Jumat, 15 Agustus 2014

Mengulas Penyakit ‘Snot’ yang Menyerang Burung Murai Batu

Mengenal berbagai jenis penyakit yang menjangkiti burung murai batu dan burung ocehan lainnya adalah sesuatu yang sangat penting bagi pecinta burung ocehan. Alasannya cukup sederhana yakni agar bisa menangani secara cepat bila burung murai batu peliharaan Anda terkena penyakit baik yang berbahaya ataupun hanya kecapaian saja. Sehingga kesalahan fatal yang bisa menimpa burung murai batu dapat dihindarkan dan bisa melihatnya terus berkicau merdu.

Ada beberapa jenis penyakit yang umumnya dikenal oleh pecinta burung ocehan diantaranya adalah cacingan di perut dan mata, berak kapur, kaki berkerak, kutuan, dan snot pada mata. Berbagai jenis penyakit tersebut menunjukkan gejala yang berbeda-beda dan juga mempunyai tingkat resiko yang berbeda pula. Dari jenis-jenis penyakit tersebut dalam artikel ini akan mengulas salah satu jenis penyakit yang telah lama diketahui dan merupakan penyakit yang cukup berbahaya bagi burung ocehan yang mengidapnya. Adapun nama penyakit itu adalah Snot.

Mungkin sebagian dari pecinta burung murai batu sudah mengenal mengenai penyakit snot yang terkait dengan gejala yang ditimbulkannya, reaksi burung murai batu, dampaknya, pencegahan, dan cara mengobatinya. Artikel ini coba mengulas mengenai penyakit snot dan seluk beluknya secara jelas dan rinci yang mudah-mudahan dapat membantu para pecinta burung murai batu untuk mengenali penyakit ini.

Penyakit Snot adalah terjadinya pembengkakan pada mata yang mengeluarkan cairan yang disebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Penyakit snot disebabkan oleh penularan bakteri yang bernama Haemophillus Gallinarum yang timbul karena pengaruh perubahan cuaca yang tidak menentu. Di samping itu penyebab lainnya dari pertumbuhan bakteri Haemophillus Gallinarum juga diakibatkan dari kondisi sangkar yang jorok, buruknya sirkulasi udara, dan kondisi makanannya yang buruk kualitasnya.



Penyakit Snot yang menyerang burung murai batu dan burung ocehan lainnya bersifat menular artinya jika satu burung murai atau burung ocehan lain telah terjangkit penyakit snot maka burung murai batu yang lain yang berada di sekitarnya juga akan terjangkit penyakit tersebut. Penyakit snot mempunyai gejala-gejala yang dapat dikenali dari burung murai batu yang telah mengidapnya. Gejala-gejala tersebut adalah mata bengkak dan mengeluarkan cairan berlendir, bagian kelopak mata tampak kemerahan dan burung akan menggaruk-garukkan matanya yang bengkak tersebut ke jeruji sangkarnya. Pada bagian hidungnya keluar cairan berlendir seperti ingus dan mukanya membengkak, kotorannya akan tampak encer dengan warna yang tidak normal serta baunya yang tidak sedap, burung akan kehilangan nafsu makannya secara drastis dan tampak lemah serta kehilangan berat badannya.

Bagi burung murai batu yang telah positif mengidap penyakit snot segera diasingkan dari burung murai batu yang lain dan bersihkan kandang/sangkarnya sampai bersih, burung murai batu yang sakit dapat diberikan antibiotik dengan aturan pakai yang tepat, dan berikan juga multi vitamin untuk memperbaiki nafsu makan dan kekebalan tubuhnya. Pengobatan bagi murai batu yang mengidap penyakit snot bisa dilakukan setiap hari dengan diberikan antibiotik yang sesuai untuk menyembuhkan penyakit snot dan juga tempatkan burung murai batu yang sakit ditempat yang khusus atau tersendiri dengan diberikan penghangat.

Penularan dari penyakit snot dapat berlangsung akibat kontak langsung antara burung murai batu yang sudah sakit snot dengan burung murai batu yang masih sehat dan penyebaran penyakit ini juga bisa melalui makanan, cuaca, kondisi sangkar, kerodong, dan minumannya. Dan juga yang perlu ditekankan adalah penyakit snot ini dapat menyebabkan resiko kematian bila sampai 2 minggu tidak mendapatkan penanganan apapun untuk mengobatinya. Dan untuk pencegahan bagi burung murai batu yang masih sehat agar tidak terjangkit penyakit snot dapat dilakukan berbagai cara diantaranya: jaga kebersihan kandang/sangkar, jaga kualitas makanan dan berikan asupan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi, dan berikan multi vitamin yang terdapat dalam bentuk olahan atau dari makanan.

Sekianlah penjelasan mengenai penyakit Snot yang sudah dijelaskan dari pengertiannya, gejala yang ditimbulkannya, dampaknya, dan pencegahan penularan penyakit tersebut. sedari itu dengan membaca artikel ini diharapkan bisa menambah pengetahuan kita mengenai penyakit snot dan cepat dalam penanganannya. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://www.orbird.com/2013/11/cara-mengatasi-dan-mengobati-snot-pada.html
http://ternak.org/cara-mengobati-penyakit-snot

Gambar:
http://kicauan.files.wordpress.com/2012/11/snot.jpg


Related Posts :