Rabu, 14 September 2016

Penanganan Terhadap Burung Murai Batu Yang Membuang Telur

Menangkar burung Murai Batu agar bisa menghasilkan anakan yang nantinya juga memiliki kicauan merdu dan gacor tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Ada banyak sekali kesulitan yang dialami saat menangkar burung Murai Batu hingga bisa menetaskan telur yang telah lama dierami oleh indukannya. Kesulitan yang biasanya dialami oleh penangkar burung Murai Batu adalah indukan betinanya terkadang membuang telur yang dieraminya .

Burung Murai Batu dan jenis burung ocehan lainnya saat masa mengerami berlangsung terkadang indukannya membuang telurnya. Alasannya pun beragam yang terkadang dikarenakan telur ternyata kosong, embrio yang ada di dalam telur telah mati sebelum bisa ditetaskan, terlalu sering dijamah oleh tangan manusia secara langsung, dan indukannya yang merasa tidak nyaman dengan telur tersebut. Dengan telur yang dibuang oleh indukan Murai Batu betina maka hal tersebut bisa mengurangi jumlah anakan yang dihasilkan dalam sekali musim kawin berlangsung.


Gambar: Telur burung Murai Batu

Dalam berbagai kasus telur yang dibuang oleh burung Murai Batu dan jenis burung lainnya biasanya dia tidak lagi mau menerima kembali walaupun kita telah meletakkannya kembali di sarangnya. Untuk itu cara terbaik agar telur tersebut tetap bisa ditetaskan tanpa bantuan dari induknya dapat menggunakan inkubator yang dikenal sebagai mesin penetas bagi telur yang tidak bisa dierami oleh indukannya. Akan tetapi sebelum telur tersebut dierami dengan menggunakan inkubator ada baiknya memeriksa kondisi telur apakah dalam kondisi baik atau sudah rusak. Bila kondisi telur yang dicampakkan oleh indukkan betina Murai Batu sudah dalam keadaan rusak atau embrio di dalamnya telah mati maka tentunya telur tersebut tidak lagi bisa dierami dengan memakai alat inkubator.

Adapun indukan betina Murai Batu yang terkadang membuang telur yang dieraminya sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal yang penjelasannya bisa disimak di bawah ini:

  1. Usahakan untuk tidak terlalu keseringan melihat atau mengintip telur yang sedang dierami oleh indukan betina Murai Batu. Kegiatan seperti itu sebenarnya membuat indukan merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu proses pengeraman tentunya. Untuk itu waktu terbaik yang bisa dipilih dalam melihat telur yang ada di sangkar bisa ketika indukan tidak sedang berada di dalam sangkar.
  2. Seperti yang disebutkan pada paragraf-paragraf awal bahwa penyebab burung Murai Batu membuang telurnya salah satunya karena terlalu sering dijamah secara langsung oleh tangan manusia. Sedari bila ingin memegang telur yang sedang dalam proses pengeraman maka bisa menggunakan sarung tangan atau media lainnya untuk memeriksa kondisi kesehatan telur.
  3. Menjaga keamanan sangkar dari beragam gangguan yang bisa berasal dari luar sangkar atau kandang. Gangguan tersebut lazimnya berasal dari serangan hewan predator seperti ular, tikus, musang, dan lainnya. Karena itu sarang indukan betina burung Murai Batu bisa dipagari dengan kawat dan juga perlu untuk tetap memperhatikan sangkar sebagai bentuk kewaspadaan pemilik.
  4. Pastikan juga ketersediaan pakan yang dibutuhkan oleh indukan betina burung Murai Batu di dalam sangkar. Hal ini dikarenakan indukan betina Murai Batu akan lebih banyak membutuhkan nutrisi untuk tetap menjaga mentalnya agar tidak stres. Sedari itu bila dilihat dalam sangkarnya tempat makan sedang dalam keadaan kosong maka segera diisi kembali.
  5. Burung Murai Batu yang sedang mengerami telur-telurnya sangat membutuhkan kenyamanan. Kenyamanan yang dibutuhkan oleh indukan betina Murai Batu bisa dengan menjauhkannya dari mendengar suara-suara yang keras dan membersihkn kandangnya dari kotoran dan debu.

Dengan berhasilnya para penangkar dalam menangani kondisi di mana indukan Murai Batu membuang telurnya maka tingkat keberhasilan telur yang dierami bisa tercapai. Selain itu apa yang dituliskan dalam artikel ini juga terjadi dengan burung ocehan lainnya. Untuk itu bila para pembaca sekalian mendapati burung Murai Batu dan burung ocehan lainnya membuang telur yang dieraminya maka bisa menerapkan apa yang ada di artikel ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2016/07/16/tips-mencegah-induk-burung-membuang-telurnya/
http://agribisnis.pondoksalam.com/2016/07/tips-mencegah-induk-burung-membuang -telurnya/
Sumber Gambar:
http://www.budidayakenari.com/2016/01/sebab-telur-murai-batu-tidak-menetas.html


Related Posts :