Selasa, 23 Agustus 2016

Perawatan Mengatasi Mental Murai Batu Bakalan yang Stres

Hampir di banyak sumber bacaan mengenai permasalahan Murai Batu Bakalan, permasalahan terkait mental Murai Batu Bakalan yang gampang stres selalu berada di urutan pertama. Artinya, permasalahan mental stres ini menjadi kendala utama bagi kebanyakan penghobi. Mengingat, stresnya mental Murai Batu sangat mempengaruhi gairahnya untuk hidup. Yang jelas terlihat adalah, Murai Batu menjadi tidak nafsu makan, tubuhnya lemas, menjadi rentan sakit, enggan berkicau, dan yang paling fatal tentu saja beresiko kematian.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam perawatan menghindari atau bahkan memulihkan mental Murai Batu Bakalan yang stres. Seperti yang pernah disinggung pada artikel sebelumnya, faktor langsung dan tidak langsung yang menyebabkan Murai Batu Bakalan stres diantaranya: Kelelahan, mendapat ancaman dari hewan sekelilingnya, perlakuan yang kasar, lingkungan yang tidak kondusif, dan suhu yang tinggi. Disamping faktor itu, ada beberapa faktor yang perlu ditambah seperti: sirkulasi udara yang tercemar, pergantian pakan dan minum yang tidak tepat, kualitas pakan Murai Batu Bakalan yang tidak cocok.

Proses Perawatan

Langkah yang cukup menentukan dalam perawatan menghindari mental Murai Batu Bakalan yang stres bisa dimulai ketika hendak membeli Murai Batu di pasar burung. Kita harus bisa menaksir seberapa jauh pasar burung tersebut dengan lokasi rumah kita. Jika dirasa perjalanannya cukup jauh, ada baiknya penghobi menyediakan kandang bawaan sendiri yang berukuran besar dan telah dipasang kerodong. Ini demi menghindari kelelahan pada Murai Batu Bakalan yang berakibat pada mentalnya yang stres. Sebab, biasanya di pasar burung, hanya disediakan tempat berupa kardus-kardus yang sempit sebagai media untuk membungkus burung tersebut. Selain tidak bagus pada sirkulasi udaranya yang pengap, Murai Batu Bakalan juga bisa cepat drop dalam keadaan yang seperti itu.

Setelah sampai di rumah, Murai Batu Bakalan harus digantung dalam ruangan yang nyaman. Jauhkan dari suara-suara yang bising dan tidak kondusif. Biarkan Murai Batu Bakalan menenangkan diri di lingkungan yang baru. Pemakaian kerodong tetap harus dilakukan kurang lebih 1 minggu lamanya. Ruangan yang baik bagi tempat peletakan kandang Murai Batu Bakalan adalah pada suhu normal (diatas 26 c), tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Tetap harus diperhatikan sirkulasi udara pada ruangan harus terjaga. Maksudnya, jangan letakkan kandang pada ruangkan yang tertutup. Apalagi pada tempat yang udaranya tercemar dengan bau-bau yang tidak sedap.

Di lingkungan yang baru, Murai Batu Bakalan harus mendapat perlakuan yang khusus, sebab ia sensitif mengalami stres. Tidak terkecuali pada bagian pakan dan pergantian air minumnya. Pakan yang diberikan sebisa mungkin yang sesuai dengan apa yang pernah ia makan sewaktu di alam liar. Pakan kecoa, belalang, dan kroto bisa menjadi pilihan. Sampai kondisi Murai Batu Bakalan tampak mulai tenang, di situlah perlahan-lahan pakan boleh diganti dengan jenis voer.

Terkait air minumnya, yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan. Jangan sampai air minum terlihat kotor sehingga tercemar dengan kuman-kuman. Ini tidak baik bagi kesehatan Murai Batu Bakalan. Namun perlu diingat, jangan juga setiap hari mengganti air minumnya.Yang ada, karena kondisi mentalnya belum stabil, Murai Batu Bakalan malah takut dengan perlakuan itu. Hanya jika terlihat air sudah mulai habis atau tampak kotor, barulah penghobi bisa menggantinya.

Selama 1 minggu pertama atau paling lama 1 bulan di awal, jangan sekali-kali Murai Batu Bakalan dijumpakan atau disandingkan dengan burung kicauan sejenis. Tunggu sampai Murai Batu Bakalan benar-benar fit dan sehat. Dikhawatirkan mental Murai Batu Bakalan langsung drop apabila mendengar lawan kicauannya pada saat ia belum siap. Mengingat usia Murai Batu Bakalan belum matang untuk diajak bertarung. Begitu pun dalam hal pemasteran, sebaiknya ditunda sampai tingkat stres Murai Batu pulih. Ditandai dengan kelincahannya di dalam sangkar, nafsu makan yang meningkat, dan mencoba mengeluarkan kicauannya.

Perawatan terakhir pada proses ini adalah mengenai penjemuran dan pemandian. Untuk perawatan penjemuran, Murai Batu Bakalan diperbolehkan dilakukan penjemuran pada pagi hari untuk mendapatkan udara yang segar dan vitamin D. Tapi ditekankan penjemuran jangan terlalu lama, cukup 30 menit saja. Antara pukul 08.00-09.00 Wib. Lewat dari jam tersebut biasanya suhu udara sudah mulai panas, dan itu menjadi tidak bagus bagi Murai Batu Bakalan.

Sedangkan, untuk pemandian, sebaiknya tidak perlu dipaksa mandi terlebih dulu. Sediakan saja di dalam kandang mangkok kecil berisi air untuk memancing Murai Batu mandi sendiri. Tapi apabila selama 1 bulan Murai Batu Bakalan tidak mau mandi juga, penghobi bisa memandikannya dengan bantuan semprotan air untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel di tubuhnya. Namun gunakanlah yang semprotan dengan lubang yang halus, semprot dengan perlahan, supaya Murai Batu Bakalan mentalnya tidak kaget.
Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
http://infomurai.blogspot.co.id/2013/03/cara-merawat-burung-murai-muda-hutan.html


Related Posts :