarung, cocok sekali untuk dibawa ke arena lomba. Cuma karena populasi yang mulai langka, beberapa kontes lomba burung kicauan sudah tidak menyertakan lagi kategori untuk jenis ini, sebab peserta lombanya yang minim.

Beli buku terkait



Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
Pic 5 : http://kicauan.files.wordpress.com/2012/12/mbeh-lampuyang.jpg
Pic 6 : http://cantiknanmerdu.blogspot.com/2014/03/ragam-murai-batu-blacktail.html
Referensi Tulisan :
http://omkicau.com/2012/12/27/ragam-murai-batu-ekor-hitam-di-sumatera/
http://balakdigdaya.blogspot.com/2013/09/murai-batu-lempuyang.html
http://balakdigdaya.blogspot.com/2013/09/murai-batu-sabang.html
http://muraibatuaceh.blogspot.com/2013/12/murai-batu-sabang.html dan beberapa sumber lainnya.


Related Posts :