Senin, 05 September 2016

Jurus Om Rico dalam Menjinakkan Murai Batu Bakalan Agar Makan Voer

Salah satu penghobi senior yang tidak pelit membagikan ilmunya adalah H Rico Lampung, atau yang akrab dipanggil Ji Rico. Nama Om Rico dalam dunia burung kicauan cukup terkenal. Dia lihai dalam melatih berbagai jenis burung kicauan untuk menjadi juara. Dari mulai burung Kacer, Branjangan, Murai Batu, dan jenis burung kicauan lainnya. Jenis burung Kacer jagoannya yang terkenal adalah Panglima Sumatera dan Panglima Lampung. Beberapa kali kacer miliknya tersebut meraih gelar juara dalam lomba burung kicauan.

Dalam wawancaranya dengan situs Omkicau.com, Om Rico pernah membagikan jurus menjinakkan Murai Batu Bakalan yang liar. Dalam penjelasannya itu, ada bagian di mana Om Rico mengulas tata cara menjinakkan Murai Batu Bakalan agar mau makan voer. Tentu saja tips itu sangat bermanfaat terutama bagi penghobi pemula yang kesulitan menjinakkan Murai Batu Bakalan untuk makan voer. Apalagi bagi Murai Batu Bakalan hasil penangkapan di hutan, yang kita tahu di alam liar tidak pernah menyentuh pakan olahan manusia tersebut.


Gambar 1. Pakan Voer

Penjelasan Om Rico

Om Rico menuturkan, sebelumnya ia telah melakukan survei ke beberapa teman penghobi untuk mencari informasi dalam menjinakkan Murai Batu Bakalan liar. Tak terkecuali dalam hal bagaimana menjinakkan Murai Batu Bakalan liar itu agar terbiasa makan voer. Apa yang dilakukannya itu akhirnya membawanya pada gambaran benang merah tentang poin-poin penting yang mesti dipelajari.

Poin pertama menurutnya adalah Murai Batu Bakalan harus berada dalam kondisi yang sehat. Untuk mengkondisikan kesehatannya, maka Murai Batu Bakalan harus diberi pakan yang disukainya. Dalam hal ini Om Rico memberikan kroto sebagai pakan favorit. Bahkan, pemberian kroto dilakukan satu bulan penuh. Pemberian vitamin juga diperlukan untuk mendukung stamina agar tetap prima.

Faktor lain guna mengupayakan kesehatan itu kata Om Rico harus diperhatikan juga pada bagian sangkar/kandang. Gunakanlah sangkar yang berjeruji halus dan rapat. Sebab, Murai Batu Bakalan yang liar suka menabrak dinding-dinding jeruji sangkarnya.

Penggunaan jeruji halus dan rapat bisa menurunkan peluang Murai Batu Bakalan mengalami luka fisik atas aktivitasnya. Dalam masa pengkondisian kesehatan ini Murai Bakalan harus di kerodong setiap hari. Perawatan seperti penjemuran dilakukan sebentar saja, asal Murai Batu Bakalan sudah terkena sinar matahari pagi, penjemuran pun bisa dihentikan.

Poin kedua kata Om Rico adalah perawatan. Perawatan dilakukan setelah poin pertama diselesaikan dengan baik. Artinya, Murai Batu Bakalan benar-benar pada kondisi yang sehat. Yang dimaksud dengan perawatan di sini adalah seperti pemberian pakan, memandikan Murai Batu, membuka kerodong, dan adaptasi dengan lingkungan sekitar. Namun yang dikhusukan pada pembahasan ini adalah tentang pemberian pakan voer.

Penghobi harus memperkenalkan Murai Batu Bakalan dengan pakan voer dengan cara yang bertahap. Sebagai permulaan, penghobi bisa mencampurkan voer dan kroto dalam satu wadah yang sama. Untuk mempermudah Murai Batu Bakalan menyantap pakannya itu, maka voer dibasahi dengan air secukupnya. Tidak terlalu cair, tidak juga terlalu kental.

Di sini Murai Batu Bakalan akan merasakan pakan baru voer sebagai perkenalan lidah. Tahapan ini kata Om Rico tergolong membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2-3 bulan. Mengingat tidak mudah mengganti pakan kroto yang telah disukai sebelumnya.

Nah, setelah melewati kurun waktu yang disebutkan, baik pakan voer maupun kroto di buat dalam wadah yang terpisah. Tujuannya, supaya Murai Batu Bakalan punya pilihan untuk menyantap pakan mana yang disukainya. Apabila ia mendahulukan memakai kroto, ketika kroto dalam wadah itu habis, maka penghobi tak perlu mengisinya saat itu juga. Agar di saat Murai Batu Bakalan itu lapar kembali, mau tidak mau ia akan menyantap voer dalam wadah satu lagi yang masih terisi.

Begitu terus tahapan ini dilakukan, lalu secara bertahap tapi pasti, pakan kroto dalam wadah di sangkar tersebut porsinya harus dikurangi sedikit demi sedikit. Jika Murai Batu Bakalan sudah terlihat antusias dalam menyantap pakan voer itu, barulah pakan kroto tak perlu dimasukkan lagi dalam kandang. Cukup dibuat selingan beberapa kali sebagai Ekstra Fooding. Bila telah sampai tahapan itu, dipastikan Murai Batu Bakalan sudah jinak untuk makan voer. Maka, Ekstra Foodingnya pun boleh di kombinasi dengan pakan yang lain seperti jangkring, ulat, maupun belalang. Selamat mencoba.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2015/10/31/tips-menjinakkan-murai-batu-bakalan-dan-menyiapkannya-ke-lapangan-ala-om-rico/
Sumber Gambar:
http://www.titaniumbirdfarm.com/2016/01/cara-cepat-melatih-murai-batu-makan-voer.html


Related Posts :