Minggu, 07 Mei 2017

Mengenali Kehidupan Burung Murai Batu di Alam Liar

Burung Murai Batu adalah satu dari puluhan jenis burung kicauan yang paling banyak digemari oleh orang-orang di seluruh daerah bahkan sampai luar negeri. Orang-orang yang memelihara burung Murai Batu kebanyakan bukan berasal dari hutan tapi diperoleh dari hasil penangkaran yang sudah banyak dilakukan. Selain itu tips dan trik seputar perawatan burung Murai Batu pun sangat banyak sekali mulai dari pakan, penjemuran, memandikan, pemilihan sangkar, mengobati saat sakit, dan lainnya. Hanya saja bagi siapapun yang memelihara burung Murai Batu mungkin ada beberapa di antaranya yang belum mengetahui tentang kehidupannya di alam liar. Untuk itu pada artikel ini sengaja mengulas secara mendalam terkait burung Murai Batu yang hidup di alam liar.

Melihat persebaran burung Murai Batu bahwa tempat hidupnya tidak hanya terdapat di kawasan hutan Indonesia saja. Sebab di beberapa negara sekitar Asia juga dihuni oleh spesies burung Murai Batu mulai dari Malaysia, Thailand, Filipina, sampai dengan Tiongkok. Di Indonesia sendiri daerah yang dijadikan tempat hidup burung Murai Batu sangatlah banyak mulai dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Luasnya daerah yang ditinggali burung Murai Batu membuat penamaannya cukup beragam yang disesuaikan dengan daerah tempatnya hidup dan ciri fisiknya. Karenanya burung Murai Batu terdiri dari berbagai jenis mulai dari Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, Murai Batu Aceh, Murai Batu Jambi, Murai Batu Lampung, Murai Batu Medan, dan Murai Batu Borneo. Nama lain burung Murai Batu yang jarang diketahui orang-orang terbilang unik yakni burung Kucica Hutan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/White-rumped_Shama_-_Thailand_S4E7645_%2819177296749%29.jpg/800px-White-rumped_Shama_-_Thailand_S4E7645_%2819177296749%29.jpg
Gambar: Burung Murai Batu yang hidup di alam liar

Di alam liar biasanya burung Murai Batu menghuni dataran mulai dari yang rendah sampai arena pegunungan hingga mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Selain itu hutan yang dijadikan sebagai habitat hidup berada di hutan lebat yang jauh dari pemukiman manusia. Saat berburu di hutan akan mencari pakan serangga yang berukuran kecil seperti jangkrik, belalang, kroto atau telur semut, dan ulat. Selain itu, burung Murai Batu yang mencari makanan serangga bisa di berbagai tempat seperti di atas tanah dan pepohonan. Karakter burung ini pun terbilang pemalu dengan lebih suka menyembunyikan diri dibalik rimbunnya hutan. Akan tetapi burung Murai Batu dikenal sebagai burung petarung yang akan menjaga teritorial wilayahnya dari ancaman burung lain.

Ciri fisik burung Murai Batu mengalami perbedaan yang tidak terlalu mencolok dari tiap jenisnya. Perbedaan tersebut paling sering tampak dari ukuran tubuh, panjang, ekor, dan warna di bagian atas kepala. Tapi secara umum burung Murai Batu mempunyai ukuran fisik terbilang sedang atau sekitar 26 cm. Warna di tubuhnya pun hanya terdiri dari tiga jenis yakni hitam, putih, dan merah karat. Bagian tubuhnya yang tampak berwarna hitam ada di kepala, tenggorokan, dada, sayap, punggung, dan ekor bagian atasnya. Warna putih tampak di bagian bawah kedua sayap, ekor, dan atas kepala khusus untuk jenis burung Murai Batu Mahkota. Warna merah karat hanya meliputi area dada sampai dengan pangkal ekor bagian bawahnya. Paruhnya berukuran pendek dan tidak lebar serta warnanya adalah hitam pekat. Kakinya berukuran sedang yang tampak berwarna cokelat keabu-abuan.

Kicauan asli burung Murai Batu di alam liar yang belum mendapatkan sentuhan tangan manusia pun terdengar cukup indah dan merdu. Selain itu, kicauannya terdengar bervariasi atau terdiri dari beberapa jenis lagu dan terpenting mampu menirukan suara burung lain yang sering didengarnya di alam. Nada kicauan burung Murai Batu terdengar lantang dan volumenya cukup tinggi yang sesuai dengan karakternya sebagai burung petarung.

Demikianlah ulasan seputar burung Murai Batu yang hidup di alam liar untuk bisa disimak oleh para pembaca sekalian. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menambah pemahaman kita terkait kehidupan burung Murai Batu di hutan yang memang mempunyai kicauan merdu dan jenis yang beragam. Selamat membaca.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/07/06/kucica-hutan/
2. http://www.kutilang.or.id/2012/06/27/kucica-kalimantan-kucica-alis-putih/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/White-rumped_Shama_-_Thailand_S4E7645_%2819177296749%29.jpg/800px-White-rumped_Shama_-_Thailand_S4E7645_%2819177296749%29.jpg


Related Posts :