Rabu, 24 Agustus 2016

Melatih Sejak Dini Murai Batu Bakalan untuk Lomba

Melatih Murai Batu sejak dari bakalan merupakan waktu yang potensial untuk mencetak Murai Batu petarung yang tangguh. Sebab, kemampuan mental, karakter, dan gaya tarungnya bisa kita bentuk menjadi Murai Batu unggulan. Melatihnya sejak dini bermanfaat membuat si Murai Batu menjadi matang pada saat mengikuti lomba. Harapannya, peluang memperoleh kemenangan semakin besar untuk diraih.

Membandingkan antara Murai Batu Bakalan hasil tangkapan hutan dengan penangkaran memiliki sisi perbedaan. Jika untuk dilatih, tentu yang lebih mudah proses pemasterannya adalah pada Murai Batu Bakalan hasil penangkaran. Dikarenakan sejak dari lahir ia sudah terbiasa dengan lingkungan yang ramai. Dalam artianya, ia sudah jinak berhadapan dengan manusia dan hewan-hewan sekitar. Beda dengan Murai Batu Bakalan hasil tangkapan hutan yang butuh proses beradaptasi pada lingkungan yang baru.


Gambar 1: Murai Batu Bakalan

Hal yang paling mendasar melatih Murai Batu Bakalan untuk lomba adalah melatih ketahanan mental. Sebab, meskipun kicauannya sangat mumpuni tapi mental tarungnya lemah, dipastikan ketika lomba Murai Batu tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik. Di sini pentingnya penghobi menerapkan tahapan-tahapan bagi Murai Batu Bakalan dalam prosesnya kelak mengikuti lomba yang sesungguhnya.

Di salah satu referensi menjelaskan, melatih Murai Batu Bakalan untuk lomba dibagi pada dua jenis perawatan. Perawatan harian dan mingguan. Perawatan ini penting untuk melatih mental Murai Batu agar menjadi burung pengkicau yang hebat. Pada perawatan harian, dimulai dengan pemberian sarapan pagi hari. Sarapan diberikan berupa pakan jangkrik sebanyak 3-5 ekor. Jumlah ini diberikan secara teratur untuk membuat birahi tarungnya stabil. Setelah itu dilanjutkan dengan perawatan penjemuran selama 30 menit pada pukul 8 sampai 9 pagi.

Memasuki pukul 11 siang sampai 4 sore adalah waktu yang baik untuk melakukan pemasteran Murai Batu Bakalan tersebut. Di jam segitu, Murai Batu lebih mudah menangkap suara masteran. Cara pemasteran di awal sebaiknya menggunakan suara dari Mp3 player, setelah suara cukup dikenali oleh Murai Batu, barulah disandingkan dengan aslinya. Itu pun harus melalui tahapan pakai kerodong terlebih dahulu agar Murai Batu tidak kaget. Murai Batu Bakalan yang dalam keseharian biasa melakukan pemandian tetap diberlakukan perawatan yang sama. Penghobi bisa melatihnya mandi dalam keramba agar Murai Batu leluasa menikmati penyegaran tubuhnya dan tahu kapan harus berhenti.

Latihan Mingguan

Seminggu minimal 2 atau 3 kali Murai Batu Bakalan mesti di bawa ke arena lomba. Maksudnya, sebagai bentuk perkenalan panggung arena lomba tersebut, jangan langsung ditarungkan. Untuk permulaaan, bawa ke arena lomba yang kecil atau sedang saja. Setelah beberapa kali di bawa kesana, penghobi dapat mencoba meletakkan Murai Batu Bakalan diantara burung pengkicau yang lain. Lihat bagaimana reaksi Murai Batu tersebut, apakah mulai terpancing berbunyi atau diam saja. Jika ternyata Murai Batu diam saja, boleh jadi pertanda mulai batu belum siap mental di latih bertarung.

Tentunya, ketika digabungkan dengan Murai Batu yang lain, kerodongnya tidak lantas di buka secara keseluruhan. Selama 5 menit dibiarkan dalam posisi kerodong masih tertutup. Apabila Murai Batu di dalam kandang berkicau, buka kerodong separuh selama 10 menit. Di 10 menit itu lihat reaksi Murai Batu apakah mulai berani menatap lawannya dan tetap mengeluarkan kicauan. Jika iya, kerodong boleh di buka keseluruhan selama 15 atau 20 menit. Setelah 20 menit berlalu, silahkan kandang ditutup kerodong lagi dan jauhkan Murai Batu dari arena lomba.

Selain latihan diatas, latihan lain yang perlu diterapkan adalah melakukan pengumbaran. Dalam seminggu, Murai Batu Bakalan di lepas pada kandang umbaran 3 jam perhari selama 4 hari berturut-turut. Waktu yang baik untuk pengumbaran adalah pagi hari. Latihan ini untuk melatih kelincahannya dan keatraktifannya pada saat mengikuti lomba. Jadi, Murai Batu tidak monoton. Semangat Murai Batu meledak-ledak tentu itu termasuk poin penting yang akan dilirik oleh para juri.

Apabila latihan harian dan latihan mingguan sudah diterapkan, maka jangan lupa pemberian vitamin untuk kebutuhan Murai Batu. Vitamin tak harus diberikan setiap hari, cukup 3 kali dalam seminggu. Pemberian vitamin bisa dicampur pada pakannya atau air minumannya. Mengenai dosis dan aturan pakai, penghobi bisa menanyakan langsung pada yang pengalaman atau si penjual vitamin tersebut. Produk vitamin yang bisa dipilih bisa BirdVit maupun Birdfine. Mudah-mudahan dengan melakukan perawatan di atas secara konsisten, Murai Batu Bakalan milik Anda akan tumbuh dewasa dengan mental petarung yang tangguh. Semoga bermanfaat.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
1. http://trikburung.com/merawat-murai-batu-harian-untuk-melatih-mental/
2. http://manukgacor.com/melatih-mental-burung-murai/
Sumber Gambar:
1. http://manukgacor.com/melatih-mental-burung-murai/


Related Posts :