Selasa, 07 Oktober 2014

Mengenali Penyebab Kebotakan Pada Burung Murai Batu

Burung murai batu merupakan burung primadona bagi para pecinta burung ocehan di Indonesia dan di luar negeri seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan masih banyak lagi. Betapa tidak, karena burung murai batu adalah tipe jenis burung yang mudah untuk dilatih atau cepat jinak kepada pemiliknya dan mempunyai kicauan yang merdu yang sulit ditandingi oleh burung ocehan jenis lainnya. Sehingga bagi para pecinta burung ocehan sangat menginginkan burung ini untuk dirawat dan dilatih agar bisa berkicau dengan merdu serta dapat diperlombakan pada kontes burung ocehan. Dari itu perawatan untuk burung murai batu pun mendapatkan perhatian serius dari pemiliknya baik untuk kesehatan tubuhnya, keindahan bulu-bulunya, dan terkhusus mengenai suaranya.

Tapi terkadang juga burung murai batu pun dapat terkena musibah yang tak diinginkan oleh si pemiliknya yaitu berupa penyakit. Penyakit yang bisa menyerang burung murai batu jenisnya sangat banyak sekali seperti sakit mata, kaki berkerak/jamuran, cacingan, serak suara, dan masih banyak lagi. Dan ada satu jenis penyakit lagi yang bisa menyerang burung murai batu yaitu kerontokan bulu pada bagian kepalanya yang bisa menyebabkan botak atau gundul. Tentu ini tidak diinginkan oleh para pemilik burung murai batu yang mempunyai burung murai batu tanpa bulu di kepalanya yang akibatnya burung murai batu bisa tampak stres dan mengganggu moodnya untuk dapat berkicau lagi. Penyakit ini seringnya menyerang unggas seperti ayam tapi penyebarannya juga bisa menyerang burung ocehan termasuk burung murai batu. Ciri-ciri dari penyakit ini ialah terjadinya kerontokan bulu-bulu khusus di bagian kepala burung murai batu setelah itu kulit kepala menjadi keras dan menutupi pori-pori tempat bulu tumbuh dan lama kelamaan terjadi kebotakan.



Nah, artikel ini akan mengulas mengenai penyebab kebotakan yang terjadi pada burung murai batu yang dituliskan satu per satu. Dari itu sangat penting agar membaca artikel ini sampai akhir karena bisa membantu para pemilik burung ocehan dapat mengenali penyebabnya. Dan ini lah penjelasannya:

  • Kurangnya Asupan Nutrisi

    Burung murai batu sangat memerlukan berbagai nutrisi atau gizi bagi tubuhnya. Tujuan pemenuhan nutrisi tersebut tak lain agar kesehatannya selalu terjadi dan bisa menangkal berbagai penyakit yang akan menghinggapinya. Kekurangan nutrisi sangat fatal bagi burung murai batu terutama saat masa mabung sedang dialaminya. Terjadinya kerontokan bulu pada saat mabung terjadi sangat diperlukan perlakuan khusus untuk burung murai batu yakni dengan dipenuhinya nutrisinya yang bisa berupa pemberian makanan yang mengandung protein, iodium, kalsium, dan vitamin D. Sebab nutrisi-nutrisi tersebut sangat membantu untuk mempercepat pertumbuhan bulu-bulu yang telah mengalami kerontokan. Dan dapat dituliskan adalah inilah menjadi penyebab pertama mengapa kebotakan terjadi pada burung murai batu karena kekurangan nutrisi yang dibutuhkannya.

  • Terjadinya perubahan suhu

    Suhu sangat berpengaruh pada burung ocehan yang bisa memengaruhi kesehatan tubuhnya termasuk membantu atau merusak bulu-bulunya. Suhu yang berubah terlalu ekstrim seperti terlalu lembab dapat mengakibatkan bulu-bulu burung murai batu dapat rontok yang menyerang kepalanya. Termasuk juga burung yang terlalu lama diletakkan dalam tempat yang gelap atau kurang sinar matahari mengakibatkan tubuhnya kekurangan nutrisi dari sinar matahari yang bisa merusak bulu di bagian kepalanya.

  • Terlalu dipaksakan bereproduksi

    Burung murai batu yang berjenis kelamin betina akan mengalami musim kawin dan setelah itu akan bertelur lalu menetaskan burung murai batu yang baru. Tapi jika terlalu dipaksakan agar burung murai batu yang betina selalu bertelur/bereproduksi akibatnya ialah bulu-bulu di bagian kepalanya mengalami kerontokan dikarenakan kekurangan nutrisi dan stres yang mengikatnya.

  • Penyakit yang menyerangnya

    Burung murai batu yang terkena penyakit seperti tungau yang berkeliaran di atas kepalanya dan penyakit jamuran dapat mengakibatkan kerusakan pada kulitnya yang akibatnya bulu-bulunya pun rontok satu per satu sampai terlihat botak. Hal ini bisa didasari dari kotornya kandang atau minimnya perawatan terhadap burung murai batu dan kandangnya.

Nah, itulah penyebab mengapa burung murai batu mengalami kebotakan di kepalanya. Dan setelah membaca artikel ini para pembaca mengetahui mengenai penyebabnya sehingga dapat mengatasinya dengan diberikan obat yang tepat bila terlanjur terkena serta dapat diantisipasi agar penyakit ini jangan sampai menyerang. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2014/08/23/mencegah-dan-mengatasi-kebotakan-pada-burung-kicauan/

Gambar:
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/79228-peneliti_temukan_spesies_burung_gundul


Related Posts :