Senin, 19 Desember 2016

Mewaspadai Tungau Kantung Udara Pada Burung Murai Batu

Sakitnya burung Murai Batu berupa sesak napas dan malas bunyi tidak hanya dikarenakan burung sedang stres atau buruknya perawatan yang diterimanya. Tapi dibalik itu sesak napas dan malas bunyi yang menimpa burung Murai Batu juga dikarenakan oleh serangan makhluk hidup lain yang hidup di dalam saluran pernapasannya. Adapun nama makhluk hidup tersebut adalah Tungau Kantung Udara.

Tungau Kantung Udara yang memiliki nama latin Sternostoma Tracheacolum adalah parasit yang hidupnya sering berada di sekitaran sistem pernapasan burung Murai Batu. Keberadaan Tungau Kantung Udara atau yang dikenal dengan nama air mite sac di dalam sistem pernapasan burung dapat mengakibatkan kesulitan bernapas pada burung Murai Batu. Kesulitan pernapasan tersebut juga berdampak pada kualitas kicauan burung Murai Batu yang menurun terlihat dari tingkah laku burung yang akan mulai jarang berkicau tidak seperti hari biasanya.


Gambar 1: Bentuk dari Tungau Kantung Udara

Burung Murai Batu yang terjangkiti parasit Tungau Kantung Udara dapat dikarenakan penularan yang terjadi dari burung ocehan lainnya yang telah terinfeksi parasit tungau ini. Penularan ini dapat terjadi bila burung yang telah terinfeksi melakukan hubungan perkawinan dengan pasangannya ataupun saat sang indukan meloloh anakan yang belum bisa makan sendiri. Selain itu juga yang menjadikan Tungau Kantung Udara bisa menyerang burung Murai Batu disebabkan oleh kandang ataupun sangkar yang ditempatinya tampak kotor.

Adapun burung Murai Batu yang telah terinfeksi parasit Tungau Kantung Udara biasanya menunjukkan ciri-ciri suara kicauannya akan terdengar parau atau serak dan kalau sudah parah suaranya bahkan bisa lenyap untuk sementara waktu. Selain itu juga, burung Murai Batu akan menunjukkan sikap yang kurang aktif saat berada di sangkar dan bila diperhatikan pada bagian ekornya maka terlihat naik-turun dalam tempo yang lama. Dampak buruk yang dapat timbul dari terinfeksinya burung Murai Batu oleh Tungau Kantung Udara bisa menjadikannya tidak dapat mengikuti lomba kontes burung ocehan.

Sedangkan untuk pencegahan agar burung Murai Batu tidak tertular atau terkena parasit Tungau Kantung Udara maka dapat memperhatikan kebersihan kandang atau sangkar yang ditinggalinya. Disebutkan tadi bahwa kandang atau sangkar yang kotor dapat menjadi penyebab burung Murai Batu bisa terinfeksi parasit Tungau Kantung Udara. Untuk itu sangat penting agar kebersihan sangkar tetap selalu dijaga dengan rutin membersihkan kotoran yang ada di bagian bawah sangkar dan tempat minum atau makannya. Agar kandang atau sangkar semakin bersih maka bisa disemprot dengan obat pembunuh serangga yang aman dihirup oleh burung pengicau termasuk Murai Batu.

Di samping itu bisa pula dengan mengkarantina burung Murai Batu yang terlanjur terkena parasit Tungau Kantung Udara untuk dijauhkan dari burung yang masih sehat dan bugar. Bagi burung yang tidak terkena infeksi Tungau Kantung Udara dapat dilindungi dengan memberikan multivitamin tambahan dan menyemprotkan obat antikutu di sekujur tubuh burung beserta sangkar atau kandang yang ditinggalinya. Adapun burung Murai Batu yang telah terkena Tungau Kantung Udara dapat diobati dengan mengoleskan obat yang mengandung zat ivermectin yang telah teruji untuk membunuh kutu ataupun tungau.

Yup, itulah penjelasan mengenai Tungau Kantung Udara yang keberadaannya perlu diwaspadai agar jangan sampai menjangkiti burung Murai Batu. Sebab dampak yang bisa terjadi bila burung sampai terkena parasit tersebut tidak hanya membuat suaranya serak tapi juga dapat macet total. Untuk itu dengan membaca artikel ini dapat membuat kita semuanya bisa mengambil tindakan yang tepat agar burung Murai Batu yang dipelihara jangan sampai terkena parasit Tungau Kantung Udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan burung. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2012/11/27/tungau-ku-bikin-burung-susah-bernafas-dan-mogok-bunyi/
2. http://www.pragita.com/2015/05/tips-membuat-kondisi-burung-selalu-fit.html
Sumber Gambar:
1. http://www.gouldianfinches.eu/photos/text-photos/227/tn_107.jpg


Related Posts :