Kamis, 14 Agustus 2014

Mengulas Penyakit Berak Kapur pada Burung Murai Batu

Penyakit yang menyerang burung ocehan termasuk burung murai batu mempunyai jenis yang sangat beragam diantaranya sakit mata, cacingan, jamuran, kutuan, berak kapur, dan banyak lagi. Sehingga burung murai batu yang dijangkiti oleh berbagai jenis penyakit tersebut akan terganggu kesehatannya dan bisa menyebabkan kematian bila penyakit tersebut terlampau berbahaya serta lambat dalam penanganannya. Ada satu jenis penyakit yang cukup berbahaya yang ditakuti oleh para pemelihara burung ocehan termasuk burung murai batu ialah penyakit berak kapur.

Penyakit berak kapur yang menyerang burung murai batu dan berbagai burung ocehan lainnya ialah sejenis penyakit menular yang bisa menjangkiti burung atau unggas lain yang ada di sekitar burung yang terkena penyakit berak kapur tersebut. Sehingga bila burung murai batu sudah terkena penyakit berak kapur maka lekas-lekas diasingkan ke tempat tersendiri agar tidak menular ke burung ocehan yang lain. Penyakit berak kapur disebut juga sebagai penyakit pullorum atau ada juga yang menyebutnya dengan nama salmonellosis yang ciri-ciri paling jelas dari penyakit ini ialah kotoran burung murai tampak berwarna putih berair seperti kapur. Umumnya penyakit ini menyerang burung atau unggas pada usia belia yang akibatnya bisa menimbulkan kematian massal pada burung/unggas yang diserang. Tapi walaupun demikian pada burung atau unggas yang sudah dewasa penyakit ini cukup ampuh untuk membuat burung dewasa menjadi lemas, tidak bernafsu makan, dan bahkan harus mati.

Gejala-gejala ditunjukkan oleh burung murai batu yang telah mengidap penyakit berak kapur ialah burung murai batu lebih suka berada di pojok kandang, lemas, tidak nafsu makan, mata sering ditutup, kotoran berair/encer yang tampak berwarna putih seperti kapur, bulu terlihat kusam dan sayap menggantung, bagian duburnya ada bercak warna putih seperti kapur, dan telor sulit untuk ditetaskan oleh induknya. Sedangkan penyebab burung murai batu dan berbagai jenis burung ocehan dijangkiti oleh penyakit berak kapur ialah kondisi kandang yang kotor sehingga kuman dan bakteri bermunculan lalu masuk ke dalam tubuh burung murai batu melalui makanan. Penyebab lainnya ialah perubahan cuaca yang tidak menentu antara dari musim panas ke musim penghujan yang mengakibatkan burung murai batu mengalami perubahan suhu yang dapat menyebabkan tubuhnya kedinginan dan masuk angin. Sedari itulah tentunya kebersihan kandang harus selalu diperhatikan sehingga bisa meminimalisir penyebaran penyakit berak kapur.


Gambar: Bercak putih adalah contoh penyakit berak kapur

Sedangkan untuk mencegah penyebaran penyakit berak kapur atau menjauhkan burung murai batu dihinggapi oleh penyakit berak kapur dapat memperhatikan penjelasan berikut ini: bersihkan kandang, tempat makanan, dan tempat minum burung murai batu, serta rajin memandikan burung murai batu. Berikan makanan tambahan untuk burung murai batu seperti vitamin atau multi vitamin guna menambah stamina dan membangkitkan nafsu makan burung murai batu, jangan kawinkan burung murai batu yang sudah terjangkit berak kapur dengan burung murai batu yang tidak terjangkit karena penyakit berak kapur ini sifatnya mudah menular. Dan yang paling terpenting ialah isolasi atau asingkan burung murai batu yang terjangkit penyakit berak kapur ke kandang tersendiri untuk diobati dan dirawat.

Penyakit berak kapur yang menyerang bagian pencernaan burung murai batu dapat diobati dengan diberikan antibiotik yang tepat yang sesuai anjuran dokter hewan. Letakkan burung murai batu dikandang tersendiri dan berikan lampu penyinar di bagian atas kandangnya. Dapat juga dioleskan madu pada jangkrik atau belalang yang akan dimakan oleh burung murai batu. Sehingga perut murai batu akan hangat dan bisa mengurangi nyeri pada perut burung murai batu.

Demikianlah penjelasan mengenai penyakit berak kapur yang sangat mematikan dan berbahaya bagi burung murai batu dan burung ocehan lainnya. Sehingga dengan membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan bagi kita sedari itu bisa menjauhkan burung murai batu kita dari penyakit berak kapur yang bisa menular.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2010/07/23/berak-kapur-sangat-menular-dan-berbahaya-bagi-burung/
http://ronggolawe.info/pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-pullorum-berak-kapur/

Gambar:
http://tipspetani.blogspot.com/2013/04/penanganan-berak-kapur-pada-burung.html


Related Posts :