Selasa, 30 Agustus 2016

Manfaat Terapi Mandi Hujan Bagi Murai Batu

Selain terapi suara air, dalam dunia burung kicauan juga ada terapi jenis lainnya, yaitu terapi mandi hujan. Ternyata, mandi hujan pada burung kicauan tidak selalu berdampak buruk. Di alam liar, beberapa burung kicauan justru sangat menyukai momen tersebut. Itu bisa dibuktikan dari beberapa burung kicauan yang akan berbunyi ramai saat suasana alam menunjukkan bahwa hujan akan turun. Dengan turunnya hujan, para burung kicauan bisa bermain air hujan guna bersenang-senang sekaligus perawatan.

Melihat kondisi itu, seorang pelopor e-bird mastering Indonesia, Irvan Sadewa pernah membuat riset tentang terapi mandi hujan. Ia mengatakan, hasil terapi mandi hujan berdampak positif bagi burung kicauan, tak terkecuali Murai Batu. Dalam penjelasan ilmiah yang dilampirkannya, terapi mandi hujan bermanfaat melancarkan peredaran darah burung kicauan. Terapi ini juga sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan antibodi burung kicauan agar bisa tahan dalam suasana yang ekstrem sekalipun.


Gambar 1: Murai Batu Mandi Hujan

Dampak positif itu bisa kita dapat asal terapi mandi hujan yang kita terapkan pada burung kicauan (dalam hal ini Murai Batu) dilakukan dengan memperhatikan banyak aspek. Aspek yang paling penting tentu saja adalah kesehatan Murai Batu tersebut. Terapi ini hanya boleh dilakukan apabila kondisi burung dalam keadaan sehat atau fit. Paling tidak ia kelihatan lincah dalam kandang, dan tidak memiliki luka fisik yang mengharuskan menghindari air agar cepat sembuh.

Aspek lainnya adalah waktu hujan turun. Terapi mandi hujan bagus dilakukan pada hujan yang turun di waktu pagi sampai siang. Sebab, dikhawatirkan apabila Murai Batu di mandi hujankan pada rentang waktu siang sampai sore, itu bisa membuatnya sakit. Mengingat pada rentang waktu itu tingkat keasaman air hujan akan tinggi. Sedangkan waktu pagi dan siang menjadi pilihan yang tepat sekalian terapi itu bisa dimanfaatkan Murai Batu sebagai bentuk penyegaran.

Perlu diingat, lama waktu terapi mandinya cukup 15-20 menit saja, atau paling lama setengah jam. Setelahnya, dalam proses pengeringan, burung cukup di angin-anginkan saja di ruang terbuka. Tidak perlu di lakukan penjemuran, sebab perubahan suhu tubuh yang teramat cepat bisa membuat tubuh Murai Batu ngedrop. Maksimal terapi mandi hujan ini dilakukan seminggu dua kali.

Hujan yang turun pun harus diperhatikan karakteristik/kondisi hujannya. Bila ternyata hujan cukup deras ditambah hembusan angin yang cukup kencang, lebih baik burung tak perlu di mandikan. Alih-alih meningkatkan antibodi Murai Batu, yang ada bisa membuat mentalnya ngedrop. Makanya, sebelum melakukan terapi ini kita harus menguasai dulu aspek-aspek penting apa yang mesti diperhatikan. Satu hal lagi yang tak boleh terlupakan adalah kondisi sangkar atau kandang Murai Batu tersebut. Pilihlah kandang dengan jeruji yang kuat, kalau bisa gunakan kandang berjeruji besi. Di takutkan, apabila menggunakan kandang berjeruji kayu yang sudah lapuk atau tidak kuat, kandang itu bisa mengalami kerusakan akibat terkena air hujan. Pasti penghobi tidak menginginkan Murai Batu kabur dari lubang-lubang kandang yang rusak karena kecerobohan kita.

Sudah banyak yang membuktikan, terapi mandi hujan bermanfaat pada burung kicauan. Ada pula yang menambahkan pada suara tetesan air hujan bisa menjadi masteran alami yang akan diserap oleh burung tersebut. Selain itu, terapi ini membuat burung kicauan cepat gacor, juga menstabilkan birahi yang tinggi akibat suhu dingin dari mandi hujan akan merendahkan tekanan birahinya. Dengan berbagai manfaat tersebut, maka bagi pemilik burung kicauan, terutama Murai Batu, terapi mandi hujan ini patut untuk dicoba.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
http://ringadraz.blogspot.co.id/2014/12/terapi-mandi-hujan-hasil-terapi-mandi.html
http://www.tipsburung.com/2016/04/anda-memandikan-burung-dengan-air-hujan.html
http://www.budidayakenari.com/2016/02/manfaat-mandi-hujan-untuk-kacer.html
Sumber Gambar:
https://www.youtube.com/watch?v=42v9vVdEF2Y


Related Posts :