Selasa, 05 Agustus 2014

Penjelasan Seputar Penyebab Murai Batu yang Mengalami Serak -2

  • Kebersihan kandang yang tidak terjaga

    Kandang yang kotor berpotensi besar membuat Murai Batu terserang serak. Hal ini bisa disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena banyak debu yang menempel pada sangkar, sehingga bila ada angin datang, debu tersebut berserakan dan berkemungkinan terhirup oleh Murai Batu lalu menimbulkan gangguan pernapasan.

    Kedua, oleh karena kotoran Murai Batu itu sendiri. Kotoran burung yang menumpuk menghasilkan gas ammonia. Pada kandungan kadar gas yang tinggi, gas ammonia tidak hanya dapat mengganggu pernapasan, melainkan juga bisa menyerang paru-paru. Dengan begitu, kebersihan sangkar harus juga menjadi perhatian anda untuk menghindari Murai Batu terserang penyakit ini.

  • Perlunya membersihkan kandang yang kotor

  •  Pemilik tidak peka terhadap perubahan musim

    Pergantian Musim (pancaroba) antara musim panas dan musim penghujan berpengaruh terdapat kondisi Murai Batu, hal inilah yang harusnya diketahui oleh para pemilik Murai Batu. Seperti di musim penghujan, musim ini Murai Batu rentan sekali untuk terserang penyakit seperti radang pernapasan, suara serak, pilek sampai juga pada penyakit tetelo.

    Jika sudah masuk musim penghujan, perawatan harian seperti penjemuran dan pemandian sebaiknya tidak perlu dilakukan. Murai Batu akan lebih aman jika pada sangkarnya diberi Full kerodong. Kemudian pada musim ini juga perhatian anda untuk sering melihat kesegaran pakan, karena di musim penghujan pakan olahan seperti voer menjadi cepat basi.

    Begitupun bila yang terjadi musim panas tiba. Letakkan sangar pada daerah yang teduh, perawatan harian seperti penjemuran dan pemandian perlu dilakukan untuk menjaga kesegaran Murai Batu agar tetap fit. Namun apabila cuaca sedang banyak angin, lebih baik Murai Batu tidak perlu dijemur dahulu, diangin-anginkan sebentar saja, lalu sangkarnya dikerodong sebagiannya.


  • Serak akibat infeksi saluran pernapasan

    Kadang serak pada Murai Batu juga disebabkan karena sudah adanya gangguan pada saluran pernapasan yaitu berupa infeksi. Apabila benar telah terjadi infeksi, penyakit serak tersebut menjadi sedikit sulit untuk disembuhkan. Ada beberapa jenis penyakit infeksi saluran pernapasan pada burung, namun yang sering terjadi yaitu penyakit psittacosis dan penyakit tungau kantung udara.

    Penyakit psittacosis adalah infeksi gangguan pada pernapasan yang disebabkan oleh jamur Chlamydia psittaci. Tidak hanya membuat burung menjadi serak, penyakit ini juga dapat membuat burung macet berbunyi. Mengenali gejala ini penyakit ditandai dengan keluarnya cairan lendir dari paruhnya, suaranya kicauan terdengar mampet, burung seperti mengalami gejala sedang pilek. Penyakit ini sifatnya menular, jadi sebaiknya burung yang terserang harus dijauhkan dari burung yang sehat agar yang lain tidak ikutan terserang juga.

    Kemudian penyakit tungau kantung udara, yang disebabkan oleh parasit tungau. Parasit ini sering hinggap pada tubuh burung yaitu pada bagian kantung udara, sehingga disebutlah penyakit tungau kantung udara.


    Parasit tungau pada kantung udara

    Gejala yang ditimbulkannya pada umumnya seperti burung mengalami serak, dan kadang ketika berbunyi mendadak suka kehilangan suara. Gejala fisiknya, burung yang merasa tidak nyaman biasanya akan gelisah dalam sangkar, sering menaik-turunkan ekornya, dan memegarkan kedua sayapnya.

    Tentunya kedua penyakit infeksi saluran pernapasan ini timbul tidak terlepas dari faktor kebersihan sangkar Murai Batu. Kedua penyakit inilah yang harus diwaspadai pada sangkar Murai Batu yang kotor.

Pada artikel selanjutnya penulis akan membahas cara-cara yang ampuh dalam mengobati Murai Batu yang serak.

Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
Pic 4 : http://www.majalahburungpas.com/top-ilmiah-kita/bersihkan-kotoran-burung-agar-burung-lebih-sehat.html
Pic 5 : http://hamsterindonesia.wordpress.com/category/info-burung-indonesia/page/16/
Pic 6 : http://omkicau.com/2012/11/27/tungau-ku-bikin-burung-susah-bernafas-dan-mogok-bunyi/
Sumber Referensi :
https://www.facebook.com/notes/hobi-burung-kicauan-dan-penangkaran/deteksi-dini-terhadap-kondisi-murai-batu-yang-serak-omkicaucom/10151372276541400
http://sklbirdfarm.com/2012/08/25/penyebab-dan-mengatasi-murai-batu-yang-terserang-serak/


Related Posts :