Kamis, 29 Januari 2015

Menguak Kebenaran Mitos Murai Batu

Saking terkenal dan istimewanya burung Murai Batu, kerap memunculkan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Di mana mitos-mitos tersebut sering dijadikan acuan dalam memilih Murai Batu. Padahal kebenaran akan mitos itu masih diragukan adanya. Namun sebagaimana masyarakat Indonesia yang masih berpegang teguh dengan adat-istiadat tradisi tentunya keberadaan mitos-mitos itu masih tetap dipercaya.

Ada beberapa mitos Murai Batu yang berkembang, diantaranya : mitos Murai Batu berkaki hitam yang dipercaya memiliki mental tarung yang tinggi, mitos Murai Batu ekor bercabang yang dipercaya berkarakter sulit jinak atau susah diatur, mitos Murai Batu berkepala kotak yang dipercaya berkarakter sangat cerdas. Mitos-mitos ini tentunya hanya anggapan semata yang sifat kebenarannya hanya sepihak dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Adapun jika kemudian mitos-mitos tersebut ada yang benar atau terjadi pada salah seekor murai batu tentunya itu hanya sekedar kebetulan belaka. Tidak langsung otomatis akan berlaku pada semua Murai Batu yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan mitos yang disebutkan. Oleh karenanya, beberapa mitos yang berkembang sering menemui titik buntu ketika ternyata apa yang disebutkan mitos yang ada itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Pada artikel kali ini, akan menguak kebenaran dari mitos Murai Batu yang berkembang di masyarakat :

  • Mitos Murai Batu kepala kotak berkarakter lebih cerdas
    Perlu diketahui, bentuk kepala tidak bisa menjadi ukuran akan kecerdasan burung tersebut. Yang menentukan akan kecerdasan itu adalah volume otak. Semakin besar volume otak burung maka HVC (High Vocal Center) yang terkandung di dalamnya juga akan lebih besar. HVC inilah yang berperan penting sebagai faktor yang menentukan kecerdasan seekor burung.
  • Mitos Murai Batu ekor cabang memiliki karakter sulit jinak, susah diatur, dan tidak stabil
    Mitos ini juga tidak benar adanya. Pada dasarnya karakter sulit jinak, susah diatur, dan tidak stabil itu memang sudah menjadi karakter yang umum/bawaan pada Murai Batu. Apalagi jika Murai Batu tersebut adalah hasil dari penangkapan liar. Sehingga yang membedakan karakter Murai Batu yang satu dengan yang lain adalah akumulasi dari pola perawatan, ditambah usia burung, pelatihan atau pemeliharaan, dan bakat.
  • Mitos Murai Batu berkaki hitam dipercaya memiliki mental tarung yang tinggi
    Sama dengan penjelasan sebelumnya, warna kaki juga tidak memiliki pengaruh terhadap mental atau apapun itu. Segala hal yang berkaitan dengan mental burung, tidak bisa terlepas dari pola perawatan, latihan, usia, dan bakat. Kalau mental tarung Murai Batu yang anda miliki sangat lemah, pasti karena ada kesalahan dalam perawatan yang anda lakukan.
  • Mitos Murai Batu berbadan besar memiliki kemampuan berkicau yang merdu dan kuat
    Kemampuan berkicauan murai batu tidak ditentukan oleh ukuran tubuhnya, besar atau tidak. Melainkan dipengaruhi oleh organ-organ pendukung, terutama kapasitas air sac (kantung udara), juga kemampuan pita suaranya. Jika organ kantung udara dalam tubuh burung tersebut besar, maka akan mampu mengeluarkan volume suara kicauan yang kuat dan panjang. Begitu juga jika burung tersebut memiliki pita suara yang baik, jelas suara kicauannya akan merdu pula.
  • Mitos Murai Batu berleher tebal memiliki volume suara yang tinggi
    Kalau mitos ini sebenarnya tidak cenderung salah, karena leher yang tebal dan padat berisi memang mendukung Murai Batu akan volume suara kicauan yang lebar. Akan tetapi juga bukan suatu kesimpulan yang pasti jika semua Murai Batu berleher tebal, suara kicauannya akan bervolume tinggi dan kuat.
  • Mitos Murai Batu bermata melotot dipercaya mudah beradaptasi
    Jelas saja, mitos ini sangat tidak benar. Lagi pula pertanyaannya bisakah kita secara kasat membedakan mata melotot pada Murai Batu mana yang tidak, tentu sulit. Jika Murai Batu yang anda miliki ternyata mudah beradaptasi, bisa saja itu karena perlakuan anda yang sangat baik pada Murai Batu itu, dan didukung pula oleh suasana lingkungan yang nyaman.
  • Mitos Murai Batu berparuh pendek dan tipis, berkarakter rajin berkicau dan suara-suara kicauannya melengking
    Ini juga mitos yang belum tentu kebenarannya. Karena kebanyakan struktur paruh yang bagus itu, apabila dengan ciri-ciri : paruh berukuran sedang, pangkal paruh lebar, dan paruh paruh lurus. Paruh yang berciri seperti ini cenderung mampu membawakan suara kicauan dengan merdu dan baik.

Demikianlah pembahasan tentang kebenaran mitos-mitos Murai Batu yang berkembang di masyarakat. Semoga ulasan ini menyadarkan penghobi untuk tidak terlalu menjadikan mitos-mitos sebagai patokan satu-satunya untuk menilai kemampuan Murai Batu.

Oleh : Roma Doni
Referensi :
1. http://komunitasblacktail.blogspot.com/2012/02/mitos-dan-anggapan-salah-seputar-burung.html
2. http://www.muraibatu.link/2013/05/beberapa-mitos-mengenai-burung-murai.html


Related Posts :