Rabu, 02 Agustus 2017

Mengenal Walang Sangit Sebagai Serangga Beracun Bagi Burung Murai Batu

Berbicara tentang jenis pakan yang biasa disantap burung Murai Batu umumnya berasal dari jenis serangga. Hal ini dikarenakan burung yang bersuara lantang ini memang termasuk jenis burung pemakan beragam jenis serangga. Selain itu, khasiat serangga yang dimakan burung Murai Batu tidak hanya membuat tubuhnya sehat dan terhindar dari beragam jenis penyakit. Tapi juga berpengaruh baik dalam memperindah kualitas kicauan dan memperkuat mentalnya saat berada dekat dengan burung lainnya. Hanya saja, tidak semua jenis serangga ternyata aman dikonsumsi oleh burung Murai Batu sebab terdapat kandungan racun di dalam tubuhnya. Dan salah satu dari jenis serangga berbahaya tersebut adalah Walang Sangit.

Walang Sangit merupakan serangga kecil yang banyak hidup di area lahan pertanian padi di pedesaan. Biasanya lahan padi yang menjadi area tempat tinggalnya juga dijadikan sumber makanan dan tempat bereproduksi. Selain itu sumber makanan satu-satunya bagi Walang Sangit yang tinggal di persawahan padi adalah tanaman padi itu yang dimakan dengan cara menghisap cairan buah padi yang masih muda dan belum terbentuk sempurna. Padi muda yang dihisap oleh serangga ini akan mengalami kopong atau tidak berisi pada bulir gabah yang akan dipanen nantinya. Ciri lainnya, membuat tampilan buah padi akan lebih cepat menguning atau menua sebelum masa panen tiba. Untuk itu, para petani menganggap serangga Walang Sangit sebagai hama berbahaya yang dapat merusak tanaman dan penyebab area persawahan padi gagal dipanen.


Gambar: Serangga Walang Sangit

Ciri fisik serangga yang bernama latin Leptocorisa oratorius memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan panjang hanya sekitar 2 sampai 3 cm saja. Bentuk tubuhnya memanjang yang memiliki enam kaki dengan empat kaki berukuran sedang dan dua kaki di belakang yang berukuran sedikit lebih panjang. Pada bagian depan wajahnya terdapat dua antena yang dapat digerakkan dan ukurannya lumayan panjang. Serangga kecil ini dalam menyantap makanannya bukan dengan cara mengunyah daun atau batang tanaman padi tapi menggunakan sedotan yang mirip belalai. Tubuhnya tampak diselubungi oleh dua warna yakni hijau dan cokelat kayu.

Nah, dikatakan bahwa Walang Sangit sebagai serangga beracun bagi burung Murai Batu dikarenakan adanya cairan yang beraroma menyengat keluar dari tubuhnya. Cairan tersebut biasanya keluar saat serangga hama ini sedang dalam keadaan terancam. Selain menimbulkan aroma menyengat yang tak enak dicium juga dapat mengganggu kesehatan bila sampai masuk ke dalam tubuh. Untuk itu saat burung Murai Batu terlanjur memakan serangga ini biasanya akan menyebabkan sesak napas pada rongga dadanya. Di samping itu, dalam beberapa hari ke depan efek racun serangga Walang Sangit akan membuat burung kejang-kejang dan berakhir kematian.

Karenanya, agar burung Murai Batu tidak sampai bertemu dengan Walang Sangit di dalam sangkar perlu diatur penempatan sangkarnya. Sebaiknya sebelum meletakkan sangkar burung Murai Batu di dekat pohon yang sedang berbunga atau berbuah dapat memeriksa di sekitaran daun dan rantingnya agar tidak ada serangga beraroma menyengat ini. Begitu pula rumah dekat dengan area persawahan maka mengkerodong sangkar Murai Batu saat malam hari agar serangga Walang Sangit tidak bisa masuk.

Yup, demikianlah ulasan tentang bahayanya serangga Walang Sangit bagi kesehatan burung Murai Batu. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat membuat para penghobies sekalian agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga burung Murai Batu agar tidak sampai memakan serangga berbahaya semacam Walang Sangit. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Walang_sangit
2. https://omkicau.com/2013/10/17/11-serangga-yang-harus-dihindari-burung-anda/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Insect_attacking_Yardlong_Bean%282%29.jpg


Related Posts :